Home / Headline / Elektabilitas Dodi dan Giri Paling Tinggi

Elektabilitas Dodi dan Giri Paling Tinggi

BP/DUDY OSKANDAR
Lembaga Survey, Pusat Kajian Kebijakan Dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menggelar press conference dinamika pemilih dalam pelaksanaan Pilkada langsung Provinsi Sumsel Juni 2018 di Hotel Aston, Kamis (21/6).

Palembang, BP
Lembaga Survey, Pusat Kajian Kebijakan Dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menggelar press conference dinamika pemilih dalam pelaksanaan Pilkada langsung Provinsi Sumsel Juni 2018 di Hotel Aston, Kamis (21/6). Dari hasil survei, elektabilitas Paslon pasangan nomor 4 H Dodi Reza Alex dan HM Giri Ramandha N Kiemas mengungguli paslon lainnya.
Direktur Utama Puskaptis Husin Yazid mengatakan pihaknya melakukan survey di 17 kabupaten kota dengan 141 Kecamatan dan jumlah sampel 242 kelurahan atau desa.
Dimana pihaknya, menggunakan teknik pengambilan sample wilayah dan responden yaitu teknik Multistage Random Sampling dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 17 Kabupaten /kota se Sumsel, margin of error sekitar 2,8 persen, tingkat kepercayaan 95 persen, dengan waktu survei dilaksanakan pada kurun waktu 6- 12 Juni 2018 lalu.
Menurut Husin Yazid,  tingkat kesukaan pemilih terhadap paslon yang diusung Golkar, PDI Perjuangan dan PKB ini paling tinggi dibanding 3 paslon lainnya.
Dimana Dodi- Giri memiliki ketersukaan dari publik atau masyarakat sebanyak 69,66 persen, disusuk Herman Deru-Mawardi yang mencapai 56,65 persen, Ishak-Yudha 41,25 persen dan paslon Aswari- M Irwansyah mencapai 17,95 persen.
“Dari hasil survei jika dilakukan pemilihan saat ini, pasangan Dodi-Reza dipilih sebanyak 36,25 persen, disusul Deru-Mawardi sebanyak 30,06 persen, Ishak-Yudha 15,25 persen, dan Aswari-Irwansyah sebanyak 5,20 persen. Sementara swing voters sebanyak 13,24 persen,” katanya.
Ditambahkan Husin, tren positif kenaikan elektabilitas Dodi-Giri juga paling tinggi dibanding lainnya. Dimana sebelumnya elektabilitas Dodi-Giri sebesar 33,15 persen naik menjadi 36,25 persen. Deru-Mawardi dari 28,16 persen naik menjadi 30,06 persen, Ishak-Yudha dari 14,30 persen menjadi 15,25 persen, dan Aswari- Irwansyah dari 7,15 persen turun menjadi 5,20 persen.
“Kalau kita lihat tren tiga paslon naik semua dan hanya Dodi-Giri yang naikknya signifikan. Sementara paslon Aswari-Irwansyah sendiri yang trennya negatif, elektabilitasnya malah menurun,” katanya.
Namun pasangan calon gubernur Sumsel nomor urut 3 Ishak Mekki- Yudha Pratomo, dianggap sebagai paslon yang paling dikenal masyarakat Sumsel dibanding 3 paslon lainnya. Dimana posisi Ishak- Yudha mencapai 98,60 persen, disusul Paslon nomor 1 Herman Deru-Mawardi Yahya sebesar 97,37 persen.
Kemudian Dodi Reza-Giri Ramanda dengan angka 97,25 persen. Sementara Saifudin Aswari Rivai- M Irwansyah diangka 88,43 persen.
“Untuk tingkat animo masyarakat memilih tinggi untuk pilgub untuk partisipasi pemilih bisa diatas 70 persen. Sedangkan 30 sampai 35 persen ini pemilih pemula,” katanya.
Posisi militansi pemilih terhadap paslon Cagub Sumsel 2018 adalah Dodi dan Giri 96,80 persen. Herman Deru dan Mawardi 94,97 persen. Ishak Mekki dan Yudha 93,45 persen dan Saifudin Aswari dan Irwansyah 88,75 persen.
Husin menambahkan, Untuk alasan utama memilih nama paslon tersebut karena tegas dan disiplin, peduli, visi dan misi, program kerja, berpengalaman, berani, bertanggungjawab, berprestasi, baik dsn jujur serta merakyat.
Selain program kerja, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan Gubernur dan Wagub Sumsel diantaranya tergantung pilihan partai, anjuran teman/tetangga, anjuran tokoh nasional, pemberian uang dan pemberian sembako.
“Tingginya elektabilitas Dodi dan Giri karena Faktor pertama adalah figur. Integritas dan mewakili pemikih pemula. Faktor kedua mesin polituk pendukung dan relawan,” katanya.
Pengamat Politik Sumsel Joko Siswanto dalam kesempatan tersebut mengapresiasi survey yang dilakukan Puskaptis.
“Saya menyambut positif Puskaptif merilis surveinya. Dari sisi metodologis tidak ada yang salah dengan surveinya. Respondennya cukup dan mewakili 17 kabupaten kota. Yang terkenal belum tentu dipilih. Pak Ishak terkenal tapi dari tingkat keterpilihan belum tentu dipilih. Ini artinya . Tingkat kesukaan ada korelasi. Identitifikasi partai, figur dan isu,” katanya.
Menurut Joko, orang memilih itu sama seperti jatuh cinta. Kalau sudah suka sulit untuk berpindah lagi. Kalau kursi di DPRD nya banyak. Itu bisa menang. Karena komstituennya juga banyak.
Soal pemberian uang itu persentasenya kecil. Tapi politik uang itu bisa terjadi dan mempengaruhi partisiasi.
“Survei Puskaptis ini logis. Swing footer ini yang bisa merubah hasil survei. 13,02 persen ini yang mengambang. Mereka ini kelas menengah dan kelas atas.Saya tidak melihat politik identitas. Kecerdasan intelektual, emosi akan terlihat di debat kandidat Gubernur tahap II malam ini,” katanya.
Pengamat politik Sumsel Ade Indra Chaniago mengatakan, trend ini peningkatan suara ini cenderung landai. “Saya sangat yakin hasilnya akan terus meningkat. Signifikan untuk pasangan Dodi dan Giri ini lebih tinggi dari yang lain. Jadi sulit bagi paslon lain untuk mengejar Dodi-Giri,” katanya.
Menurutnya, masih ada peluang masing masing kandidat untuk memperoleh angka lebih dari ini. “Malam ini ada debat Gubernur tahap II, trend elektabilitas juga dipengaruhi di debat. Saya yakin Dodi dan Giri menang. Saya yakin angka Dodi akan terus naik. Karena swing footer ini sudsh mulai turun. Masing masing paslon mempersiapkan diri semaksimal mungkin ada debat malam ini,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gugatan Dodi-Giri Segera Disidangkan Di MK

Palembang, BP Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 70 permohonan terkait sengketa pemilukada serentak yang berlangsung 27 Juni kemarin. Dari daftar ...