Home / Headline / Anak Tukang Sol Sepatu Jadi Polisi

Anak Tukang Sol Sepatu Jadi Polisi

Muhammad Kompas Priyogo. BP/HAFIDZ

BARISAN ratusan siswa Brigadir Polri di Lapangan Anton Soejarwo Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumsel di Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin menentang terik matahari pada 35 derajat Celcius siang itu, Selasa (7/8).

Raut wajah tegang menghiasi 260 siswa angkatan 43 Polda Sumsel tersebut saat Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memeriksa pasukan dari atas mobil bak terbuka.

Tak sedikit tersirat perasaan senang dari gimik wajah mereka. Namun tekad kuat untuk bertahan selama tujuh bulan menempuh pendidikan tersebut tergambar jelas dari sikap sempurna mereka.

Satu hal istimewa yang selalu dibanggakan Kapolda Sumsel bahwa para siswa Bintara Polri saat ini adalah salah satu angkatan terbaik. Jenderal bintang dua ini memastikan bahwa tidak ada ‘pemberian kue, istilah untuk sogok – menyogok dalam seleksi penerimaan masuk.

Oleh karena itu, bermunculan lah para calon polisi berkualitas yang berasal dari keluarga tidak mampu. Salah satunya adalah Muhammad Kompas Priyogo (21), seorang anak dari tukang sol sepatu.

Baca:  Gunawati Dicecar 14 Pertanyaan Oleh Penyidik Polresta Palembang

“Siap! Muhammad Kompas Priyogo!” serunya saat hendak diwawancarai BeritaPagi usai upacara Pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2018 di SPN Betung.

Pemuda kelahiran Palembang, 26 September 1997 ini mengatakan, dirinya bercita-cita menjadi polisi sejak kecil. Namun mimpinya tersebut sempat ia lupakan karena terjepit kondisi perekonomian keluarga yang mengharuskan nya mencari pekerjaan secepat mungkin.

Usai lulus dari SMA Azariyah Palembang pada 2014 lalu, Kompas sempat menganggur beberapa bulan. Sembari mencari lowongan pekerjaan, dirinya membantu ayahnya, Muhdi (53) menjadi tukang sol sepatu di bawah Jembatan Ampera.

Pada awal 2015, akhirnya Kompas mendapatkan pekerjaan sebagai office boy di salah satu perusahaan kelapa sawit yang memiliki kantor di kawasan Jalan Diponegoro, Palembang. Lebih kurang setahun Kompas bekerja, namun akhirnya berhenti.

Baca:  Ratusan Polcil Adu Kompak

Dari titik itulah Kompas mulai menanamkan kembali mimpinya yang sempat terkubur untuk menjadi anggota polisi. Dirinya tetap membantu Muhdi bekerja demi menabung untuk keperluannya mendaftar.

“Bapak bilang tidak punya uang kalau saya mau tes. Jadi saya usaha dengan membantu bapak sol sepatu, uangnya dikumpulkan untuk biaya tes. Seperti fotokopi berkas dan lainnya,” kata Kompas.

Tahun 2016 menjadi tahun pertamanya mengikuti seleksi penerimaan calon siswa bintara Polri. Gagal, Kompas tidak menyerah dengan masih melakukan kebiasaan nya berolahraga setiap hari demi menjaga stamina tetap prima.

“Saya olahraga pagi selepas shalat subuh hingga menjelang bekerja membantu bapak pukul 9.00. Pulang bekerja pukul 16.00, saya kembali berolahraga. Jogging dan sit up, push up saya lakoni tiap hari,” ujarnya.

Sang ibunda tercinta Hutriana (51), selalu mendukungnya dengan medoakan Kompas setiap waktu dan mengingatkan nya saat semangat Kompas terkadang patah untuk menggapai mimpinya.

Baca:  Sat Intelkam Polres Datangi Unsri Terkait Dukungan HMI pada Penolakan UKT

Tahun berikutnya Kompas kembali mengikuti seleksi, namun mentok pada tes kesehatan. Dirinya tidak merinci apa penyebab kegagalannya. Dua kali gagal tak membuatnya patah arang, hingga 2018 menjadi tahun dimana mimpinya menjadi kenyataan dengan diterima seleksi menjadi siswa Bintara Polri.

“Saya akan terus mengikuti pendidikan hingga lulus dan berdinas sebagai polisi. Saya tidak akan mengecewakan bapak dan ibu. Saya ingin menjadi polisi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel irjen Pol Zulkarnain menegaskan, para siswa bintara polri tahun ini merupakan bibit yang sangat baik. Oleh karena itu mereka harus terus semangat dan berusaha demi menjadi polisi baik di masa depan. “Polisi bukan hanya profesi dilakoni, tapi jalan pengabdian,” ujar Kapolda. #hafidz trijatnika januar

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

150 Tenant Beri Diskon di ‘Palembang Great Sale’

Palembang, BP–Menyambut Asian Games 2018, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar Palembang Great Sale untuk pertama kalinya digelar di ...