Home / Headline / HDMY Kembali Dituntut Mundur

HDMY Kembali Dituntut Mundur

Palembang, BP

Puluhan massa yang tergabung dalam Front Rakyat Berantasan Korupsi Sumsel (FRAKSI) menggelar aksi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumsel, Senin (25/6).

Dalam aksinya, massa meminta kepada pihak terkait yakni KPU Sumsel dan Bawaslu Sumsel untuk membatalkan proses pencalonan pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya (HDMY).

“Kita minta kepada pihak terkait untuk membatalkan pencalonan pasangan HDMY dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel yang akan digelar 27 Juni mendatang,” ungkap Ari, koordinator aksi.

Dikatakan, ada beberapa hal yang membuat mereka menuntut pihak penyelenggara pemilu membatalkan pasangan tersebut. Pertama, Calon Gubernur Herman Deru saat ini masih memiliki permasalahan atas dugaan perselingkuhan dengan pembantu rumah tangga (PRT)-nya bernama Anisa Piatul, yang menghasilkan satu orang anak bernama Agung Firmansyah.

“Kita minta masalah ini diselesaikan terlebih dahulu. Bila perlu Herman Deru melakukan tes DNA untuk membuktikan jika anak dari Anisa Piatul tersebut bukan anaknya” jelas Ari.

Sedangkan permasalah kedua, yakni kasus dugaan ijazah palsu yang dilakukan calon wakil gubernur Mawardi Yahya. Masalah ini juga masih belum jelas dan perlu penyelidikan lebih lanjut.

“Kasus Ijazah STM Pertambangan milik Mawardi hingga saat ini belum jelas. Kami menginginkan Provinsi Sumsel mendapat calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang bebas dari kasus dan skandal apapun,” ucapnya.

Komisioner Bawaslu Sumsel, Iwan Ardiansyah, SH menyambut baik penyampaian aspirasi yang disampaikan oleh LSM Fraksi ini. Namun, untuk kasus dugaan asusila dan ijazah palsu, pihak Bawaslu Sumsel meminta semua pihak untuk menghormati aturan hukum, di mana ada pihak yang berwenang untuk masalah ini.

“Kami sangat berterima kasih atas penyampaian aspirasinya. Bawaslu sendiri sangat membutuhkan peran masyarakat dalam mengawasi pilkada. Untuk dugaan ijazah palsu dan asusila, kita tetap menghormati aturan yang ada,” jelas Iwan.

Setelah menyampaikan aspirasinya, puluhan pendemo membubarkan diri dengan tertib.

 

Yakin Deru Dicoret

Sementara itu gugatan yang dilakukan penggiat demokrasi, RM Ishak Badaruddin ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang atas keputusan KPU Sumsel meloloskan pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya segera disidang, Selasa (26/6).

Menurut Herman Hamzah, SH, kuasa hukum penggugat, pihaknya telah menerima pemberitahuan akan dimulainya sidang pertama di PTUN Palembang.

“Yang pasti kita sudah siap. Saya optimis PTUN Palembang akan mengabulkan gugatan klien saya. Karena memang KPU Sumsel telah melakukan pembiaran atas persyaratan yang tidak sesuai prosedur sehingga meloloskan pasangan HDMY tersebut,” ujar Herman Hamzah, Senin (25/6) siang.

Ditambahkan Herman, di samping menuntut dicoretnya pasangan HDMY, pihaknya juga akan melaporkan KPU Sumsel dan Bawaslu Sumsel ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Klien kita sangat serius atas gugatan ini, sehingga walaupun hari pencoblosan nantinya telah terlaksana, namun gugatan akan jalan terus sampai diperolehnya kepastian hukum,” tambah Herman.

Sebagaimana diberitakan, KPU Sumsel dan Bawaslu Sumsel digugat ke PTUN Palembang atas keputusan yang meloloskan pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya sebagai calon Gubernun dan Wakil Gubernur Sumsel.

Penggugat melihat ada persyaratan yang tidak dipenuhi oleh pasangan tersebut saat mendaftar di KPU Sumsel. #ril

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nilai Hutang Pemprov Sumsel Turun Hingga Sebesar Rp.464, 317 Miliar

Palembang, BP Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Ishak Mekki memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan ...