Home / Headline / 57 Bukti Kecurangan Diterima MK

57 Bukti Kecurangan Diterima MK

BP/IST
Tim Advokasi Sarimuda-Rozak.

//Tim Advokasi Sarimuda-Rozak Optimis Pasangan Harfit Didiskualifikasi

Palembang, BP
Sidang perdana gugatan sengketa Pemilihan Walikota (Pilwako) Palembang antara pemohon pasangan calon (Paslon) Sarimuda-Abdul Rozak dengan termohon Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang selesai dilaksanakan, di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (26/7).
Dihadapan Majelis Hakim MK yang diketuai Majelis Hakim Arief Hidayat, dengan anggota Suhartoyo dan Maria Farida Indrati, pemohon mengajukan permohonan Pembatalan Keputusan KPU Kota Palembang Nomor. 175/PL.03 6-Kpt/1671/KPU-Kpt/Vll/2018 Tanggal 4 Juli 2018 Tentang Penetapan Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Palembang 2018.
Pada gugatan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan perkara nomor : 25/PHP.KOT-XVI/2018 sebanyak 57 alat bukti dari kuasa hukum Sarimuda-Rozak diterima oleh majelis tanpa ada catatan.
“Kita sudah bacakan permohonan pada sidang perdana kemarin, alhamdulillah semua alat bukti kita diterima majelis serta tak mendapatkan catatan,” ujar Ketua Tim Advokasi Sarimuda-Rozak Rizki Syaputra, Jumat (27/7).
Masih dijelaskan dia, ke 57 alat bukti tersebut berisikan kecurangan yang terstruktur, masif dan sistematis dari Paslon nomor urut 1 dalam Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018 lalu. Adapun alat bukti berisikan video, dokumen dan surat pernyataan.
“Kita tidak bahas masalah hasil rekapitulasi, kita mempersoalkan kecurangan yang sistematis, masif dan terstruktur pada saat tahapan sebelum dan sesudah Pilkada,” tegasnya.
Selain dugaan kecurangan secara sistematis, sambung dia, pihaknya juga menyoalkan mengenai Perwali dari Pjs Walikota Palembang mengenai kenaikan intensif RT/RW yang belum disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang.
Dengan banyaknya bukti yang telah diterima majelis hakim, Rizki optimis bahwa Paslon dengan nomor urut 1 tersebut akan didiskualifikasi dari Pilwako Palembang.
“Kita optimis Paslon 1 (Harno dan Fitri-red) akan didiskualifikasi karena kecurangan yang mereka perbuat,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Terus Bersama Warga Terdampak Kabut Asap, ACT Kembali Kirimkan Armada Bantuan

Palembang, BP--Upaya meredam kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda Provinsi Sumatera Selatan beberapa hari terakhir, membuat ...