Home / Pendidikan / Benarkan Amerika Jadi Sasaran Teroris? Ini Pengakuan Eks Terorisme

Benarkan Amerika Jadi Sasaran Teroris? Ini Pengakuan Eks Terorisme Antisipasi Terorisme, FKPT Sumsel FGD

(Suasana Focus Group Discussion yang digelar FKPT Sumsel di Meeting Room Amaris Hotel)

Palembang, BP
Berangkat dari upaya pencegahan tumbuhnya benih terorisme Jelang Asian Games serta upaya sosialisasi dampak terorisme,  Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumsel menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Asian Games dan Antisipasi Terorisme dengan dipandu oleh moderator Kabid Media FKPT Sumsel Firdaus Komar.
Digelar di Meeting Room Amaris Hotel Palembang, Rabu (1/8), acara ini juga bekerja sama Forum Kajian Jurnalisme Sumatera Selatan (FKJSS) yang mengadirkan para jurnalis peduli pencegahan teroris di Sumsel.
Menariknya, pada kegiatan ini juga langsung dihadirkan eks napiter terorisme Abdul Rahman yang pada tahun 2008 lalu ditangkap atas kasus terorisme yang berusaha membantai orang Amrika yang berada di Indonesia dan divonis 12 tahun dengan menjalani masa penahanan 7 tahun atas pembebasan bersyarat.
“Amaliyah Jihad bukanlah hal yang keliru, tapi saat ini belum saatnya dilakukan di Indonesia. Saya bukan kemudian ingin berhenti berjihad tapi nanti ada waktunya,”turut Abdul Rahman disela-sela acara.
Lanjut dia, bahwa ia membantah mengenai adanya rumor mengenai aksi terorisme nantinya akan diberi kesejahteraan keuangan bagi keluarganya. Kenyataannya, Abdul Rahman mengatakan bahwa tidak ada dana dari afiliasinya yakni Al Kaidah termasuk didalamnya jaringan Nurdin M Top karena dana yang membiayai adalah mencari sendiri.
Orientasi yang dilakukan adalah melakukan pembantaian terhadap Amerika, terutama bagi turis yang sedang berada di Indonesia. Termasuk ketika itu akan melakukan pengeboman di Bukit Tinggi karena banyak touris dari Amerika.
“Yang harus dipahami adalah Amaliyah Jihad itu memang ada dan benar tapi harus dengan cara yang tepat dan waktu yang pas. Dan ketika itu di Indonesia belum saatnya,”jelasnya.
Sementara itu dikatakan oleh Ketua Umum FKPT Sumsel DR Feriansyah mengatakan bahwa kegiatan ini dalamrangka sosialisasi anti terorisme dan juga dalam rangka pencegahan terorisme. Dalam kesempatan itu ia mengatakan bahwa aksi radikalisme dan terorisme atas nama apapun merupakan hal yang melenceng.
“Lalu bagaimana di Sumsel? Potensi di Sumsel itu ada, dan kami pernah turun di lima kabupaten dan ada dua tim dari nasional dan FKPT. Dan FKPT sudah melakukan penelitian sejak 2015 terhadap kepada mahasiswa,”urainya.
Dijelaskan bahwa dari 1000 responden dari tiga Perguruan Tinggi yang dilakukan penelitian terlihat bahwa 5.53 persen berpotensi aksi radikalisme. Ada juga 27,7 persen mendukung aksi yang dilakukan Osama bin Laden.
“Mengenai masyarakat, kita melakukan penelitian bahwa dari responden yang kita teliti sebanyak 56,0 persen daya tangkal terhadap radikal di Sumsel potensi radikal sedang,”jelasnya.
Menurutnya, paham ini biasanya tumbuh melalui perbedaan berbagai gagasan dan keadilan yang tak merata dan kemudian memanas melalui media sosial yang dipahami masyarakat tanpa melalui pendampingan. Selain itu bisa dilihat dari ciri-ciri yang fanatik, eksklusif dan revolusioner.
“Tapi kita berharap Asian Games dan Sumsel pada umumnya bisa kondusif. Kami berharap Pemkot nersama para RT harus melakukan sosialisasi demi menjaga kondusifitas,”pungkasnya. #sug
Baca:  Dilarang Membangun 3 Bulan Jelang AG
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 22 Agustus

Palembang, BP Pimpinan Pusat Muhammadiyah akhirnya menetapkan bahwa perayaan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah jatuh pada hari Rabu 22 ...