Home / Headline / Kasus Korupsi Alkes RSUD OKUT Masuk Tahap Tuntutan

Kasus Korupsi Alkes RSUD OKUT Masuk Tahap Tuntutan

Dr Dora tertunduk dan berusaha menutupi wajahnya saat memasuki mobil tahanan usai diperiksa.

Palembang, BP–Penyidik Kejati Sumsel dan Kejari OKU Timur menyatakan penyidikan terhadap dr Dora Djunita Pohan, mantan Direktur RSUD OKU Timur, selesai dan dilanjutkan pada tahapan tuntutan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel Ali Mukartono mengatakan, dalam tuntutan jaksa, dr Dora dikenakan pasal 2 dan 3 Undang-undang (UU) Tipikor dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Diketahui dr Dora menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pembelian alat kesehatan (alkes) di RUD OKU Timur dengan kerugian negara sebesar Rp500 juta.
“Kami sudah menerima pelimpahan tahap dua untuk tersangka yang bersangkutan (dr Dora). Maka proses penyidikan dianggap selesai dan dilanjutkan dengan tahap penuntutan oleh JPU (Jaksa Penuntut Umum),” ujarnya, Kamis (19/7).
Ali yang didampingi Aspidsus Kejati Sumsel Agnes Triani mengatakan, untuk dakwaan yang dikenakan yakni terkait dengan penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang. Ada dua undang-undang yan diterapkan yakni UU Tipikor dan TPPU.
Kedua berkas akan dimasukkan dalam satu dakwaan dan tidak terpisah yang menggunakan dakwaan primer dan subsider.
“Dari penyidikannya yang melihat hasil pemeriksaan dan audit BPKP, negara dirugikan Rp500 juta atas perbuatan tersangka,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan, dr Dora dijemput menggunakan mobil tahanan. Selama pemeriksaan, dr Dora didampingi kuasa hukumnya. Seusai menjalani pemeriksaan tahap dua, dr Dora yang mengenakan jilbab warna hitam selalu tertunduk dengan berusaha menutupi wajahnya.
Abunawar Basyeban, SH selaku kuasa hukum dr Dora enggan memberikan keterangannya terkait proses tahap kedua. “Silakan tanya saja ke jaksanya, saya takut salah memberikan komentar,” ujarnya singkat.
Selain melanjutkan penyidikan terhadap dr Dora dan tetap dilakukan penahanan, penyidik Kejati Sumsel juga menetapkan dan menahan tersangka atas nama Lisnawati, bendahara di DPRD Kabupaten OKU Timur.
Lisnawati  diduga telah melakukan korupsi dana kegiatan pimpinan DPRD dan anggota DPRD Kabupaten OKU Tahun 2015 dengan kerugian negara sekitar Rp 900 juta lebih.
Lisnawati yang selesai menjalani proses penyidikan, langsung dilakukan penahanan. Penyidik menyatakan telah menemukan dua bukti yang dianggap cukup untuk menetapkan dan menahannya selama 20 hari kedepan. #idz
Baca:  Dr Dora Dijerat Pidana Pencucian Uang
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mereka Keluhkan Melemahnya Rupiah

Palembang, BP Sekretaris Kantor Wilayah (Kanwil) Pandu Tani Indonesia (Patani)  Sumsel, Husyam Usman  menilai pelemahan dan penguatan rupiah dalam skala tertentu  serta ...