Home / Headline / Cafe De Burry Museum Diresmikan

Cafe De Burry Museum Diresmikan

BP/IST
Cafe De Burry Museum yang terletak di kawasan museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, diresmikan oleh Walikota Palembang H. Harnojoyo, Senin (25/6)

Palembang, BP

Pemerintah kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kebudayaan kota Palembang memanfatkan belakang bangunan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II dengan membuat Cafe De Burry Museum.
Cafe De Burry yang artinya belakang ini merupakan inovasi serta tempat pelestarian kuliner makanan khas Palembang dalam menarik para wisatawan yang berkunjung ke museum Sultan Mahmud Badaruddin.
Walikota Palembang meresmikan, Cafe De Burry Museum yang terletak, di lingkungan museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Senin (25/6).
“Cafe De Burry Museum adalah suatu konsep kolaborasi antara Cafe dan Museum, yang memadukan kedua unsur tersebut sehingga muncul suatu keunikan tersendiri bagi hadirnya destinasi wisata kuliner baru di Kota Palembang,” katanya.
Menurutnya, sebagai kota maju dan salah satu penyelenggara Asian Games 2018, Palembang harus mampu menyediakan banyak pilihan wisata bagi setiap pengunjungnya.
“Cafe ini salah satu wujud dari itu semua dengan demikian, para wisatawan bisa menikmati wisata kuliner disini sembari menikmati wisata museum,” ujarnya.
Menurut Ketua DPRD Palembang periode 2009-2014 ini, bukan hanya sekedar wisata alam yang bisa dipromosikan kepada para wisatawan, namun wisata-wisata museum juga banyak disukai oleh wisatawan, utamanya wisatawan asing.
“Wisatawan asing utamanya dari cina, jepang dan lainnya, biasanya mereka lebih tertarik untuk berwisata ke museum, kita harus terus mempromosikan wisata museum kita, sembari turut mempromosikan kuliner kita,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Sudirman Teguh mengatakan, tempat ini cafe the Bury merupakan salah satu tempat bersejerah yang ada di kota Palembang dan untuk menarik daya tarik para pengujung museum diciptakan inovasi baru yaitu di buatnya Cafe De Burry. Tempat ini juga merupakan pelestarian makanan makan khas Palembang
“Kita membuat cafe the Bury museum ini pertama adalah museum ini adalah tempat bangunan bersejarah bangunan cagar budaya . kalau kita hanya memelihara melestarikan bangunan cagar budaya semata mata maka itu tidak akan populer maka itu kita buat dengan sentuhan ekonomi ,salag satunya kita buat cafe yang bernuasa tetap tidak meninggalkan kesan kesan sejarah,” katanya.
Sudirman menambahkan, makanan yang dijual di Cafe De Burry adalah makanan tradisional dengan rasa kekinian.
“Kita gandeng seniman. Kita buat fasilitas pelukis, jadi orang yang makan bisa dilukis. Disini ada 22 outlet, jadi disini kita menggabungkan kuliner dan art. Ini bisa jadi kumpul kumpul anak muda,”katanya. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mendagri Akui Tak Tahu Soal Jadwal Pelantikan Herman Deru-Mawardi

Palembang, BP Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo mengakui pihaknya tidak tahu tentang jadwal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel ...