Home / Headline / KPU Kota Palembang Harus Gelar PSU

KPU Kota Palembang Harus Gelar PSU

BP/IST
Tim Advokasi pasangan nomor urut 4 Dodi-Giri Minggu malam (1/7) sekitar pukul 21.00 mendatangi kantor Bawaslu Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di Jalan OPI Raya Kecamatan Jakabaring.

Palembang, BP

Tim Advokasi pasangan nomor urut 4 Dodi-Giri Minggu malam (1/7) sekitar pukul 21.00 mendatangi kantor Bawaslu Sumatera Selatan (Sumsel) yang berada di Jalan OPI Raya Kecamatan Jakabaring.

Kedatangan Tim Advokasi yang dipimpin oleh Sulastriana SH ini bertujuan untuk melaporkan KPU Kota Palembang beserta jajarannya yang dinilai belum siap menggelar pelaksanaan Pilkada pada 27 Juni 2018 lalu.

Dikatakan Sulastriana, berdasarkan temuan yang didapat di lapangan, pada pelaksanaan Pilkada serentak kemarin masih banyak ditemukan DPT bermasalah namun masih tetap digunakan.

Baca:  Dari Lampung, Presiden Jokowi di Palembang Untuk Resmikan Sejumlah Acara

“DPT yang digunakan pada pelaksanaan Pilkada serentak kemarin sebenarnya sudah beberapa kali mendapat keberatan dari tim Paslon 4 namun tidak mendapat jawaban dan masih tetap digunakan oleh KPU Kota Palembang” kata Sulastriana.

Bahkan pada tanggal 4 Juni, Tim kampanye mengirim surat kepada Ketua KPU Kota Palembang mohon informasi mengenai proses penetapan DPT Kota Palembang antara lain, data pemilih ganda, data pemilih TMS dan data hasil cocklit.

Namun, sampai pada hari pelaksanan Pilkada, surat tersebut tak mendapat jawaban.

Selain masalah DPT, lanjut Sulastriana, pada pelaksanaan Pilkada serentak kemarin, para saksi Pasangan nomor urut 4 Dodi-Giri juga tidak menerima salinan DPT sehingga saksi tidak bisa mencocokan pemilih dengan orang yanh menggunakan hak pilih.

Baca:  Surat Suara Pilgub Sumsel Mulai Didistribusikan Ke Kabupaten Kota

“Seluruh saksi kita ditingkat TPS tidak mendapat salinan DPT, sehingga saksi kesulitan mengetahui apakah calon pemilih terdaftar didalam DPT atau tidak” katanya.

Masih menurut Sulastriana, pihaknya juga menemukan adanya mobilisasi surat suara di TPS-TPS dalam kota Palembang, misalnya di TPS 31 Kelurahan Karya Baru kecamatan Alang-alang lebar yang berupa penambahan surat suara.

Dimana pada penambahan pertama ada 50 surat suara dan pada penambahan yang kedua ada 175 surat suara yang tidak diketahui darimana asal surat suara tersebut didapat.

Selain itu, lanjutnya, di sejumlah TPS yang ada dalam kota Palembang, para saksi dari pasangan Dodi-Giri juga tidak mendapat C1 KWK dan masih banyak kecurangan lain yang akan kami sampaikan langsung ke Bawaslu Sumsel.

Baca:  KPU Sumsel Tetapkan Herman Deru Cagub Sumsel Terpilih

“Atas temuan-temuan inilah kita meminta kepada pihak terkait dalam hal ini Bawaslu Sumsel dan KPU Sumsel untuk menggelar Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Kota Palembang” pungkasnya.

Sementara pantauan di lapangan, laporan dari Tim Advokasi Paslon nomor 4 DODI-GIRI diterima langsung oleh Firdaus staf penerimaan dan pelanggaran Hukum Bawaslu Sumsel.
Dan mereka berjanji akan memproses pengaduan tersebut lebih lanjut.
Anggota KPU Palembang Firamon Syakti mengaku belum menerima laporan pengaduan tim advokasi Dodi Giri.
Soal PSU menurutnya, itu ranah Bawaslu Sumsel yang bisa mengomentarinya.
“ Kami KPU Palembang dan jajaran selama ini sudah melaksanakan tahapan Pilkada sesuai dengan jadwal yang ada,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gubernur Sumsel Klaim Tak Ada Lagi Angkutan Batubara Jalur Muaraenim-Palembang

Palembang, BP Terkait dengan angkutan batubara yang masih beroperasi di jalan Kabupaten Muara Enim menuju Kota Prabumulih dan Kota Prabumulih ...