Home / Headline / Disdik Sumsel Harus Buka Peserta Ujian dan Daftar Ijasah Mawardi Yahya

Disdik Sumsel Harus Buka Peserta Ujian dan Daftar Ijasah Mawardi Yahya

BP/DUDY OSKANDAR
Syamsul Rizal yang memiliki data dan informasi dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Mawardi Yahya bersama Aminulah, Ketua LSM Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KAPAKKN) Sumsel saat menunjukkan bukti baru kepada wartawan, Selasa (12/6).

Palembang, BP

Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) ditantang untuk membuka daftar peserta ujian dan daftar ijasah di STM Pertambangan Palembang milik Calon Wakil Gubernur (cawagub) Sumsel H Mawardi Yahya yang diduga menggunakan ijasah palsu saat pencalonannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel.

Syamsul Rizal yang memiliki data dan informasi dugaan penggunaan ijazah palsu oleh Mawardi Yahya memastikan untuk penuntaskan permasalahan dugaan ijasah palsu Mawardi Yahya disamping dua bukti baru yaitu pengakuan Syahril Anwar dan Helmansyah, dua alumni STM Pertambangan tahun 1977 telah membuat pernyataan diatas meterai Rp6000 dan disahkan cap notaris bahwa pernah menjadi siswa STM Pertambangan Palembang dari tahun 1975 sampai 1977 ( atau dari kelas satu sampai kelas tiga ) dan lulus ujian.

Dan semasa menjadi siswa STM Pertambangan Palembang tahun 1975 sampai 1977 mereka tidak pemah melihat maupun mengenal Mawardi Yahya sebagai siswa STM Pertambangan Palembang tahun 1975 sampai 1977.Selain itu mereka juga tidak pernah melihat Mawardi Yahya praktek lapangan diperusahaan Tambang ( PT TABA Muara Enim, PT Stanvac Indonesia di Pendopo , PT Timah Bangka ) yang ada di Sumatera Selatan sebagai syarat utama untuk bisa mengikuti ujian akhir tahun 1977.

Baca:  MGMP Sejarah Kota Palembang Berharap Jangan Ada Gonjang Ganjing Ganti Kurikulum

Selain itu dirinya meminta Kepala Diknas Sumsel Widodo membuka daftar peserta ujian dan daftar ijasah di STM Pertambangan Palembang saat itu.

Dia menegaskan jika masalah ini sudah lama dipersoalkannya, dan tidak ada dendam pribadi dirinya dengan Mawardi. Namun lebih ke tanggung jawab dirinya selaku masyarakat yang bersusah payah bersekolah.

“Pada saat calon wakil gubernur tersebut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD, ijasah yang yang dia cantumkan saat itu SMEA sedangkan dia insinyur, jadi salah satu TU nyeletuklah , ngapo bapak Insinyur menyodorkan SMEA , lalu di ganti di ganti dengan ijasah STM Tambang, “ kata kepada wartawan disalah satu rumah makan, Selasa (12/6).

Selain itu pihaknya, menuntut tim forensik Polda Sumsel melakukan penyelidikan ulang, meski kasus ini sudah dilakukan pada 2004 lalu. Dijelaskannya, dari ijazah atau Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) yang dikeluarkan Sekolah Teknologi Menengah (STM) jurusan Pertambangan pada 1977 lalu, dirinya mengetahui jika tidak pernah ada siswa tersebut.

Selain itu jika melihat dipoto di buku induk sekolah dengan ijasah berbeda siswa yang benar-benar sekolah pasti berbeda namun untuk Mawardi potonya sama semua.

“Poto itu ditempel di buku induk ternyata sama dengan ijasah itu tidak mungkin , itu tidak ada yang melihat selain aku,” katanya.

