Home / Headline / Dodi-Giri Unggul di Survey Terbaru Lembaga Survey Puskaptis dan Indomatrik

Dodi-Giri Unggul di Survey Terbaru Lembaga Survey Puskaptis dan Indomatrik

BP/DUDY OSKANDAR
Direktur Puskaptis Husin Yazid saat menjelaskan hasil survey di Hotel Aston, Senin (25/6)

Palembang, BP

Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) kembali merilis hasil survei tren pemilih dalam pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) langsung provinsi Sumatera Selatan tahun 2018. Direktur Puskaptis Husin Yazid menjelaskan, survei yang dilakukan oleh pihaknya mulai 18 hingga 22 Juni 2018 menggunakan Multistage Random Sampling, jumlah responden sebanyak 1200 dengan Margin of error sebesar 2,8%.

Hingga survei terakhir dari tanggal 18-22 Juni, tingkat popularitas dan kesukaan Cagub/Cawagub Sumsel perolehan terbanyak masuk ke pasangan nomor urut 4 H Dodi Reza Alex- HM Giri Ramandha N Kiemas.

Pasangan nomor 1 H Herman Deru – Mawardi Yahya memperoleh popularitas sebesar 97,27% dengan tingkat kesukaan 57,88% dan popularitas Pasangan nomor 4 H Dodi Reza Alex – HM Giri Ramanda N Kimeas sebesar 97,15% dengan kesukaan sebesar 72,35%. Sedangkan popularitas pasangan nomor 3 H Ishak Mekki – Yudha Pratomo sebesar 98,55% dengan tingkat kesukaan 42,65% dan popularitas Pasangan nomor 2 H Aswari Rivai – Irwansyah hanya sebesar 88,45% dengan tingkat kesukaan sebesar 17,05%,” jelas Husin Yazid pada acara konferensi pers di Aston Hotel Palembang, Senin (25/6) siang.

Dikatakan Husin, jumlah swing voter hingga saat ini terus menurun. Pada hasil survei pertama tanggal 10 – 16 Mei jumlah swing voter masih di angka 17,24%. Sementara pada hasil survei kedua di tanggal 6 – 12 Juni, angka swing voter menjadi 13,24% dan di survei terakhir angka swing voter menjadi 7,10%.

“Dengan menurunnya angka swing voter ini artinya sosialisasi pelaksanaan pilkada ini sudah dilakukan dengan benar, saya kira di hari H pencoblosan jumlah swing voter paling hanya 2 – 3% saja,” ujarnya.

Baca:  Palembang Tenggelam Akibat Banjir

Sementara untuk tren elektabilitas paslon Gubernur dan Wakil Gubernur di tiga kali survei yang dilakukan, kata dia, juga mengalami tren peningkatan.

“Tren elektabilitas hasil survei terakhir dari tanggal 18 – 22 Juni menempatkan Pasangan Dodi – Giri diurutan pertama dengan perolehan 37,65%, kemudian disusul Pasangan Herman Deru – Mawardi Yahya dengan 31,75%. Dilanjutkan oleh Pasangan Ishak – Yudha dengan perolehan 16,85% dan terakhir pasangan Aswari – Irwansyah dengan perolehan 6,65%,” katanya.

BP/DUDY OSKANDAR
Direktur analisis Indomatrik Deny Yusuf saat menjelaskan hasil survey di Hotel Aston, Senin (25/6)

Praktisi hukum, Hendri Dunan SH MH dalam kesempatan tersebut menilai hari tenang pilkada Sumsel tanggal 24 , 25 dan 26 Juni dimana undang-undang tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota tahun 2015 No 10 tahun 2016 dipasal 131 menjelaskan survey dan hitung cepat hasil pemilihan wajib melaporkan ke KPU.

“Tidak dilarang lembaga survey melakukan ekspose hasil survey di masa tenang asalkan tidak menganggu ketertiban, tidak berpihak salah satu paslon, secara detail ada PKPU No 7 tahun 2015 , perubahan No 12 tahun 2016 , dia mendetilkan dari undang-undang ini,s ecara tersurat tidak ada larangan,” katanya.

Sementara itu Lembaga Survei Indomatrik mengeluarkan press release survei persepsi dan prilaku publik terhadap pelaksanaan Pilgub Provinsi Sumsel 2018 di Hotel Amaris (19/6). Dari hasil survei, Dodi Reza dan Giri Ramanda tetap memiliki elektabilitas diatas paslon herman deru dan Mawardi Yahya.

Direktur analisis Indomatrik Deny Yusuf mengatakan, survey yang dilakukan pihaknya menggunakan metode survei dimana data-data kuantitatif dan kuanlitatif bersumber dari survei pendapat masyarakat dengan instrumen survey.

