Home / Headline / Palembang Kaya Dengan Makam-Makam Bersejarah , Namun Banyak Tak Di Rawat

Palembang Kaya Dengan Makam-Makam Bersejarah , Namun Banyak Tak Di Rawat

BP/IST
Ziarah Bersama, KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan) kembali melakukan Kegiatan rutinnya yaitu Ziarah Bersama untuk kesepuluh kalinya, Kamis (28/6) lalu.

Palembang, BP
Setelah sekian lama lebih kurang sebulan selama Ramadhan meliburkan kegiatan rutinnya yaitu Ziarah Bersama, KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan) kembali melakukan kegiatan rutinnya yaitu ziarah bersama untuk kesepuluh kalinya, Kamis (28/6) lalu.
Ziarah kesepuluh ini KOPZIPS menyisir makam-makam bersejarah yang ada di Kampung Sei Tawar dan sekitarnya, kampung Makrayu dan sekitarnya, Kampung Suro dan sekitarnya , serta sebagian di sekitar pinggiran kampung tangga bunting Ziarah kali ini dipandu oleh salah seorang senior KOPZIPS (Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan) dan PERSADA (Persaudaraan Zuriat Palembang Darussalam) yaitu Cek Kgs Muhammad Haris Fadillah
Adapun 22 situs yang dikunjungi saat Ziarah ke 10 kemarin yaitu
,ungkonan makam pangeran Suryo Alim (guru kyai marogan) di jalan Joko, ungkonan makam Kyai Kms Abu Penawar (Sohibul Sei Tawar), ungkonan makam Pangeran Singo Yudho, Situs air sungai tawar yang airnya didoakan oleh para wali , yang Insya Allah bisa dijadikan penyembuh , yang tidak ada bau pada airnya walaupun telah tercemar , yang Insya Allah mengandung keberkahan didalamnya, yang mana airnya
“Yang mana airnya berputar layaknya putaran jarum jam, tidak mengikuti arus air di sungai tersebut sebagaimana air sungai pada umumnya , “ kata Juru bicara KOPZIPS Muhammad Setiawan, Jumat (29/6).
Lalu makam Puyang sugih , seorang ulama besar dizaman kesultanan Palembang Darussalam yang ditandai dengan batu nisan beliau terbuat dari bahan kayu unglen dengan tipe nisannya Demak troloyo, ungkonan makam tuo buyut panggung , banyak ditemukan nisan tipe lamo yang unik di pemakaman ini, Makam Buyut Almarhumah Jabariyah binti Ali Akbar , nisannya tipe Aceh mirip makam yang diziarahi sewaktu di seberang ulu dulu, ungkonan makam tuo kel KPD , versi cek @Haris Fadillah78 ini ungkonan makam Faqih Jalaluddin, Ungkonan komplek pemakaman Liong Sin (China) muslim dan kerabatnya, Ungkonan komplek pemakaman KH Abu Bakar Bastari dan makam makam tuo lainnya. Di suro belakang makam kyai Abdurrahman Delamat.
Makam Buyut Sayyid Abdurrahman yang terletak di jalan sei tawar 1 lorong buyut, makam ini sangat memprihatinkan, ungkonan makam keluarga kesultanan Palembang Darussalam yang ada di tengah-tengah jalan persimpangan gelora makrayu , dahulunya makam ini ingin digusur namun Alhamdulillah tidak berhasil.
“Mengenai sejarah dan riwayat dari para Sohibul makam , kita belum mengetahui karena belum mencari dan menemukan datanya , namun yang pasti ungkonan ini merupakan ungkonan makam keramat bersejarah yang ditandai dengan banyaknya ditemukan nisan nisan bersejarah tipe Melayu dan tipe Demak,” katanya.
Lalu ungkonan komplek pemakaman keluarga KPD guguk Raden (ungkonan makam-makam purba kala Raden Pasha, Raden Fadilah, Raden Pahitta). Namun sayangnya makam ini terkunci, ungkonan makam keluarga H Usman bin H Abu Bakar di jalan Sultan Muhammad Mansur Makrayu, ungkonan komplek pemakaman keluarga di belakang ungkonan H Usman bin H Abu Bakar , yang diziarahi dan di dokumentasikan di ungkonan ini merupakan makam makam bersejarah yang penuh dengan nisan nisan kuno .
“Di gerombolan pohon-pohon yang terletak di belakang foto kita itu penuh dengan nisan nisan kuno yang bersejarah dengan berbagai tipe tipe nisannya seperti tipe Melayu dan tipe Demak. Pohon-pohon yang bergerombol tersebut seakan-akan memeluk dan melindungi nisan-nisan tersebut. Sehingga makam-makam ini masih terjaga dan tidak rusak. Mungkin beginilah cara Allah menjaga makam para kekasih Nya, Insya Allah makam-makam dan pohon-pohon tersebut senantiasa diberkahi oleh Allah SWT,” katanya.
Selain itu,  ungkonan komplek pemakaman keluarga Pulo Salam di makrayu, Ungkonan makam keluarga Kgs H Khotib Mahmud , sang pewakaf tanah Masjid Al-Mahmudiyah Suro di belakang masjid Al-Mahmudiyah Suro jl Ki Gede Ing Suro, ungkonan makam bersejarah keluarga KPD di samping Masjid Al-Mahmudiyah Suro , yang kini kondisinya sangat memprihatinkan karena dipenuhi oleh semak belukar dan timbunan sampah rumah tangga,
Untuk ungkonan makam Faqih Jalaluddin di Jalan Talang Keranggo lorong pribadi , ini adalah makam Faqih Jalaluddin versi Ust @Andi Syarifudin Masjid Agung dan ungkonan ungkonan keluarga KPD lainnya dan ungkonan makam tuo yang bersejarah di jalan talang keranggo pinggir jalan sebelah kanan depan lorong pribadi , ungkonan ini belum teridentifikasi sang Sohibul makamnya.
“Ungkonan ini kondisinya sangat memprihatinkan karena didepannya terdapat tempat pembuangan sampah , kalau dipandang dari depan layaknya bukan sebuah makam yang mempunyai nilai sejarah. Kondisinya dalam ungkonan juga kotor dan penuh semak belukar yang tinggi. Namun didalam ungkonan ini penuh dengan nisan nisan kuno yang bersejarah,” katanya.
Dalam Ziarah kesepuluh kemarin pihaknya berhasil menziarahi 22 situs makam.
“Semoga semua situs makam tersebut dapat dipertahankan, dirawat, dibersihkan, dan dijaga oleh berbagai pihak baik ahli warisnya, pemerintah, bahkan kita semua. Agar jejak nyata peninggalan kesultanan Palembang Darussalam senantiasa berjaya di negeri ini,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nilai Hutang Pemprov Sumsel Turun Hingga Sebesar Rp.464, 317 Miliar

Palembang, BP Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Ishak Mekki memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan ...