Home / Headline / 22 Ormas Peringatkan KPU dan Panwaslu

22 Ormas Peringatkan KPU dan Panwaslu

BP/Dudy Oskandar
Sejumlah perwakilan ormas/OKP dan LSM saat memberikan keterangan tentang Pilkada bersih, Minggu (24/06) siang.

Palembang, BP

22 Organisasi Masyarakat (ormas), LSM, dan OKP menyatkan sikapnya untuk Pilkada 27 Juni 2018. 22 ormas ini memperingatkan serta melakukan pengawasan ketat kepada KPU dan Panwaslu, serta pihak-pihak lainnya untuk Pilkada yang bersih.
22 Ormas itu, Garda Api Sumsel, SBSI, KKP, FKPPI Sumsel, KBPP, Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Garuda Sakti Indonesia, PP Marga, KANDATIBA, KPPI, P3SR, APPSINDO. Kemudian Pataka Sriwijaya, DUTA, FKSBI, IPARI Palembang, KPKSS Palembang, ISMBI Palembang, Pepatri, IKA Lisma, LSM Lebah, serta Forum Rakyat Bersama (FRB).
Yan Hariranto SPd (Yan Coga) ketua Garda Api Sumsel menegaskan ada 10.200 relawan gabungan yang akan mengawasi di 2.800 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Palembang. “Kita akan mengawasi mulai dari hari H pencoblosan sampai penghitungan terekap C1. Tim ini akan mengambil foto dan video dan mencatat identitas pelaku yang diduga curang.

Baca:  Pasangan Akhor Serahkan102 Ribu Lebih Dukungan Ke KPU Palembang

Nantinya dapat jadi barang bukti untuk dilaporkan ke Gakkumdu,” tegas Yan.
Sikap tegas ini, dikatakan Yan lantaran telah mencuat informasi Daftar Pemilih Ganda yang mencapai 190.000 an. Yan mengungkapkan ada ancaman pidana bagi pelaku curang sesuai UU no 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan Sanksi pasal 187 poin A sampai D dengan ancaman hukuman minimal 36 bulan dan denda paling sedikit Rp 200 juta.
Hal ini juga diamini Husni Chandra dari KPKSS yang menyebut telah menemukan dugaan kecurangan dan telah dilaporkan ke Panwaslu dan KPU. “Kita berupaya meminimalisir kecurangan dan penggelembungan suara. Soalnya ditemukan 190.000 an nama dan NIK sama. Semua telah kita laporkan dan akan terus ditindaklanjuti,” jelas Husni.
Ditambahkan Charma Afrianto dari PPMI Sumsel, para ormas dan OKP telah bersepakat untuk kawal Pilkada damai. “Kita tidak ingin ada kecurangan seperti Pilkada 2013 lalu. Insya Allah Pilkada damai terwujud,” urainya.
Lebih tegas disuarakan Syamsudin Djoesman dari LAI yang siap mengkritisi dan mengawal KPU. “Kita dapat indikasi kecurangan, KPU dan Panwaslu diharapkan bersikap netral,” lanjutnya dan kemudian diserukan oleh Adhryan dari Pemuda Pancasila Palembang yang akan bertindak tegas setiap ada kecurangan. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gugatan Dodi-Giri Segera Disidangkan Di MK

Palembang, BP Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 70 permohonan terkait sengketa pemilukada serentak yang berlangsung 27 Juni kemarin. Dari daftar ...