Home / Bisnis / Miris, Tiga Bulan Info Harga Pangan dan Komoditi Kota Palembang Tak Diperbaharui

Miris, Tiga Bulan Info Harga Pangan dan Komoditi Kota Palembang Tak Diperbaharui

Sistem Informasi Harga Pangan dan Komoditi Sumsel Terkini (SeiMUSI) untuk wilayah Palembang terpantau terakhir diperbaharui 6 Mei 2018, artinya sudah tiga bulan acuan harga tidak diperbaharui.

Palembang, BP

Dilaunching Mei 2017 yang lalu dengan dana yang tak sedikit, Sistem Informasi Harga Pangan dan Komoditi Sumsel Terkini (SeiMUSI) untuk wilayah Palembang terpantau selama tiga bulan tidak diperbaharui.

Pengelolaan informasi yang sekaligus sebagai acuan harga yang sudah tersedia di Appstore ini pun cukup disayangkan, sebab informasi harga pangan terakhir diperbaharui 6 Mei yang lalu.

Padahal, sistem yang dikelola oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ini dibangun dengan tujuan dapat menekan inflasi dan informasi penting soal harga komoditas.

“Cukup disayangkan, karena tujuannya sebagai transparansi informasi dan acuan bagi masyarakat, kalau tidak diupdate tiga bulan bisa-bisa terbengkalai,” kata Sri (32) PNS di lingkungan Kota Palembang.

Menurutnya, indikator harga ini tidak hanya berguna bagi pedagang, namun juga masyarakat sebagai pembeli. “Seperti harga telur dan Ayam yang naik, kalau tidak ada perkembangan harga terbaru, masyarakat mau tanya ke mana?, bisa-bisa ditipu pedagang nakal,” tutur Sri yang mengaku kerap membuka Sei MUSI.

Tidak hanya Sri, keluhan juga dilontarkan Khotijah (38) karyawan swasta, menurutnya indikator atau acuan harga ini harus ada. Apalagi, sistemnya sudah tersedia, dan tinggal input data saja.

“Sering buka, kalau mau belanja di pasar tradisional. Sebulan yang lalu juga sempat buka, namun memang tidak diperbaharui, seharusnya fasilitas yang sudah dibangun selayaknya dikelola dengan baik,” katanya.

Dia mengatakan, pemerintah yang selalu berupaya menekan inflasi seharusnya juga fokus pada hal ini. “Katanya mau tekan inflasi, tapi kalau tidak diperbaharui informasinya, ya percuma saja, sudah dibuat sistem yang pastinya biayanya tidak sedikit,” cetus dia.

Sementara itu, berangkat dari keluhan masyarakat ini, BeritaPagi mencoba mengklarifikasi pihak Dinas Perdagangan Kota Palembang, sebab dari informasi yang dihimpun pengelolaan sudah diserahkan ke Pemda.

Namun, Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang, Handayani mempertanyakan kapan Sei MUSI ini diserahkan. “Tanya sama BI, kapan mereka menyerahkannya,” katanya via Whatsapp.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (Sumsel) Rudi Khairudin mengatakan, jika operasional Sei MUSI sudah diserahkan ke Pemda (Dinas Perdagangan). “Operasionalnya sudah diserahkan ke Pemda, input data dan adminnya juga,” tutur Rudi.

Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumsel Hari Widodo menambahkan, untuk proses input data harga pangan dan komoditas sudah diserahkan ke dinas Perdagangan kabupaten/kota pada saat launching Sei Musi Mei 2017.

“Kami sudah memberikan pelatihan juga, tapi kami menyadari kemungkinan karena ada perputaran petugas di Pemkot/Pemkab sehingga petugas yang sudah dilatih mungkin sudah tidak lagi menangani,” katanya.

Dibeberkan, dalam waktu dekat pihaknya merencanakan pelatihan lagi utk penyegaran kepada petugas. “Dalam waktu dekat akan kami lakukan lagi pelatihan,” turur dia. #ren

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPP PDI Perjuangan Targetkan Untuk Sumsel Raih 30 Persen Perolehan Kursi

Palembang, BP Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah IV dan Pembekalan  Calon Anggota Legislatif PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  di Asrama ...