Home / Headline / HUT Kota Palembang Itu Harusnya 16 Juni………

HUT Kota Palembang Itu Harusnya 16 Juni………

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana doa bersama, pemotongan tumpeng di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) pada Sabtu sore, Sabtu (16/6).

Palembang, BP
Svasti śrī śakavaŕşātīta 605 (604 ?) ekādaśī śu
klapakşa vulan vaiśākha dapunta hiya nāyik di
sāmvau mangalap siddhayātra di saptamī śuklapakşa
vulan jyeşţha dapunta hiya maŕlapas dari minānga
tāmvan mamāva yamvala dualakşa dangan ko-(sa)
duaratus cāra di sāmvau dangan jālan sarivu
tlurātus sapulu dua vañakña dātamdi mata jap
sukhacitta di pañcamī śuklapakşa vula …
laghu mudita dātam marvuat vanua…
śrīvijaya jaya siddhayātra subhikşa…

Artinya:

Selamat ! Tahun Śaka telah lewat 604, pada hari ke sebelas
paro-terang bulan Waiśakha Dapunta Hiyang naik di
sampan mengambil siddhayātra. di hari ke tujuh paro-terang
bulan Jyestha Dapunta Hiyang berlepas dari Minanga
tambahan membawa bala tentara dua laksa dengan perbekalan
dua ratus cara (peti) di sampan dengan berjalan seribu
tiga ratus dua belas banyaknya datang di mata jap (Mukha Upang)
sukacita. di hari ke lima paro-terang bulan….(Asada)
lega gembira datang membuat wanua….
Śrīwijaya jaya, siddhayātra sempurna….

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana doa bersama, pemotongan tumpeng di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) pada Sabtu sore, Sabtu (16/6).

Demikian bunyi prasasti Kedukan Bukit yang merupakan akte kelahiran Kerajaan Sriwijaya.
Sayang, walaupun HUT kota Palembang dan HUT provinsi Sumsel berawal dari Prasasti Kedukan Bukit namun dalam pelaksanaannya peringatan HUT baik kota Palembang terutamanya waktunya tidak tepat dengan penanggalan dari Prasasti Kedukan Bukit.
“Dahulu orang tahunya Palembang itu ibukota Sriwijaya. Meliputi berbagai wilayah termasuk sungai Batanghari 9. “Termasuk pulau Bangka, Jambi, Bengkulu dan Lampung (Sumbagsel),” kata Sejarahwan Sumsel, Kemas Ari Panji SPd MSi saat memberikan paparan sejarah di acara doa bersama, pemotongan tumpeng di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) pada Sabtu sore, Sabtu (16/6).
Apalagi, menurutnya, orang lahir ke dunia ini punya Akte Kelahiran, atau minimal Surat Kenal Lahir.
Sebuah kota pada umumnya “lahir” dimulai dari sebuah pemukiman sederhana yang terdiri dari beberapa rumah tinggal lama kelamaan berkembang menjadi sebuah kota, tanpa Akte Kelahiran. Jarang dan bahkan nyaris tidak ada sebuah kota mengalami perjalanan sejarah terbentuknya dicatat dalam sebuah catatan. Apalagi dalam bentuk sebuah prasasti. Śrīwijaya boleh jadi merupakan satu-satunya kota di Indonesia bahkan dunia yang kelahirannya tercatat dalam sebuah prasasti, yaitu Prasasti Kedukan Bukit.
“Kota awal Sriwijaya di Palembang yang dibangun tanggal 16 Juni 682 masehi, satu-satunya kota di Indonesia dan mungkin didunia yang mempunyai akte kelahiran, yaitu Prasasti Kedukan Bukit,” katanya.

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana doa bersama, pemotongan tumpeng di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) pada Sabtu sore, Sabtu (16/6).

Penetapan penanggalan prasasti kedukan bukit ini menurutnya, lalu dijadikan hari lahir kota Palembang yang tepat jatuh di setiap tanggal 16 Juni. Maka itulah ditetapkan menjadi hari lahir Palembang yang saat ini berusia 1335 tahun.
Sayangnya saat perumusan di era walikota R.A. Arifai Tjek Yan, digeserlah tanggal 16 ini menjadi tanggal 17 Juni 683 untuk mengambil moment HUT Palembang.
“Atas perumusan itulah yang menjadikan Palembang kota tertua di Indonesia yang mana saat ini berusia 1335 tahun,” ujarnya.
Sayangnya sesuai dengan fakta sejarah, seharusnya HUT kota Palembang di tanggal 16 Juni. Namun dalam HUT Kota Palembang 2018 , peringatannya malah menurutnya dilakukan tanggal 4 Juni 2018.
Ia berharap, ke depan pemerintah kota dan provinsi menjadikan 16 Juni ini sebagai peringatan spesial dengan menggelar event pariwisata dan budaya. “Jangan melupakan sejarah, karena kita ketahui bahwa Sriwijaya merupakan kerajaan maritim terbesar di Asia,” katanya.
Dia berharap pemerintah daerah melibatkan kalangan sejawaran dalam mengambil kebijakan sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan sejarah yang ada.
Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan, kalau peringatan HUT Kerajaan Sriwijaya jika tidak dilakukan peringatannya sesuai dengan tanggalnya maka sejarah akan terlupakan .
“ Kita perlu mengingatkan generasi-generasi sekarang bahkan kepada orang-orang yang ada saat ini, mungkin selama ini tidak yang banyak mengetahui bahwa hari lahir Kerajaan Sriwijaya sesuai dengan prasasti kedukan bukit yaitu 16 Juni 682 masehi, kenapa Palembang berusia Palembang berusia 1335 tahun itu sesuai dengan sejarah bukan legenda, tercatat dalam sejarah, kita yang berdiri di tanah leluhur Sriwijaya ini harus mengetahuinya, “ katanya.

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana doa bersama, pemotongan tumpeng di Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) pada Sabtu sore, Sabtu (16/6).

Menurutnya, pergelaran doa bersama memperingati hari lahir Kerajaan Sriwijaya yang jatuh setiap 16 Juni merupakan sebagai upaya pemerintah untuk menggali kembali sejarah Kerajaan Sriwijaya. “Kegiatan ini tujuannya mengetahui tanggal, arti, nilai penting Kerajaan Sriwijaya,” katanya.
Selain itu undang-undang pemerintahan sudah beberapa kali berubah, dan tidak mungkin menyamakan konsep pemerintahan dengan konsep sejarah .
“ Tapi kita berharap suatu saat Walikota Palembang , bisa menyatukan hari jadi kota Palembang ini yang sesuai dengan prasasti kedukan bukit,” katanya.
Irene berharap, kegiatan doa bersama ini tidak hanya diisi dengan acara makan tumpeng saja tetapi juga mengetahui lebih dalam mengenai kisah Kerajaan Sriwijaya. “Prasasti Kedukan Bukit yang ada di TPKS menjadi salah satu bukti akta lahirnya Kerajaan Sriwijaya dan harus terus diketahui oleh generasi bangsa terkhusus masyarakat Sumsel,” katanya.#osk

Baca:  Bawaslu Jangan Jadi Stempel Penguasa
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Royana Terharu, SLB Negeri Kabupaten PALI Mulai Belajar

PALI,  BP Kegiatan belajar-mengajar sudah dimulai di Sekolah Luar Biasa Negeri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Untuk yang pertama ...