Baca:  Kota Palembang Siapkan Paket Wisata Untuk Peserta Asian Games 2018

Selain itu, dalam buku induk pasti di pasang poto siswa, kemudian di cap, lalu dimakan rayap, dan cap itu pasti rontok, “ Ini cap tidak rontok, poto yang rontok, artinya poto ini tua dan rusak ditempel lalu di cap, itu tidak ada orang yang menemukan,” katanya.

Dirinya tidak akan berhenti mengungkapkan kasus ini , ada titiknya Mawardi akan terjerat hukum.

Terhadap bantahan Mawardi, Syamsul tidak mengubrisnya.

Menurut Syamsul, jika Mawardi mengatakan kasus ini pembunuhan karaternya, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.

” Silahkan saja, pasti dia kena, kapanpun, aku yakin ini , silahkan kita beragumentasi , siapo? nak professor ujung langit taruh disitu kita ngomong masalah ijasah ini,” katanya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesatuan Aksi Pemantau Korupsi, Kolusi Dan Nepotisme (KAPAKKN) Aminullah meminta mendesak pihak Disdik Sumsel mengeluarkan nama –nama peserta ujian dan daftar ijasah yang terpakai.

“ Jika ingin dan itu harus ada , itu yang kita tuntut,” katanya.

Selain itu pihaknya mendesak pihak kepolisian untuk membuka kembali dan kembali mengusut kasus ini sehingga menjadi jelas dan terang.

“Kita berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan segera memberikan daftar peserta ujian dan siswa yang lulus ujian STM Tambang ditahun dimana diduga salah satu kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel dinyatakan lulus ujian. Kalau didaftar tersebut ada nama kandidat calon Wakil Gubernur Sumsel berarti ijazah STM Pertambangan yang selama ini digunakan asli tapi jika tentu pihak kepolisian harus segera bertindak,” katanya.

Baca:  Dua Bukti Baru Bakal Mentahkan Bantahan Mawardi dan Polisi

Menurut Aminullah, inilah satu satu cara untuk mengungkap kebenaran yang selama ini belum terungkap. “Kita berharap pihak Disdik bisa koorperatif, sebab dugaan ijazah palsu ini sudah kita laporkan ke Bareskrim Polri,”katanya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Drs Widodo MPd mengatakan, Disdik Provinsi akan membuka pintu selebar-lebarnya jika ada pihaknya terkait dalam hal ini pihak kepolisian mengusut kembali masalah dugaan ijazah palsu ini. Selain itu, pihaknya juga akan memberikan data-data yang diminta dan diperlukan terkait masalah tersebut.

“Ya kita pasti mendukung jika itu untuk mengungkapkan kebenaran. Sebab kita dari Disdik tidak bisa menetapkan apakah ini benar atau salah. Sebab itu bukan wewenang kita tapi wewenang aparat hukum,” kata Widodo saat menerima audensi para saksi terkait dugaan ijazah palsu salah satu kandidat Wakil Gubernur Sumsel tersebut beberapa waktu lalu.

Sebelumnya Mawardi Yahya menilai hal tersebut sebagai bentuk pembunuhan karakter terhadap dirinya. Hal tersebut menurut mantan Bupati Ogan Ilir ini untuk melemahkan dirinya di mata masyarakat. “Kalau mau tahu tentang ijasah saya , silahkan ditanyakan ke Diknas Sumsel,” kata Mawardi.

Apalagi dirinya pernah dua kali kali menjadi Ketua DPRD OKI, dua kali menjadi Bupati Ogan Ilir dan ijasahnya selalu diverifikasi Diknas Sumsel.“Dan masyarakat Sumsel tidak bisa di bodohi lagi karena masyarakat Sumsel sudah cerdas, biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Antar Siswa Muba ke Kelas MRSHS, Dodi Sampaikan Banyak Pesan

Perth, Australia, BP–Mengikuti Pelatihan Pendidikan di Margaret River Senior High School Australia (MRSHS), pada Jumat (19/10), tampak siswa-siswi dan guru ...