Home / Headline / Gubernur Sumsel Dan Walikota Palembang Harus Bangkitkan Nilai-Nilai Sejarah Dalam Pembangunan

Gubernur Sumsel Dan Walikota Palembang Harus Bangkitkan Nilai-Nilai Sejarah Dalam Pembangunan

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah kota Palembang Dr Suherman SPd M Si

Palembang, BP
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah kota Palembang Dr Suherman SPd M Si menilai,  pentingnya gerakan-gerakan masyarakat-masyarakat pecinta sejarah termasuk organisasi aksi asosiasi guru sejarah Indonesia baik tingkat provinsi dan kabupaten kota dan masyarakat sejarah Indonesia provinsi dan kabupaten kota dan dibawah naungan MGMP sejarah kota Palembang dan provinsi guna membangkitkan nilai-nilai pembangunan sejarah di kota Palembang termasuk di Sumsel terutama kepada para pemangku kebijakan dan pimpinan darerah di Sumsel.
“ Konsep ini dapat berjalan dengan baik, apabila kita adanya dialog antara pemerintah , terutama pemerintah kota Palembang, provinsi , Gubernur dan walikota, adanya duduk bersama dengan lembaga-lembaga adat , artinya konsep pembangunan kota Palembang ada dua dimensi, pertama dimensi konsep kota dan dimensi konsep provinsi, “ katanya, Kamis (19/7).
Dan diharapkan,  konsep-konsep dalam pembangunan kota Palembang , tidak menghilangkan nilai-nilai sejarah, artinya jika membangun misalnya membangun Jembatan Ampera tapi tidak menghilangkan nilai-nilai sejarah.
“ Kita lihat sekarang Ampera di percantik dipasang kramik dan pagar pengaman ditambah satu meter saya ucapkan terima kasih kepada bapak Gubernur Alex Noerdin berserta jajaran dan Wagub Sumsel, artinya ini tidak menghilangkan nilai sejarah , yang kita khawatir tenggelamnya sejarah kita , saya lihat di Bukit Siguntang, karena pembangunan itu harus melibatkan semua unsur, bagaimana peran tokoh masyarakat, tokoh masyarakat sejarah , lembaga adat kita , libatkan guru sejarah dan masyarakat sejarah Indonesia, taoi konsep mana yang kita relokasi dan mana yang dipertahankan,” katanya.
Pihaknya siap atas nama MGMP atas nama masyarakat sejarah Indonesia memulai hal tersebut.
“ Kemarin saya sudah berbicara dengan ibu Farida (ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Sumsel), saya minta kita ada konsep , bagaimana nilai-nilai sejarah di kota Palembang ini harus kita lakukan kedepan, artinya kedepan kita sebagai MSI, saya sebagai pengurus, saya sebagai MGMP , mari duduk bersama kedepan, karena Palembang kota tertua di Indonesia, nilai-nilai konsep sejarah dan diharapkan kepada pemerintah baik kota dan Provinsi agar nilai sejarah itu tidak terlupakan, tidak termakan pembangunan mengarah ke moderenisasi, konsep nilai sejarah harus kita pertahankan ,” katanya.
Salah satu usul,  perlu adanya perda dimana setiap pembangunan gedung di Palembang harus dibangun dengan konsep rumah limas , “ Saya berharap ada perda setiap nama-nama instansi, nama perkantoran ada dimasukkan nama Sriwijaya, karena kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan terbesar di Asia,” katanya.
Konsep ini akan diajukan setelah Asian Games kepada Gubernur dan Walikota Palembang. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tiga Kabupaten Kota di Sumsel PPP Raih Kursi Wakil Ketua DPRD

Palembang, BP Ketua DPW PPP Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Sutikno mengakui telah melakukan evaluasi hasil pemilu 2019 terkait perolehan ...