Home / Pemerintahan / Demokrat Menunggu, Gerindra Minta Kerelaan Parpol

Demokrat Menunggu, Gerindra Minta Kerelaan Parpol

Hinca Panjaitan

Jakarta, BP–Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menegaskan, Partai  Demokrat masih menunggu, membaca, dan  mengintip perkembangan cawapres Jokowi maupun Prabowo. Setelah mereka mengumumkan cawapres, Partai Demokrat barulah menentukan sikap untuk berkoalisi kepada siapa. Bisa ke Jokowi, Prabowo, atau membentuk poros ketiga.
“Masih ada waktu hingga 10 Agustus nanti. Perkembangan semakin mencair, karena salah satu capres yang didukung koalisi parpol belum mendeklarasikan pasangannya. Kalau paslon sudah deklarasi, akan makin konkret koalisi itu dan bisa jadi partai yang telah berkoalisi cari jalan lain. Yang jelas,  kita menentukan sikap di last minute pada 9 Agustus sebelum pendaftaran paslon capres-cawapres ke KPU ditutup,” tegas Hinca di ruangan diskusi Wartawan DPR Jakarta, Kamis (12/7).
Menurut Hinca, setiap parpol memiliki kader berkualitas yang siap menjadi pemimpin nasional. Oleh sebab itu, parpol jangan terlalu ego dengan pendirian masing-masing, melainkan bersama-sama mempersiapkan calon pemimpin masa depan. Jika semua parpol memaksakan kehendak ingin menjadi presiden atau wapres, akan sulit menjadi pemenang.
Dia juga berharap, jangan sampai Jokowi melawan kotak kosong yang akan mengancam demokrasi. Kasus pilkada kota Makassar harus menjadi pelajaran yang sangat  mencederai demokrasi karena dimenangkan kotak kosong. “Penduduk Indonesia 260 jutaan dan banyak Parpol. Sehingga agak aneh bila terjadi Pilpres calon tunggal,” tuturnya seraya menambahkan, Demokrat mengumpulkan DPC seluruh Indonesia 23 Juli 2018 untuk mendengar suara akar rumput.
“Setiap DPC akan menyampaikan aspirasi  siapa capres-cawapres yang  didukung  rakyat. Demokrat akan mendengar suara dari bawah dulu sebelum memutuskan koalisi,” tegas Hinca.
Sekjen PAN Yandri Sutanto menyatakan, bila terjadi koalisi dengan beberapa partai,  mereka telah mempersiapkan sejumlah nama  untuk menduduki jabatan capres atau cawapres. Jika Gerindra berkoalisi dengan PAN, kemungkinan Zulkifli Hasan, Amien Rais, atau Sutrisno Bahchir disodorkan menjadi cawapres. “Koalisi bukan hanya memenuhi syarat menjadi capres dan cawapres, namun harus siap dimenangkan. Dengan demikian perlu dipikirkan siapa saja yang dilibatkan untuk itu,” jelas Yandri.
Nizar Zahro dari Partai Gerindra menyebutkan, Partai Gerindra telah memutuskan Ketua Umum Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan sekaligus memberikan mandat mencari partai koalisi. Partai Gerindra hanya membutuhkan satu parpol untuk memenuhi syarat pencalonan di Pilpres sedangkan parpol yang belum menentukan sikap masih banyak. “Dibutuhkan kerelaan dari partai koalisi dengan konsensus agar paslon bisa berjalan,” paparnya. #duk

Baca:  RUU Wawasan Nusantara Diperlukan
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jasa Raharja Pastikan Santunan Korban Lion Air

  Palembang, BP PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sumatera Selatan telah melakukan langkah cepat guna menindaklanjuti musibah jatuhnya pesawat Lion ...