Baca:  Pertama di Sumsel, Muba Terangi Warga Gunakan PLTMG

Selain itu, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia penduduk Provinsi Sumatera Selatan yang punya hak pilih dalam Pilkada Provinsi Sumsei 27 Juni 2018, yaitu mereka yang berusia 17 tahun atau sudah menikah ketika survey dilakukan, diambil secara proporsionai pada tingkat kabupaten dan kota .Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dimana jumiah sampei sebanyak 880 responden dengan sampling error + 3.5% pada tingkat kepercayaan 95%. Secara proporsionai diambil di 17 Kab/Kota dan sampel menyebar di 191 Kecamatan, 182 Kel/ Desa 384 kampung Rw/Rt.

Penarikan sampel dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling selama periode 5 Juni sampai 11 Juni 2018. Responden yang terpilih diwawancarai lewat tatap muka (face to face interview) oleh pewawancara yang telah dilatih. Setiap pewawancara bertugas untuk’satu kelurahan yang hanya terdiri 10 responden.

Quality Control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor melalui spotchek di lapangan.

“Pasangan Dodi-Giri saat ini naik sekitar , 3-4 persen atau sekitar 35, 45 persen, ini diakibatkan kinerja timsukses untuk melalukan sosialisasi pasangan ini , “ katanya pada acara konferensi pers di Aston Hotel Palembang, Senin (25/6) siang.

Untuk posisi keterkenaan para cagub di Pilgub Sumsel 27 Juni 2018, dimana posisi Pasangan nomor 1 H Herman Deru – Mawardi Yahya 97, 47 persen, pasangan nomor urut 4 H Dodi Reza Alex- HM Giri Ramandha N Kiemas 97,05 persen, pasangan nomor 3 H Ishak Mekki – Yudha Pratomo 98,85 persen, Pasangan nomor 2 H Aswari Rivai – Irwansyah 89, 15 persen.

Untuk tingkat kesukaan pemilih terhadap pasangan Cagub Sumsel 27 Juni 2018, pasangan H Dodi Reza Alex unggul 70,45 persen dari pasangan H Herman Deru yang 61,95 persen, sedangan pasangan Ishak Mekki dan Yudha Pratomo hanya 42,35 persen dan pasangan Aswari-Irwansyah hanya 17,84 persen.

Baca:  Ada Dugaan Pelanggaran Hukum

Tingkat elaktibilitas masing-masing cagub dan cawagub Sumsel, pasangan Dodi-Giri unggul 35, 45 persen, pasangan Herman Deru, Mawardi 31,28 persen, pasangan Ishak Mekki-Yuda Pratomo 15,55 persen dan pasangan Aswari-Irwansyah 6,50 persen.

Lalu tingkat militansi pemilih terhadap paslon Cagub Sumsel 2018 terlihat, Dodi-Giri lebih unggul 97,55 persen sedangkan Herman Deru-Mawardi 95, 27 persen, Ishak Mekki-Yuda Pratomo 93,45 persen dan Aswari-Irwansyah 90,80 persen.

“Alasan memiliki pasangan Dodi-Giri , pemilih lebih tertarik dengan visi dan misi 17,82 persen, program kerja bagus 10,89 persen, berpangalaman 9,90 persen dan lain-lain.

Selain itu, hanya pasangan Aswari-Irwansyah cenderung turun dibandingkan ketiga cagun lain yang terus naik, “ katanya.

“Untuk pasangan Dodi-Giri dengan Herman Deru-Mawardi perbedaannya 3 sampai 4 persen ini menandakan tingkat daya tarik pasangan sangat kuat perbedaan 3-4 persen dalam konteks ini sangat ketat , terlepas siapapun siapa pemenangnya hasilnya tidak jauh dari hasil survey ini bedanya 4 sampai 5 persen tidak akan lebih dari 10 persen,” katanya.

Sedangkan pengamat politik, Ade Indra Chaniago menilai, trend ini akan cenderung naik.

“ Saya punya keyakinan bahwa trend survey ini akan naik, dua hari tersisa ini, banyak faktor menyakinkan saya untuk mengatakan ini akan bertambah saya punya keyakinan Dodi-Giri berada diangka 36-37 , ini keyakinan saya melihat dinamika pasca survey ini,” katanya.

Apa yang disampaikan ini mampu mempengaruhi pemilih di pemilih masih ragu-ragu dengan pilihannya karena masih ada 1 sampai 3 persen masih beralih pilihan , kalau mereka seperti ini mereka punya kesimpulan biasanya debat kandidat pilgub Sumsel putaran II kemarin,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Fraksi PAN DPRD Sumsel Desak Pemprov Sumsel Jadikan RS Khusus Provinsi BLUD

Palembang, BP Rumah Sakit Khusus Mata Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada tahun anggaran 2018 lalu memperoleh pendapatan yang sangat fantastis, ...