Home / Headline / 4 Syawal, SMB II Diasingkan Ke Ternate, Diperingati Dengan Yasinan

4 Syawal, SMB II Diasingkan Ke Ternate, Diperingati Dengan Yasinan

BP/IST
SMB IV, RM Fauwaz Diradja (Berkacamata, Tengah) bersama sejumlah seniman, budayawan, akademisi dan masyarakat kota Palembang dan tokoh masyarakat Palembang, Senin (18/6) usai peringatan 4 syawal di kediamannya.

Palembang, BP
Pada hari Rabu, 4 Syawal 1236 H. ( 1821 ) diberangkatkan Sri Paduka Suhunan Mahmud Badarudin diasingkan oleh Belanda dari Negeri Palembang Darussalam ke Betawi (Jakarta) kemudian dilanjutkan ke Ternate.
Sebagai Sultan Palembang Darussalam , karena Suhunan Mahmud Badaruddin tidak pernah menyatakan kalah perang apalagi menyerahkan Kekuasaannya kepada Belanda disaat Ia ditangkap dan diasingkan, seperti lazimnya pihak yang kalah biasanya membuat perjanjian atau pernyataan kalah dalam peperangan, baik berupa “LANGE VERKLARING” maupun “KORTE VERKLARING” kepada Belanda dan pihak-pihak lainnya.

Fakta sejarah tersebut kini terlupakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah di kota Palembang.
Momen di asingkan Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) ke Ternate tepatnya tanggal 4 syawal 1236 H (1821) lalu bertepatan dengan Senin (18/6) diperingati bersamaan dengan halal bi halal Idul Fitri 1439 bertempat di istana Adat SMB III. Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan Sultan Muhammad Mansyur no 776 32 Ilir Palembang .

Baca:  Gubernur: Kalau Saya Masih Punya Waktu

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Kerukunan Keluarga Palembang (KKP) Ir. Kgs H. Abdul Rozak, Ketua DKP Palembang Vebri Alintani, sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji, sejumlah seniman, budayawan, akademisi dan masyarakat kota Palembang dan tokoh masyarakat Palembang.
Acara dimulai dengan pembacaan yasin dan di selingi dengan diskusi ringan dan makan bersama.

Menurut Sultan Mahmud Badaruddin IV, Raden Muhammad Fauwaz Diraja (SMB IV) bahwa Momentum 4 syawal 1236 H (1821) itu adalah momen dimana SMB II diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda dari Palembang ke Ternate dengan kapal laut.

“Atas dasar momen 4 syawal inilah kita gunakan selain untuk mempererat bersilaturahmi juga sebagai ajang mengenang sejarah Pahlawan Nasional dan simbol perlawanan Palembang melawan penjajahan,” kata SMB IV Disela dalam acara Halal Bihalal di Kediaman SMB IV, Senin(18/6).

Baca:  Warga Dihimbau Segera Urus E-KTP Untuk Ikut Pilkada 2018

Dikatakan SMB IV, Dalam memaknai peristiwa tersebut yang perlu di ambil hikmanya adalah dimana SMB II diasingkan ke Ternate maka ingatlah bahwa pejuang SMB II dahulu adalah orang-orang yang tak kenal menyerah sampai akhir hayat dan hari ini juga sebagai pengingat bahwa jangan lagi hidup dijajah.

“Untuk mengenang peristiwa tersebut terciptannya syair yang dibuat oleh cucu SMB II Raden Haji Abdul Habib Prabu Diratjah yang lahir di Ternate, yang menggambarkan perjuangan SMB II ketika sebelum diasingkan ternate sampai diasingkan oleh penjajah Belanda ke Ternate,” katanya.

Dengan kegiatan ini menurutnya, masyarakat Palembang diingatkan akan serah Kesultanan Palembang Darussalam yang hingga kini tidak pernah menyerah dengan Belanda.

Sedangkan Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Vebri Al Lintani mengatakan, kalau setiap 4 syawal dirinya selalu teringat dengan syair yang dibuat oleh cucu SMB II yang lahir 9 Syawal 1236 H tersebut, dimana syair itu selalu di lantunkan setiap tanggal 4 syawal untuk mengenang SMB II dan tidak hanya itu saja, syair tersebut dilantunkan saat pemberian pemberian gelar.

Baca:  Ikon Kuliner Palembang Akan Disertifikasi Halal

“Bagi saya syair ini penuh makna karena syair ini mengingatkan bahwa kalau tidak dikhianati dan tidak di ciderai kita tidak akan kalah melawan penjajah,” kata Vebri.

Vebri menambahkan, dalam sejarahnya SMB II ini tidak pernah mau menyerah dan tidak pernah memberikan mandat kepada siapapun, beliau pergi pada 4 syawal tersebut untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih besar dan menyelamatkan seluruh warga Palembang dari penjajah pada waktu itu dan sampai di Ternate pun beliau tidak pernah menyerah dan bahkan beliau menjadi penasehat sultan di Ternate pada waktu itu karena beliau itu Alhafiz dan Ulama yang cerdas dan pintar di masanya.

Momen ini menurut Vebri, sangat penting bagaimana masyarakat Palembang harus memaknai perjuangan SMB II dalam melawan penjajah dimana dan dalam kaitan tersebut SMB II juga mengajarkan kepada masyarakat Palembang bahwa diasingkannya SMB II ke Ternate bukti keinginan kuat SMB II agar masyarakat Palembang harus bersatu dan jangan mudah di adu domba oleh pihak manapun.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Prihatin SFC Alami Degradasi

Palembang, BP Gagalnya tim sepak bola kebanggan Sumatera Selatan (Sumsel) Sriwijaya FC (SFC) untuk bercokol di liga I dan degradasi ...