Home / Headline / Delegasi International Conference On Social Studies And Humanities Susuri Jejak Parameswara di Palembang

Delegasi International Conference On Social Studies And Humanities Susuri Jejak Parameswara di Palembang

BP/DUDY OSKANDAR
Para peserta Seminar Internasional Ilmu Sosial, Kemanusiaan, dan Pendidikan (International Conference On Social Studies And Humanities (ICOSH 2018) serta menelusuri Jejak Prameswara di Palembang, Sumatera Selatan dari tanggal 5 sampai 8 Juli 2018 Kamis (5/7) melakukan kunjungan ke rumah adat, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Fawaz Diradja di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang

Palembang, BP
Perjalanan mengarungi Samudera yang dilakukan salah satu petinggi Kerajayaan Sriwijaya yang dikenal dengan nama Parameswara dari Negeri Sriwijaya (Palembang sekarang, Red) menuju Semenanjung Melayu, Malaka, pada abad ke-14 silam bukti kekuatan Maritim negeri ini.
Keberanian dan kegagahan Parameswara itu tidak lepas dari sejarah terbentuknya Kesultanan Malaka bahkan usia Malaka yang kini sudah 750 tahun itu hampir seumur dengan kedatangan Parameswara berlabuh di Melaka dan mendirikan Melaka yang kini masuk dalam bagian negara Malaysia.
Sejarah Napak Tilas jejak Parameswara itu kini dilakukan di kota Palembang oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Sriwijaya, Universitas kebangsaan Malaysia, dan Asosiasi Guru Sejarah Indonesia yang menyelenggarakan Seminar Internasional Ilmu Sosial, Kemanusiaan, dan Pendidikan (International Conference On Social Studies And Humanities (ICOSH 2018) serta menelusuri Jejak Parameswara di Palembang, Sumatera Selatan dari tanggal 5 sampai 8 Juli 2018.
Pada hari pertama acara, para peserta, Kamis (5/7) melakukan kunjungan ke rumah adat, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Fawaz Diradja di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang setelah sebelumnya melakukan pembukaan acara di Fisip Unsri.

BP/DUDY OSKANDAR
Para peserta Seminar Internasional Ilmu Sosial, Kemanusiaan, dan Pendidikan (International Conference On Social Studies And Humanities (ICOSH 2018) serta menelusuri Jejak Prameswara di Palembang, Sumatera Selatan dari tanggal 5 sampai 8 Juli 2018 Kamis (5/7) melakukan kunjungan ke rumah adat, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Fawaz Diradja di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang

Menurut Ketua Panitia Prof Dr Alfitri Msi mengatakan, kalau kunjungan kali ini tepat karena Kesultanan Palembang Darussalam adalah pewarisan dari pemerintahan Kerajaan Sriwijaya sampai saat ini masih melanjutkannya adalah Kesultanan Palembang Darussalam yang masih ada zuriatnya Sultan Mahmud Badaruddin IV Fawaz Diradja sebagai pelanjut tahta Sultan Mahmud Badaruddin III.
“ Delegasi ini terdiri dari delegasi Universiti Kebangsaan Malaysia terdiri dari mahasiswa doctoral, mahasiswa master di Faculty Pendidikan ,University Kebangsaan Malaysia termasuk juga guru-guru sejarah dari Malaysia,” kata Alfitri yang juga Wakil Dekan Fisip Unsri.
Selain itu hadir guru-guru sejarah se- Indonesia , sekota Palembang dan seluruh Sumsel, mahasiswa dari , Unsri dan guru sejarah dari asosiasi guru sejarah .
“Kami datang kesini untuk menjejaki sejarah lama Parameswara , tokoh pendiri negara Malaysia, oleh sebab ini dua hari ini nanti akan ada kunjungan ke situs-situs sejarah berkaitan dengan jejak Parameswara dan akan ditutup dengan internasional conprence yang akan diadakan Sabtu di Hotel Zuri, Palembang,” katanya.
Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada SMB IV yang sudah menerima delegasi ini dan berkerjasama untuk menyiapkan segala sesuatunya termasuk nanti ada makan ala Palembang disediakan menu Palembang.
“ Terima kasih kepada group musik melayu, rejung pasirah yang sudah menampilkan beberapa lagu,” katanya.
Dia berharap kunjungan ini akan berbalas di 2019 direncanan diadakan di University Kebangsaan Malaysia dan di 2020 akan di adakan kembali di Palembang.

