Home / Headline / Lahan Kopi Sering Beralih Fungsi Jadi Perumahan

Lahan Kopi Sering Beralih Fungsi Jadi Perumahan

BP/Dudy Oskandar
Kepala Dinas Perkebunan Sumsel Ir Fahrurozy

Palembang, BP
Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melihat peralihan tanaman perkebunan menjadi lokasi pemukiman hanya terjadi di tanaman kopi.
“Itu terjadi di Pagaralam , Lahat, perkebunan kopi dekat kampung , dusun itu jadi perumahan ,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Ir Fahrurozy, Minggu (29/7).
Sedangkan di komoditi lain , seperti sawit, karet kalau beralih fungsi menjadi perumahan masih lebih besar perluasan komoditi tersebut daripada peralihan menjadi perumahan.
“ Untuk tanaman kopi pengembangannya sudah sangat minim, , sudah masuk bukit situ,” katanya.
Sebelumnya Anggota DPR RI , Fauzi H Amro meminta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas (Mura), Muratara, dan Kota Lubuklinggau menyetop alih fungsi lahan.
Dia ‎mengatakan komitmennya sama saat berada di DPR RI berupaya mengalokasikan bantuan dari Kementerian untuk memajukan Kabupaten Mura, Muratara, dan Kota Lubuklinggau.
Targetnya di Sumatera Selatan (Sumsel) tetap mempertahankan sebagai daerah surplus beras setiap tahunnya serta mensejahterakan petani dan peternak.
Tentunya, untuk mempertahankan surplus beras ketiga wilayah harus menyetop alih fungsi lahan. Kalau alih fungsi terus berlanjut sudah tentu sulit untuk surplus.
“Kita minta stop alih fungsi lahan pertanian. Kita juga akan petakan, berapa jumlah sawah, kebun, petani, peternak hingga ternak kita ingin yang real. Agar bantuan yang dibagikan tepat sasaran, dan termanfaatkan secara optimal,” katanya saat reses di wilayah Mura beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, khusus untuk Mura dan Muratara, ia berkeinginan kedua daerah ini segera keluar dari status daerah tertinggal.
“Kemarin kita support ‎dari infrastruktur seperti jalan dan bandara, maka kini dari bidang pertanian, perkebunan dan kehutanan,” jelasnya.
Dijelaskannya, anggaran bantuan yang bisa diserap daerah untuk tahun 2017 mendatang jumlahnya mencapai Rp2,1 triliun. Dari anggaran tersebut Kementrian Pertanian mendapat alokasi dana Rp21,6 triliun.
Masih katanya bantuan-bantuan yang bisa dialokasikan ke daerah,bidang pertanian, ada program cetak sawah baru, alat-alat pertanian mulai dari hand traktor roda dua dan roda empat, alat bantu panen, pompa air, asuransi padi, serta sarana dan prasarana lainnya.
Kemudian di bidang perkebunan ada bantuan peremajaan bibit dan perkebunan rakyat. Di bidang peternakan, ada bantuan asuransi ternak yang dialokasikan hingga 3‎3.000 ekor sapi.
“Semua ini akan kita kawal, agar benar-benar terealisasi kedaerah kita untuk mempermudah petani dan peternak,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPU Sumsel Proses Percetakan APK

Palembang, BP   Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel masih memproses pencetakan Alat Peraga Kampanye (APK) untuk partai politik peserta pemilu. ...