Home / Sumsel / Ogan Ilir / Wahyudi: Ketua DPRD OI Ibaratnya Cuma Ketua Kelas

Wahyudi: Ketua DPRD OI Ibaratnya Cuma Ketua Kelas

Inderalaya — Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) Wahyudi secara tegas menyatakan bahwa ketidakhadiran Ketua DPRD OI H Endang PU Ishak tidak membuat rapat paripurna Laporan Keuangan Pertanggung jawaban (LKPJ) tahun 2017 oleh Bupati OI HM Ilyas Panji Alam batal, meskipun sempat tertunda hingga skor sampai 3 kali dan molor hingga 6,5 jam dari jadwal semula 9.30 wib.

“Ketua DPRD itu ibaratnya cuma ketua kelas, cuma jubir, berbeda dengan bupati. Ketua DPRD tidak berhak mencampuri hak anggota dewan apalagi soal laporan keuangan. Jadi sebenarnya pimpinan DPRD itu hanya sebagai jubir, karena sifatnya kolektif kolegial. Seperti ini kondisinya ketika anggota dprd memenuhi unsur kuorum 27orang hadir jadi rapat tidak perlu pimpinan, siapapun anggota dewan bisa berperan sebagai pimpinan sidang dan mengambil kuasa atas sidang. Jadi kita berterimakasih kepada seluruh anggota dewan yang sudah hadir disini untuk menghadiri rapat paripurna LKPJ Bupati. Karena kita akan ke tahap selanjutnya pembahasan kuappas,” jelasnya.

Baca:  BERITAPAGI - Sabtu, 22 September 2018

Sementara itu Ketua DPRD OI H Endang PU Ishak belum bisa dimintai keterangannya soal ketidakhadiran dirinya dan anggota fraksi golkar lainnya.

Bupati OI H M Ilyas Panji Alam mengatakan tidak masalah rapat paripurna sampai di skor tiga kali, namun akhirnya berjalan dengan lancar, “ya saya kurang tahu juga mengapa bisa diskor, mungkin sambil menunggu anggota yang lainnya. Tapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar,” katanya.

Baca:  BERITAPAGI - Senin, 6 November 2017

Sebelumnya jumlah anggota DPRD yang hadir tidak mencukupi separuh dari anggota dewan yang hadir hanya 15 anggota sehingga rapat tersebut sempat di skor 3 kali oleh pimpinan sidang Wakil Ketua II Wahyudi. Namun seiring berjalan waktu hingga pukul 16.19wib Sefiyosa datang guna mencukupkan kehadiran 27 anggota dewan

Terpisah Arhandi Tabroni dari frakasi PAN melakukan intrupsi mengatakan paripurna ini penting dalam pengambilan keputusan untuk peresmian pertanggung jawaban yang sudah di audit BPK.

Baca:  BERITAPAGI - Senin, 30 Juli 2018

“Sebelumnya kita sudah rapat paripurna dan belum juga kuorum. Ini sudah 3 hari, belum diputuskan oleh pimpinan sidang harus ada penundaan. Minta skor sekali lagi untuk dibahas di fraksi yang ada disini,” ujarnya. #hen

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sekolah Jurnalistik Desa Diharapkan Cetak Satu Desa Satu Jurnalis

Inderalaya, BP — Pembukaan Sekolah Jurnalistik Desa (SJD) , untuk cetak satu desa satu jurnalistik yang di gagas media cetak, ...