Home / Headline / Dodi- Giri Tampil Sempurna

Dodi- Giri Tampil Sempurna

BP/IST
Bagindo Togar Butar Butar

Palembang, BP

Debat terbuka ke II Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel yang dilaksanakam di Hotel Whyndam, Kamis (21/6) malam dinilai sebagai panggung pasangan calon ( Paslon) Gubernur dan wakil Gubernur Sumsel.

Hal ini diungkapkan Pengamat politik Sumsel Bagindo Togar Butar Butar, terkait penampilan empat paslon yang ada.
Menurutnya, sangat terlihat pasangan nomor 4 H Dodi Reza Alex dan HM Giri Ramandha N Kiemas tampil sempurna dan berupaya mampu memahami permasalahan maupun kebijakan Pembangunan pembangunan Daerah. Walaupun outputnya menjadi kurang genuine, “Walaupun begitu Paslon no 4 relatif baik, ” katanya, Jumat (22/6).
Walau tak bisa dipungkiri Paslon nomor 4, memiliki kemampuan mumpuni dalam memberi jawaban, maupun penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan kepada mereka.
Bagindo sendiri sangat menyayangkan perhelatan debat kandidat terbuka sessi ke II Pemilihan Gubernur Sumsel yang dilaksanakan di salah satu hotel baru beroperasional di Palembang, ” Tercoreng” oleh padamnya lampu selama dua kali, dalam beberapa menit, penyebabnya gandset milik stasiun TV swasta yang menyiarkannya ada masalah teknis.
Kemudian, pembawa acara yang bersolo lisan dan tata cahaya yang kurang kontras, mengakibatkan lalulintas debat menjadi kurang maximal. Ditambah panelis yang mengajukan pertanyaan yang tidak mampu menyesuaikan dengan durasi waktu yang begitu terbatas.
“Memang para akademisi yang menjadi panelis dalam acara debat kandidat sangat berkelas, akan tetapi terkesan dipahami ” Berat ” bagi Para Paslon Gubernur dalam menjawab, dalam bahasa sederhana atau mudah dimengerti oleh audiens. Akhirnya pembahasan tema besar dalam debat ini, peningkatan daya saing daerah, menjadi bias.
Akan tetapi bila menyoroti kapabilitas para Paslon secara keseluruhan, dari empat sessi alur acara debat terbuka ini, diungkapkan Bagin paslon nomor 1 begitu seronok percaya dirinya, khusus sosok calon Gubernur, terkesan ” Sepele ” atau tanpa persiapan yang berarti ketika akan mengikuti acara debat.
“Misalnya dalam opening statement melakukan over spending time , menjawab pertanyaan panelis dan para Paslon lainnya, kurang jelas deskripsi atau tujuannya, lebih mengandalkan retorika,normatif dan tebar pesona,” katanya.
Mengenai Paslon No 1, khususnya sosok calon gubernur, begitu kontras ekspresi ” Meremehkan” konten, substansi dan tujuan debat. Tidak mampu memahami lalulintas tanya jawab debat, Program pembangunan yang mengambang dan mengedepankan tebar pesona ketimbang kulitas kecerdasan personal, ironisnya “tega ” figur calon wagub bak ” Pajangan Semata “.
Untuk Paslon Gubernur nomor urut 2, untuk debat kali ini, mampu mencuri perhatian audiens juga penonton diluar panggung debat, karena penampilannya yang rapi, casual, lugas, santun dan realistis dalam bertanya dan memberi jawaban.
“Sepertinya paslon nomor dua mampu mampu memposisikan diri sebagai figur yang mampu merangkul antar paslon lain, yang tengah memuncak ambisinya untuk segera menjadi pemenang dalam kontestasi pilkada ini,” ujarnya.
Sedangkan paslon nomor 3, kelihatan lancar dan jelas dalam menyatakan program kerja,visi misi maupun jawaban atas pertanyaan panelis maupun perwakilan warga.
“Mungkin saja hal ini dikarenakan, kombinasi latar belakang Paslon,yakni pasangan birokrat berpengalaman dengan akademisi profesional. Walau tak terhindarkan agak textual serta kurang flush intonasi penyampaiannya,” jelas Bagindo.
Dilanjutkan Bagindo, memang, tujuan dan efekfitas debat terbuka kandidat Pilkada Gubernur Sumsel, bukan menjadi acuan utama para pemilih dalam mengambil keputusan pilihan politik masyarakat, dalam menentukan pemimpin daerah ini untuk periode 5 tahun kedepan.
“Akan tetapi, melalui media debat seperti ini, publik diharapkan memperoleh manfaat atau masukan tambahan akan kualitas profil calon Gubernur yang telah atau kelak didukungnya. Sehingga tidak terjebak atau salah pilih, memberikan hak politiknya kepada Figur dalam artian pemberi cek kosong. Dimana sesungguhnya pemerintah adalah fasilitator serta regulator pembangunan. Itu juga bukan berarti semua permasalahan dan tuntutan masyarakat bisa diserap serta dengan mudahnya diselesaikan oleh pemerintah,” pungkasnya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Prihatin SFC Alami Degradasi

Palembang, BP Gagalnya tim sepak bola kebanggan Sumatera Selatan (Sumsel) Sriwijaya FC (SFC) untuk bercokol di liga I dan degradasi ...