Home / Headline / Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lift BPKAD Palembang

Kejari Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Lift BPKAD Palembang

Kasi Pidsus Kejari Palembang Andi, SH didampingi Kasi Intelijen Eko Yuristianto, SH. BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Penyidik Kejaksaan Negeri Palembang menetapkan dua orang tersangka terkait kasus korupsi lift Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Palembang tahun 2016.

Kasi Pidsus Kejari Palembang Andi, SH mengatakan, dua tersangka tersebut yakni satu orang PNS berinisial ARM dan satu orang dari PT Japri Sentosa yang merupakan rekanan sebagai pelaksana pada proyek pengadaan lift berinisial M.

Baca:  Pejabat Muaraenim Ditetapkan Tersangka Korupsi

“Sebelumnya keduanya hanya berstatus sebatas saksi. Namun setelah diperiksa dan didapatkan bukti yang cukup kuat, keduanya dijadikan tersangka,” ujar Andi, Selasa (24/7).

Andi yang didampingi Kasi Intelijen Eko Yuristianto, SH mengatakan, tersangka ARM kini memiliki jabatan di Sekretariat Kota (Setda) Palembang. Pada pengadaan lift di kantor BPKAD tahun 2016, ARM berperan sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan lift tersebut.

Sementara jabatannya saat itu merupakan Kabid Anggaran BPKAD Palembang. Sedangkan tersangka M sebagai rekanan atau pelaksana.

Baca:  Pejabat Diperingatkan Jangan Sampai Terjerat Hukum

“ARM tercatat sebagai warga Palembang, sedangkan M warga domisili dari Jakarta. Tersangka M ini merupakan distributor salah satu produk lift dari Cina,” ujarnya.

Andi mengatakan, kedua tersangka belum dilakukan penahanan dan masih dalam proses pemanggilan. Pada pemangilan pertama, memang keduanya tidak hadir dengan adanya alasan. Namun akan dilanjutkan pada pemanggilan kedua.

“Kalau memang pemanggilan kedua tidak hadir tanpa adanya alasan yang jelas, tentu akan kita jemput paksa. Tapi kami yakin keduanya koperatif karena selama ini selalu hadir jika dipanggil,” ujarnya.

Baca:  Berkas Dua Korupsi Jagaraga P21

Lebih lanjut Andi menjelaskan, jumlah kerugian negara yang diderita akibat dugaan korupsi tersebut masih dihitung. Andi berujar, selama proses penyidikan masih berlangsung, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

“Kerugian negara masih dihitung oleh pihak yang ahli. Namun dari penghitungan jaksa penyidik, kerugian negaranya berkisar Rp310 juta. Pastinya saat ini jaksa penyidik masih terus melakukan penyidikan lebih lanjut,” ujarnya. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

HUT 74 RI, Ratusan Kilometer Jalan di OKI Diperbaiki

Kayuagung, BP–Kabar baik bagi warga Ogan Komering Ilir karena pada peringatan HUT ke 74 Republik Indonesia tahun ini pemerintah setempat ...