Home / Sumsel / Ogan Ilir / Warga Desa Tanjung Pule Nilai Oknum Kades Tak Becus Mengurus Warga

Warga Desa Tanjung Pule Nilai Oknum Kades Tak Becus Mengurus Warga

Inderalaya, BP — Puluhan warga Desa Tanjung Pule Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI)  menilai oknum Kades Edi Purwanto tak becus mengurusi warga,  bahkan masa kepemimpinannya yang baru dua tahun diduga sudah banyak melakukan pungli,  bahkan parahnya lagi kades tersebut lebih mementingkan pembangunan lapangan sepak bola dibandingkan perbaikan jalan desa menuju sekolah yang sudah hancur lebur.

Wakil Ketua BPD Desa Tanjung Pule Jojo Sukarjono mengatakan saat ini jalan kabupaten  rusak sehingga anak sekolah harus memutar jalan hingga 3km melintas melalui Desa  Patra tani, akibatnya sampai di sekolah kesiangan pukul 09.00-10.00 wib, padahal jadwal belajar pukul 07.00wib.  Tak hanya jalan kabupaten, jalan desa juga turut rusak

“Apalagi soal dana desa tidak tahu menahu kami sebagai BPD,  saat rakyat bertanya kami tidak bisa jawab.  Yang tahu cuma kades,  sebagai bpd seharusnya kita diberi acuan anggaran dana desa,  bahkan apa jenis pembangunannya tidak tahu. seperti pembangunan gorong-gorong desa tiba-tiba ada, nilainya berapa tidak tahu?,” ujarnya

Baca:  Parah, Listrik Puskesmas Inderalaya Padam Lebih dari 2 Minggu

Warga lainnya yang juga mantan kades setempat Tasripin mengatakan kalau oknum kades tersebut tidak paham aturan penggunaan dana desa.  Contohnya dugaan penggunaan dana desa untuk menimbun jalan kabupaten dengan pasir dan sedikit bebatuan sepanjang 50meter yang dibagi dalam dua titik di dekat jembatan. Padahal jalan desa yang menghubungkan RT 3 dan 4 jalannya hancur lebur, selain itu jalan di kampung 2 yang menghubungkan RT 3 dan 4 juga hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki karena jalannya putus dan tanahnya gambut. Parahnya lagi oknum kades malah akan membuat lapangan megah sepak bola seperti stadion dengan biaya Rp 300juta. Tak hanya itu pembangunan balai desa juga terkatung-katung, sampai saat ini baru dibeli batu batanya saja.

“Pembangunan yang menggunakan dana desa dari tahun 2016-2018 tidak sesuai spek diduga ada pelanggaran, rakyat mengeluh. Selain itu saat ini warga diwajibkan untuk membuat surat pengakuan hak (SPH) baru yang dikenakan biaya pungli sebesar Rp400-600ribu per surat dan tergantung luas tanah. Bahkan SPH yang saya tandatangani dulu sudh tidak laku, saya sakit hatilah. Dimana mana semakin lama surat tanah itu semakin bagus untuk membuat sertifikat tanah ke BPN.  Ini malah minta duit ke rakyat,  akibatnya rakyat jadi susah.  Dulu saya jadi kades SPH itu gratis tidak ada biaya! Oknum kades ini memang tidak becus mengurus warga,” tegasnya.

Baca:  Diduga Pembangunan Menggunakan Dana Desa Asal Jadi, Warga Desa Tanjung Pule Protes

Bahkan saat reses Wakil Ketua DPRD I Ahmad Syafei yang diundang adalah warga yang bisa diatur olehnya,  sementara warga lainnya sengaja tidak diundang.  Untungnya kami mengetahui informasi soal ini

Wakil Ketua DPRD I Ahmad Syafei mengatakan sebaiknya dalam menjadi pemimpin atau kades jangan menciptakan gap-gap atau pro kotra dalam masyarakat. “Seharusnya dirangkul semua pihak jangan terkotak-kotak untuk kemajuan desa.  Apalagi adanya dugaan menggunakan dana desa untuk menimbun jalan kabupaten, itukan bukan kewenangan kita kok bisa? Bagaimana spj-nya sementara jalan desa yang di lorong-lorong saja susah dilintasi,  warga mau ke sawah,  kebun,  anak mau sekolah sush lewat.  Apalagi sampai membangun lapangan sepak bola? Harusnya saat perencanaan dibicarakan dengan warga apa yang prioritas. Jadi kita ingin persoalan ini diselesaikan dengan baik,” tegasnya.

Baca:  Kapolres OI AKBP Gazali Ahmad Ngopi Bareng Wartawan

Perwakilan dari BPMD Panca mengatakan tidak mengetahui jika ada problem antara masyarakat dan kadesnya, “kalau kami kabupaten terima perencanaan yang tentunya sudah hasil musyawarah. Kami malah tidak tahu kalau begini,” jelasnya.

Terpisah Kades Tanjung Pule Edi Purwanto mengatakan hal tersebut tidaklah benar dan program kerja sudah dimusyawarkan dengn warga.  “saya merasa dipermalukan, dibully oleh warga, sebenarnya   biaya lapangan bola hanya Rp25juta bukan Rp300juta, jalan juga perlahan sudah diperbaiki,” katanya.  #hen

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Rapat Pertanggungjawaban LKPJ, Anggota DPRD Rahmadi Asyik Tidur

Inderalaya, BP — Parah, menghadiri rapat penting pertanggungjawaban LKPJ Bupati Ogan Ilir (OI)  HM Ilyas Panji Alam, Senin (30/7) di Ruang ...