Home / Headline / Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Banyuasin

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Banyuasin

Rumah kontrakan tempat Suparman digrebek. BP/HAFIDZ TRIJANUAR

Palembang, BP–Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tujuh terduga teroris di Kabupaten Banyuasin, Rabu (18/7) malam.

Informasinya, salah satu terduga teroris yang ditangkap yakni Suparman (30), Jalan R Sukamto, Lorong Masjid, RT38, Kelurahan 8 Ilir, Palembang yang mengontrak di lokasi penggerebekan sejak 1,5 tahun lalu.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita dua unit ponsel, dua pipa paralon berukuran 40 sentimeter, satu bungkus penjernih air alumunium sulfat, selembar fotokopi surat Yayasan Dakwah, tiga lembar surat panggilan untuk Suparman dari Ditreskrimsus Polda, buku ensiklopedia Islam kaffah.

Dari lokasi penangkapan pertama, Densus bergerak ke Jalan Sabar Jaya dan mengamankan satu terduga teroris lainnya yakni A Rafiq (33), warga RT4/1, Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Banyuasin.

Dari tangan terduga disita barang bukti berupa dua unit ponsel, satu unit tablet, satu unit kamera, satu unit multitaster, dan satu buku jihad tablis iblis.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan penangkapan tersebut.

“Memang benar kemarin malam penangkapan berlangsung sekitar lima jam oleh Densus 88. Polda Sumsel hanya back up. Jumlahnya ada tujuh orang, ini merupakan sel-sel teroris yang ada di sumsel. Sekarang sudah dibawa untuk diperiksa,” jelas Kapolda Sumsel.

Baca:  12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Tujuh orang terduga teroris yang diamanakan Densus 88 Antiteror tersebut merupakan jaringan Abu Husnah yang berbasis di Solo, Jawa Tengah.

Zulkarnain berujar, tujuh terduga teroris itu masuk dalam kelompok Jamaah Anshorud Khilafah (JAK) yang berkiblat ke ISIS dan dipimpin Abu Husnah.

“Mereka ini bagian Abu Husnah yang ada di Solo mereka kiblatnya kesana. Salah satu terduga yang diamankan ada yang berumur 21 tahun dan ayahnya sudah ditangkap di Lampung kelompok dari pada Jamaah Ansharud Daulah (JAD), “ kata Zulkarnain.

Kapolda berujar, beberapa barang bukti seperti pipa paralon, serta buku-buku jihad dari para terduga tersangka masih diselidiki petugas akan kegunaannya. Dirinya belum bisa menyimpulkan para terduga akan beraksi dimana.

“Kita masih selidiki mereka ini untuk aksi Amaliah dimana. Memang sel-sel teroris di Sumsel masih ada,” ujarnya.

Tertangkapnya tujuh terduga teroris di Sumsel oleh tim Densus 88, menurut Zulkarnain sebagai upaya untuk menciptakan suasana kondusif saat Asian Games mendatang. Sehingga para tamu negara bisa datang dengan tenang ke Bumi Sriwijaya.

Baca:  Satu Pelaku Teroris Anak-Anak Di Serahkan Ke KPAI

“Ini juga sebagai upaya melakukan langkah penertiban di masyarakat, apalagi kita ini akan melangsungkan hajatan Asian Games,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan lapangan, para tetangga SP (31) yang ditangkap Densus 88 Antiteror di rumah kontrakannya Jalan Petaling, Kelurahan Mariana, Kecamatan Bayuasin 1, Kabupaten Banyuasin tak menyangka jika bapak satu anak tersebut terlibat dalam jaringan teroris.

Kesehariannya SP dikenal sebagai warga yang ramah serta suka bergaul dilingkungan mereka. Selama 1,5 tahun tinggal disana, SP bekerja sebagai penjual jamu dan kemplang panggang di pasar pagi Mariana. SP suka mejajakan kemplang panggang dan Jamu kepada berkeliling kampung.

“Tidak pernah ada yang mencurigakan, kalau ngomong juga biasa saja. tidak ada bahas soal agama, atau terori-teroris macam itu. Kerjaannya jual jamu sama kemplang panggang,” kata Ibrahim (50) tetangga SP.

Ibrahim mengatakan, SP memang dikenal sebagai orang yang taat beribadah. Hampir setiap hari dia selalu datang ke masjid ditempat dia tinggal dan shalat bersama para jemaah lain.

Baca:  Dua Teduga Teroris Temui Dosen Untuk Bayar Utang

“Pulang dari masjid biasanya ngobrol sama warga duduk diwarung. Ya memang tidak ada yang mencurigakan,” ujarnya.

Pada Rabu (18/7) malam kemarin, Ibrahim sempat terkejut atas kedatangan tim Densus 88 dengan menggunakan senjata lengkap langsung mengepung kediaman SP.

Malam itu, menurutnya istri SP pun berada dirumah bersama anak mereka. Warga pun hanya melihat dari kejahuan saat proses penangkapan SP hingga dibawa ke mobil.

“Kami hanya lihat dari jarak sekitar 200 meter, SP langsung dimasukkan kedalam mobil. Dia memang mengontrak disini, ngakunya orang Palembang, tinggal di Kecamatan Kertapati,” ungkap tetangga SP.

Sedangkan AR (33) yang juga ikut diamankan densus 88, bekerja sebagai mekanik bengkel motor tak jauh dari kediamannya. AR pun, memang warga asli banyuasin dan membuka usaha bengkel motor.

“Kalau AR kami juga tahu, dia warga asli sini, sejak lahir sudah disini dan membuka bengkel motor,” tambah Masdalena (27) warga sekitar.

Pasca penangkapan itu, kediaman SP pun kini telah dipasang garis Polisi disekeliling rumah. Sementara istri bersama anaknya yang ada didalam enggan keluar usai suaminya ditangkap. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pelantikan Ketua DPRD Sumsel Tunggu SK Kemendagri

Palembang, BP Kapan pelantikan Ketua DPRD Sumsel belum dapat dipastikan. Pasalnya hingga kini, sekretaris DPRD Sumsel belum menerima Surat Keputusan ...