BP/DUDY OSKANDAR
Para peserta Seminar Internasional Ilmu Sosial, Kemanusiaan, dan Pendidikan (International Conference On Social Studies And Humanities (ICOSH 2018) serta menelusuri Jejak Prameswara di Palembang, Sumatera Selatan dari tanggal 5 sampai 8 Juli 2018 Kamis (5/7) melakukan kunjungan ke rumah adat, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Fawaz Diradja di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang

“ Saya juga mengucapkan selamat datang di tempat sultan, kita nanti akan menikmati sajian dari rejung pasirah sekaligus menikmati santapan siang bersama ala Palembang,” katanya.
Ketua Delegasi Asosiasi Guru Sejarah Indonesia Provinsi Sumsel, Dra. Merry Hamraeny, M.M mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga kegiatan ini bisa berjalan sesuai rencana.
“ Sehingga puan-puan bisa membawa cerita nanti, bagaimana kuliner Palembang , kesenian Palembang seperti yang ditampilkan oleh rejung Palembang, ini salah satu budaya Palembang Darussalam yang kita terus lestarikan,” katanya.
Perwakilan University Kebangsaan Malaysia, Zunaida Binti Zakaria mengaku sangat senang bisa datang ke Palembang dan bisa menikmati budaya dan makanan Palembang, orang Palembang .
“Alhamdulilah kita bisa menyambung dua budaya , dua negara Malaysia dan Indonesia,” katanya,
Sedangkan SMB IV Fawaz Diraja mengucapkan selamat datang semua delegasi di kota Palembang dimana kota Palembang orangnya ramah-ramah, baik-baik.

BP/DUDY OSKANDAR
Para peserta Seminar Internasional Ilmu Sosial, Kemanusiaan, dan Pendidikan (International Conference On Social Studies And Humanities (ICOSH 2018) serta menelusuri Jejak Prameswara di Palembang, Sumatera Selatan dari tanggal 5 sampai 8 Juli 2018 Kamis (5/7) melakukan kunjungan ke rumah adat, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Fawaz Diradja di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Palembang

“Budaya kita ini budaya serumpun, dahulunya Parameswara berasal dari sini dan mendirikan Malaysia dan kita masih saudara, kecintaan sejarah budaya kita ini akan menimbulkan rasa keterikatan antara Indonesia-Malaysia sehingga kita semua tidak ada perpecahan, perbedaan, sejarah itu sarana untuk mempererat tali silaturahim kita,” katanya.
Fawaz mengenalkan kesenian rejung pasirah dan makanan khas Palembang dengan makan bersama.

Baca:  Legenda Preman Palembang, Mat Ijah Mengembuskan Napas Terakhir

“ Selain itu budaya-budaya yang ada di Palembang akan banyak mirip seperti di Malaysia seperti Tanjak , songkok, dan di Palembang pada zaman dahulu tahun 1800-1900 kita menggunakan bahasa jawi atau adat melayu dan bisa dilihat di naskah kuno yang ada di Kesultanan Palembang , sekarang masih ke huruf capital,” katanya.

BP/IST- Kemas Ari Panji

Sedangkan sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji dalam kesempatan tersebut juga menjelaskan tentang sejarah Kesultanan Palembang.
Kemas Ari Panji mengajak semua pihak untuk meluruskan sejarah Kesultanan Palembang yang masih ada keliru, seperti Susuhunan dimana naskah kuno di Kesultanan Palembang tidak dikenal istilah ini .
“Sultan Abdurahman itu gelarnya Suhunan bukan Susuhunan, “ katanya.

Baca:  Dodi-Giri Resmi Ditetapkan Jadi Pasangan Calon Gubernur Dan Wakil Gubenur Sumsel

Menurutnya, hubungan antara Palembang dan Malaysia ini harus di jaga agar bisa lebih baik kedepan terutama untuk menjaga jati diri sebagai orang melayu, sebagai bangsa melayu.
Acara dilanjutkan kesenian rejung pasirah dan penampilan syair Parameswara dan dilanjutkan makan bersama ala khas Palembang. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mendagri Akui Tak Tahu Soal Jadwal Pelantikan Herman Deru-Mawardi

Palembang, BP Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengakui pihaknya tidak tahu tentang jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel ...