Home / Headline / Angkat Sejarah Sriwijaya

Angkat Sejarah Sriwijaya

BP/DUDY OSKANDAR
Anggota tim ahli cagar budaya nasional, Yunus Satrio Atmojo (tengah) berkaca mata saat berpoto bersama

Palembang, BP
Anggota tim ahli cagar budaya nasional, Yunus Satrio Atmojo mengatakan, kalau Palembang identik dengan Sriwijaya , kota Palembang tidak bisa lepas dari sejarah Sriwijaya dimana Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan yang besar di Indonesia yang pengaruhnya sampai Asia Tenggara.
“Kalau orang bertanya di Palembang mana tinggalan Sriwijaya , inilah yang harus kita angkat sekarang , jadi sebetulnya peran masyarakat cukup besar, ketika mereka merasakan kalau mereka bagian dari sejarah mereka,” katanya saat menjadi pemateri dalam acara sosialisasi cagar budaya tahun 2018 yang di gelar oleh Dinas Kebudayaan kota Palembang di Hotel 101, Palembang, Kamis (12/7).

Baca:  ESP Dukung Sarimuda-Rozak Di Pilkada Palembang

Karena itu peran pemerintah mendorong supaya masyarakat dan pemerintah sama-sama melakukan pelestarian cagar budaya.
Dia melihat,  kota Palembang perubahannya sangat cepat akibatnya banyak data lama hilang yang merupakan bagian dari sejarah kota Palembang.
“ Kita dalam upaya kampanye melalui sosialisasi cagar budaya ini ingin mengingatkan kembali bahwa sejarah itu penting bagi generasi muda dan tua, kampanye ini mengajak orang untuk bersama-sama melestarikan cagar budaya, karena dari cagar budaya ini sumber sejarah nanti akan timbul,” katanya.
Karena itu untuk mendaftarkan cagar budaya di lingkungan sehingga bisa diakui bahwa benda itu ada, milik siapa, dalam bentuk apa.
“Data inilah yang akan digunakan untuk penulisan sejarah, , persoalannya banyak masyarakat tidak sadar bahwa itu cagar budaya dan mereka tidak sadar kalau nilainya tinggi untuk penulisan sejarah dan membangun karakter Palembang, jadi kalau masyarakat menyadarinya dan bersama-sama mau mendaftarkan maka sedikit demi sedikit kita akan dapatkan bukti lebih lebih banyak sejarah kota Palembang,” katanya.
Dan bukti bukti sejarah ini bisa menjadi bukti peninggalan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang misalnya menjadi bukti sejarah , Sumsel dan Indonesia.
Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sudirman Tegoeh diwakili oleh Kabid Cagar budaya dan permuseuman Abdul Gani mengatakan,  pihaknya melakukan sosialisasi cagar budaya tahun 2018 ini dimana cagar budaya adalah warisan kebudayaan bersifat kebendaan, berupa benda cagar budaya , bangunan cagar budaya struktur cagar budaya , kawasan cagar budaya di darat dan di air yang perlu dilestarikan dan memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan dan pendidikan, kebudayaan.
Kegiatan ini menurutnya,  untuk mengajak partisipasi masyarakat dan turut serta dan mendaftarka cagar budaya yang ada dilingkungannya guna pelestarian cagar budaya.
“Peserta 150 orang dari akademisi, komunitas, tokoh masyarakat, guru dan sebagainya,” katanya.
Sedangkan nara sumber acara ini tim ahli cagar budaya Provinsi Sumsel, Ari Siswanto dari Arsitek, penggiat kebudayaan, Wanda Lesmana, ahli hukum dari Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) Rd Moh Ikhsan, Arkeolog dari Balar Sumsel, Retno Purwati . Acara dilanjutkan dengan paparan nara sumber dan dilanjutkan tanya jawab. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gubernur Sumsel Klaim Tak Ada Lagi Angkutan Batubara Jalur Muaraenim-Palembang

Palembang, BP Terkait dengan angkutan batubara yang masih beroperasi di jalan Kabupaten Muara Enim menuju Kota Prabumulih dan Kota Prabumulih ...