Home / Headline / Situs Bumiayu Bukti Toleransi Beragama Masa Kedatun Sriwijaya

Situs Bumiayu Bukti Toleransi Beragama Masa Kedatun Sriwijaya

BP/IST
Kajian yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) ini langsung menghadirkan Arkeolog Sumsel yang juga Dosen FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) DR LR Retno Susanti, M.Hum di Conference Room UKM Universitas Katolik Musi Charitas, Sabtu (30/6).

Palembang, BP

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Sarjana dan Cendikiawan Katolik Indonesia (ISKA) Palembang mengkaji keberadaan Situs Bumiayu yang ada di Kecamatan Tanah Abang, PALI.

Kajian yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) ini langsung menghadirkan Arkeolog Sumsel yang juga Dosen FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri) DR LR Retno Susanti, M.Hum di Conference Room UKM Universitas Katolik Musi Charitas, Sabtu (30/6).

Baca:  DPRD Sumsel Himbau Timses Jangan Berlebihan Dalam Mendukung Paslon

Ketua Kajian Kearifan Lokal DPC ISKA Palembang, Vieronica Varbi menjelaskan, kegiatan penggalian sejarah di Sumsel ini sebagai upaya untuk merawat kebangsaan berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Dengan harapan, nilai-nilai sejarah yang terkandung dalam Situs Bumiayu ini bisa diintegerasikan dengan isu-isu kekinian.

“Hari ini (kemarin,red) kita membahas Situs Bumiayu dan tanggal 3 Juli nanti tentang Rumah Limas. Dengan begitu, kita bisa pelajari tentang pluralisme dan toleransi. Mengingat, saat ini kita lebih mudah menerima budaya barat dibanding kita sendiri. Padahal leluhur kita itu sangat menjaga kesatuan dan pluralisme,” katanya.
Dalam FGD tersebut, ada beberapa pengungkapan sejarah yang dibahas seperti keberadaan masyarakat pedalaman beragama Hindu selain Budha, pengelolaan pajak yang dikelola sendiri dan langsug digunakan untuk kepentingan masyarakat dan lainnya.

Baca:  PPP Romy Duduki Sekretariat PPP Diponegoro, PPP Sumsel Bersyukur

“Dari hasil kajian ini, kita akan memberikan masukan kepada pemerintah pusat melalui ISKA pusat untuk mewujudkan NKRI yang lebih baik,” harapnya.

Arkeolog Sumsel yang juga Dosen FKIP Unsri DR LR Retno Susanti menjelaskan, Situs Bumiayu merupakan bukti toleransi beragama pada masa Kedatun Sriwijaya. Awalnya, lokasi ini menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Muara Enim dengan luas wilayah Situs sebesar 15 hektar.

Baca:  KPU Sumsel Tetapkan 1.014 DCS DPRD Provinsi

“Di sana ada 12 candi dan baru beberapa yang berhasil dikupas para arkeolog,” katanya.

Adapun beberapa bukti toleransi pada masa Situs Bumiayu terlihat dari ditemukannya Arca Nandi, Gana dan Arca Bhairawi. “Arca Nandi sendiri menurut kepercayaan orang Hindu merupakan kendaraan Dewa Shiwa. Artinya pada masa itu hidup dua agama, Budha dan Hindu. Selama masa Situs Bumiayu sendiri, toleransinya sangat tinggi,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jalan Provinsi, Gedung Sekolah, Guru Honor Dan Rumah Sakit Daerah Butuh Perhatian

Palembang, BP Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Askweni mengatakan, Sumsel masih membutuhkan perbaikan jalan provinsi, gedung sekolah, rumah ...