Home / Hukum / Target 2,2 Juta Anak di Sumsel Target Imunisasi Campak-Rubella

Target 2,2 Juta Anak di Sumsel Target Imunisasi Campak-Rubella

Palembang, BP–Provinsi Sumatera Selatan masuk wilayah yang menjadi target pelaksanaan imunisasi campak-rubella (MR) pada tahun 2018 ini. Imunisasi digelar secara gratis. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komda KIPI Sumsel Dokter Rismarini, SpA (K), dalam acara Media Engagement berupa RoadShow dan Journalist Orientation kampanye imunisasi campak Rubella, di Hotel Amaris, Palembang, Kamis (2/8). Acara digelar oleh Forum Kajian Jurnalisme Sumsel (FKJS).

Menurut Risma, target imunisasi campak Rubella di Sumsel mencapai 2,2 juta anak dan kelompok anak yang mendapat imunisasi adalah yang berusia 9 bulan sampai usia di bawah 15 tahun. Kasus rubella di Indonesia 2018 sampai Juli 740 kasus, tahun 2017 sebanyak 8.318 kasus,dan tahun 2016 sebanyak 8.516 kasus.

Baca:  Klaim Lakukan Imunisasi Sesuai Prosedur

Kampanye MR pada Agustus – September 2018, ini fase kedua, sebelumnya fase pertama di Pulau Jawa pada tahun 2017. Dari kasus 2013-2015 beban penyakit Rubella banyak yang kena usia di bawah 15 tahun. Fase pertama 100,98 persen di Pulau Jawa di enam proinsi, nah untuk Sumsel bersama 27 provinsi lainnya diluar Pulau Jawab ditargetkan 95 persen atau lebih.

Mengapa harus mencapai target 95 persen, karena 5 persen akan lebih aman karena berada di lingkungan anak yang sudah imunisasi. Menurut Risma, memberantas penyakit campak harus mencapai status eliminasi campak rubella.

Baca:  Klaim Lakukan Imunisasi Sesuai Prosedur

Masih sering orangtua yang menolak imuniasi, maka kekebalan tubuh anak lebih rendah dan muda tertular peyakit berat dan berbahaya, dapat menimbulkan sakit berat, cacat, meninggal Bisa juga menyebarkan ke anak anak yang lain. Lebi jauh akan menimbulkan kerugian masyarakat, diakibatkan anak sakt, cacat, kematian, biaya pengobatan, gangguan jam kerja, jam sekolah dan gangguan penghasilan keluarga. Lebih jauh tidak memberikan kesempatan imunisas akan melanggar hak-hak anak, UU perlindungan anak, UU Kesehatan, dan UU wabah.

Acara makin menarik dengan hadirnya orang tua yang memiliki anak terkena conganital rubella syndrome. Ibu yang seorang dokter, dokter Delpiana demikian nama lengkap ibu ini. Ibu Delpi punya anak yang terkena virus rubella. Anaknya yang saat ini sudah berusia 1,3 tahun masih dirawat di RS Mohammad Hoesin. Anak kedua yang diberi nama Yakub ini, menurut Ibu Delpi, sebelumnya awal lahir seperti tidak ada masalah. Setelah itu baru diketahui kena virus rubella. Ibu Delpi mengku pernah stres dan merasa tidak menerima dengan kondisi anaknya. Tapi ibu Delpi saat ini sudah menerima dan legowo. #fir

Baca:  Klaim Lakukan Imunisasi Sesuai Prosedur

 

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

PGE Berikan Bagi Hasil 32 Persen Pada Muaraenim

Muaraenim,BP–-Perjuangan Bupati Muaraenim, Ir H Ahmad Yani MM bersama DPRD Muaraenim  agar manajemen PT Pertamina Geothermal Energi (PT PGE) Lumut Balai ...