Home / Headline / Polda Selidiki Dugaan Panwaslu Tak Netral di Empatlawang

Polda Selidiki Dugaan Panwaslu Tak Netral di Empatlawang

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin bersama Kapolda dan Pangdam II Sriwijaya meninjau lokasi bentrok antar-massa pendukung calon bupati Empatlawang.

Palembang, BP–Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara bersama Panglima Kodam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengunjungi lokasi bentrok antarmassa pendukung calon bupati Empatlawang di Desa Padang Tepong, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empatlawang, Rabu (13/6)

Kapolda Sumsel mengatakan, pihaknya akan menyelidiki dugaan adanya penyelenggara pemilu di Kabupaten Empatlawang yang bertindak tidak netral dengan memihak salah satu calon.

“Saya perintahkan kepada Direktur Intel dan Keamanan serta dan Asintel Kodam untuk memonitor penyelenggara pemilu yang memihak salah satu calon. Akan kami proses,” tegas Kapolda.

Baca:  Gubernur Alex Minta Pertagas-PLN Tidak Seenaknya Pindahkan Galian Utilitas

Zulkarnain menjelaskan, dugaan keberpihakan penyelenggara pemilu ini ditenggarai menjadi pemicu terjadinya bentrok antarmassa pendukung calon nomor urut 1, H David Hardiyanto-H Eduar Kohar dan timses nomor urut 2, Joncik Muhammad-Yulius, yang menyebabkan tewasnya satu orang serta tiga lainnya kritis.

Kapolda menegaskan kepada pelaku penembakan untuk menyerahkan diri.

“Terhadap pelaku penembakan, saya perintahkan kepada Kasat Reskrim untuk menjemput dan menangkap pelaku tersebut. Saya beri waktu satu hari satu malam agar segera menyerahkan diri kepada polres Empatlawang. Kalau tidak, kami akan melakukan tindakan tegas,” ujar Kapolda.

Tiga petinggi di Sumsel ini segera menemui dua pasangan calon untuk menenangkan masing-masing massa agar situasi tetap kondusif menjelang hari pencoblosan.

Baca:  Wapres Akui Progres Venue Sumsel Bagus, Alex Noerdin Undang Wartawan Nasional ke Jakabaring

Zulkarnain berharap massa pendukung dari dua paslon saling menahan diri dan tidak menciptakan suasana panas di Empatlawang. Sehingga masyarakat bisa merasa aman ketika pencoblosan.

“Kami mengucapkan bela sungkawa terhadap korban meninggal dari kejadian tersebut,” jelas Zulkarnain.

Sementara itu, Pangdam II Sriwijaya Mayjen AM Putranto menambahkan, TNI sangat mendukung Polri dalam menciptakan suasana yang kondusif selama Pilkada.

“Kami mendukung Polda Sumsel untuk menegakkan hukum terkait kejadian tersebut, kami akan mendukung sepenuhnya kepada Polri untuk menciptakan keamanan. Jangan pernah berpikir untuk berbuat hal hal yang anarkis, karena negara kita ini bukan negara bar-bar,” tegas Pangdam.

Senada, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Jangan terprovokasi oleh hal yang simpang siur serta mempercayakan penyelesaian kasus terhadap kepolisian.

Baca:  Gubernur Sampaikan Rasa Belasungkawa Atas Berpulangnya Ayahanda Tito Karnavian

“Polisi pasti menangkap tersangka, cepat atau lambat. Lebih baik menyerahkan diri secepatnya. Saya imbau masyarakat agar menjaga keamanan dan kondusifitas lingkungannya sendiri,” ujar Alex.

Bentrok antarmassa pendukung terjadi sekira pukul 16.00. Bermula saat paslon nomor urut 1 H David Hardiyanto-H Eduar Kohar akan berkampanye di Desa Simpang Perigi, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Empatlawang. Rombongan terhenti di Desa Padang Tepong, lantaran mendapat informasi mereka akan dihadang massa paslon nomor urut 2.

Saat dihadang itulah, kedua kubu pendukung semakin memanas dan beberapa orang dari massa pendukung nomor 1 akhirnya melepaskan tembakan. Belum diketahui motifnya tiba-tiba kedua timses Paslon tersebut terlibat bentrok. # idz/osk

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Terkejut Tanah Depan Pasar 16 Ilir Retak, Keluar Lumpur

Palembang, BP Pedagang Pasar 16 Ilir,  Palembang terkejut dan sempat menyangka terjadi gempa akibat getaran sebelum retaknya jalan dan keluarnya ...