Home / Headline / Pedagang Sudirman Ancam Tutup Toko Selama Asean Games

Pedagang Sudirman Ancam Tutup Toko Selama Asean Games

BP/IST
Sejumlah pedagang sepanjang Jalan Jendral Sudirman saat bertemu anggota DPRD Palembang Hardi

#Dampak Penutupan Jalan Tanpa Sosialisasi

Palembang, BP
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Dinas Perhubungan Kota Palembang Nomor :00027/SE/UPTD/VI yang ditujukan kepada pemilik toko dan juru parkir untuk tidak parkir disepanjang jalan protokol di Kota Palembang. Ternyata berdampak pada ancaman dari para pedagang untuk menutup toko selama berlangsung perhelatan Asean Games.
Sejumlah pedagang yang memiliki toko khususnya sepanjang Jalan Sudirman dari Simpang Charitas hingga Bundaran Air Mancur, Jum’at,(20/7) mengadu ke salah satu anggota DPRD Kota Palembang, Hardi.
“Jika kebijakan ini tidak dievaluasi maka kami akan tutup toko selama Asean Games,” kata Agus Warso pemilik pemilik suku cadang dan genset Sarinah.
Dijelaskannya, saat ini dengan diberlakukan larangan parkir omzet kami turun drastis hingga mencapai 70 persen diakibatkan konsumen terutama yang membawa kendaraan malas untuk ke toko lantaran tidak bisa memarkirkan kendaraannya,” katanya.
Agus menyebut, dalam memberlakukan kebijakan larangan parkir, Dishub Kota Palembang sama sekali belum pernah mensosialisasikannya kepada pemilik toko yang baru mengetahuinya setelah menerima surat edaran (SE) dari Dishub Kota Palembang yang berisi soal larangan parkir di ruas jalan protokol tersebut
“Yang kami keluhkan kenapa saat ini hanya di Jalan Jenderal Sudirman mulai dari Simpang Empat Charitas hingga di depan Bundaran Air Mancur saja yang dilarang parkir, sedangkan di luar itu sudah diperbolehkan ? Kenapa terkesan sengaja tebang pilih,” kata Agus yang mengaku sudah lebih dari 20 tahun lamanya berdagang di Jalan Sudirman diiyakan sejumlah pemilik toko lainnya.
Kerugian lain, yang ditimbulkan akibat kebijakan yang dinilai sepihak ini jangankan untuk bisa menangguk keuntungan saat ini juga untuk dropping (bongkar muat) barang yang selama ini dilakukan perusahaan ekspedisi juga tidak dapat dilakukan lagi.
“Ekspedisi minta kami mengambil sendiri barang di kantornya karena kalau dropping ke toko mereka tak berani lantaran takut di denda oleh petugas Dishub Palembang yang berjaga di Jalan Sudirman,” kata Agus yang mengaku dampaknya mereka juga harus merogoh kocek yang dalam karena mesti mengeluarkan biaya tambahan buat mengambil barang di ekspedisi.
Tak cukup sampai disitu, bahkan pegawainya yang biasa membawa motor pun ketakutan. Lahan parkir yang disediakan juga tak sesuai, sebab sangat jauh dari lokasi tempatnya berjualan. Alhasil Agus juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos para pegawainya.
Selain itu, banyak juga keluhan yang dilontarkan oleh konsumennya. Sebab, saat memarkir kendaraan di kantong parkir yang disediakan seperti kaca spion dan body mobil lecet, hal itu membuatnya tak enak hati kepada pelanggan.
“Kami pedagang sepenuhnya mendukung pelarangan parkir oleh pemerintah demi Asian Games, tapi kami juga minta bagaimana solusi terbaik, agar kedepannya tidak ada penurunan omset lagi, Jika tetap tak diindahkan kami sepakat selama penyelenggaraan Asian Games bakal memilih menutup toko ketimbang harus menanggung kerugian yan lebih besar lagi nantinya,” katanya diiyakan sejumlah pedagang lain.
Terkait pengenaan denda ini juga diiyakan Efendi, pemilik toko Champion Motor yang mengaku pelanggannya mengeluhkan penerapan denda saat kedapatan parkir di depan toko. “Denda yang diterapkan berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp250 ribu tapi begitu dibayar tanpa disertai dengan tanda bukti pelanggaran, jika tarif resminya hingga Rp400 ribu,” kata Efendi.
Untuk dikatahui total pedagang yang berada di Jalan Sudirman mencapai ratusan terdiri dari rumah makan, sparepart, elektronik hingga kebutuhan rumah tangga. Sedangkan kalau dihitung dari Bandara sampai Jakabaring bisa mencapai ribuan toko.
Menyikapi hal ini, anggota DPRD Palembang dari Fraksi NasDem, Hardi menilai sepertinya dalam pemberlakukan kebijakan dari Disbuh Palembang ini ada persoalan mendasar.
Harus ada poin dalam surat edaran seperti pembuatan drop zone parkir serta tata cara masyarakat yang ingin membeli diberikan waktu atau harus menghidupkan lampu sen yang menandakan tidak akan lama parkir.
Selain itu, kantong parkir yang disiapkan juga sudah terisi, yaitu telah dipakai oleh pemilik usaha lainnya. Contohnya seperti di Atmo dimana sudah tidak ada lahan lagi untuk parkir mobil yang ingin berbelanja di Sudirman.
“Kalau saya mendengar aspirasi pedagang, mereka tidak masalah adanya Asian Games ini. Tapi bagaimana mencari solusi, apalagi saya mendapatkan adanya pungutan liar olej oknum usai melakukan tindakan penggembokan mobil, ini yang lagi saya telusuri,” kata politisi Partai NasDem ini.
Kini permasalahan pedagang atas adanya surat edaran akan dibawa ke DPRD Palembang. Rencananya Komisi II akan melakukan dengar pendapat bersama pedagang dan instansi terkait.
“Paling cepat Kamis besok, kebetulan Ketua Komisi II sudah bersedia ingin mencari solusi,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

150 Tenant Beri Diskon di ‘Palembang Great Sale’

Palembang, BP–Menyambut Asian Games 2018, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menggelar Palembang Great Sale untuk pertama kalinya digelar di ...