Home / Headline / Partisipasi di Pilgub Sumsel Mendekati Target Nasional

Partisipasi di Pilgub Sumsel Mendekati Target Nasional

BP/DUDY OSKANDAR
Anggota KPU Sumsel Ahmad Naafi

Palembang, BP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel memprediksi partisipasi pemilih pada pemilihan gubernur (Pilgub) Sumsel, 27 Juni lalu mampu mendekati target partisipasi pemilih secara nasional sebesar 77,6 persen.

Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi mengatakan, saat ini berdasarkan sistem informasi penghitungan suara (Situng) KPU yang sudah masuk, menunjukkan partisipasi pemilih berada di angka 71,02 persen. Untuk diketahui, data Situng didapat dari scan formulir C1 KWK yang tidak berhologram.

“Proses ini masih berlangsung, data yang sudah masuk sekitar 70 persen. Kami harap target pemilih setidaknya mencapai 75 persen,” kata Naafi di KPU Sumsel, Jumat (29/6).

Baca:  Giri Berpamitan Mundur Dari DPRD Sumsel

Menurut Naafi, partisipasi pemilih 75 persen tersebut sudah melampaui capaian partisipasi pemilih pada pemilu sebelumnya, sebesar 66 persen.

“Peningkatan partisipasi pemilih ini juga terjadi di kabupaten/kota lain di Sumsel. Seperti di Kota Prabumulih, tingkat partisipasi mencapai 76,9 persen, di OKUT partiipasinya 77,8 persen. Pagaralam juga meningkat mencapai 84,5 persen, ini juga melampaui target nasional. Palembang juga meningkat, dari 63 persen pada pemilu sebelumnya, sekarang partisipasi pemilih sementara sudah mencapai 70 persen,” kata Naafi.

Baca:  Gerindra Optimistis Penuhi Kuota Caleg Perempuan

Peningkatan ini menurut Naafi, dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama semakin baiknya data pemilih. “Data yang aktual inilah yang menjadi salahsatu meningkatnya partisipasi pemilih,” ujarnya.

Pantauan, dari data yang dirilis KPU berdasarkan Situng, dengan jumlah suara masuk 87,68 persen, pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya memperoleh 35,96 persen suara, disusul pasangan Dodi Reza-Giri Ramanda dengan 31,33 persen suara, kemudian pasangan Ishak Mekki-Yudha Pratomo dengan 21,63 persen, dan pasangan Aswari Rivai-Irwansyah dengan 11,09 persen suara.

Baca:  Peradi Kota Palembang Siap Dampingi Persoalan Hukum

Menyikapi ini, Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan, Situng ini adalah arus informasi berdasarkan C1 KWK yang tidak berhologram dan bukti tranparansi penyelenggara pemilu, tetapi Situng tidak bisa menjadi acuan pemenang Pemilu.

“Hasil resmi tetap berdasarkan dokumen C1 KWK yang berhologram, yang direkap berjenjang mulai dari TPS, PPS/PPK kemudian ke kabupaten/kota dan berakhir di provinsi,” terangnya.

Ia mengatakan, suara yang masuk di Situng yang dirilis KPU belum 100 persen, masih ada 4 daerah yang masih merekap, yakni Kota Palembang, Muara Enim, Empat Lawang dan Lahat. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mendagri Akui Tak Tahu Soal Jadwal Pelantikan Herman Deru-Mawardi

Palembang, BP Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengakui pihaknya tidak tahu tentang jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel ...