Home / Headline / DPT Banyak Bermasalah, Pilkada Palembang Harus Ditunda

DPT Banyak Bermasalah, Pilkada Palembang Harus Ditunda

BP/DUDY OSKANDAR
Tim Advokasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2018 Sarimuda Sarnubi-Abdul Rozak saat melapor ke KPU Palembang, Senin (11/6).

Palembang, BP

Ketua Tim Advokasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2018 Sarimuda Sarnubi-Abdul Rozak, Febuar Rahman menilai Pilkada Palembang dinilai banyak permasalahan yang dinilai sangat massive.
“Kita sudah dapatkan sample di 17 kecamatan semua bermasalah, lebih dari 100 ribu kita temukan pemilih ganda , pemilih tidak jelas , pemilih tidak sah, ini direkayasa, karena disitu ada yang ditukangi, dengan DPT ini rasanya tidak mungkin di jalan dengan benar pilkada, “ kata Febuar saat ditemui di KPU kota Palembang, Senin (11/60.
Atas temuan tersebut dia mengaku sudah melapor ke KPU Sumsel dan Panwaslu Palembang dan KPU Palembang.
“ DPT kita baru dapat, lalu kita cek dapatkan permasalahan ini , kita justru khawatir terlalu dekat ini , kalau jauh bisa diperbaiki DPT, ammpu tidak KPU memperbaikinya, KPU harus di tunda , kalau masih seperti ini yakinlah pasti terjadi keributan bukan hanya Pilkada Palembang ini berimbas ke Pilgub Sumsel dan salah satu calon walikota Palembang pasti diuntungkan , untuk paslon Sarimuda-Rozak jika terjadi kecurangan pasti meledak,” katanya.
Dan bukan tidak mungkin ini juga perencanaan kecurangan sampai ke pileg dan pilpres, dimana DPT yang membengkak , kertas suara membengkak, pemilih tidak jelas tidak masuk.
Menurut Febuar adanya, temuan pemilih ganda ini setelah tim nya menerima salinan DPT resmi dari KPU Palembang.
Setelah diteliti, di dalam DPT Sukarame ditemukan begitu banyak jumlah pemilih dengan nama dan NIK yang sama, namun memiliki perbedaan tempat memilih.
Tak hanya itu, tim advokasi paslon nomor urut 2 juga menemukan banyak calon pemilih tidak memiliki nomor Kartu Keluarga, namun ditetapkan sebagai pemilih yang terdaftar di DPT.
“Adanya temuan ini berpotensi muncul pemilih siluman. Pemilih dengan identitas palsu bisa saja menguntungkan salah satu calon tertentu dan pelaksanaan Pilkada jadi tidak fair,” kata Febuar, Minggu 10 Juni 2018
Menurut Febuar, dari 512 mata pilih di Kelurahan Kebun Bunga, tim advokasi Sarimuda-Rozak hanya menemukan sekitar 20 pemilihan yang valid. Pihaknya juga memastikan temuan DPT ganda tidak hanya ada di Kelurahan Kebun Bunga, namun terdapat disejumlah Kelurahan dari 18 Kecamatan.
Pihaknya menduga, DPT ganda sengaja diterbitkan dengan maksud untuk memanipulasi data dan informasi pemilih yang berhak memberikan suara di TPS pada Pilkada Palembang dan Pilgub Sumsel 2018.
Sehingga, apabila tetap digunakan sebagai pedoman dalam proses pemungutan suara dapat menimbulkan kecurangan dan dimanfaatkan salah satu pasangan calon tertentu.
“Pelaksanaan Pilkada hanya menyisakan waktu sekitar dua pekan. Dan saya rasa perbaikan ini akan memakan waktu cukup lama sehingga Pilkada berpotensi tertunda. Karena jika diteruskan dengan situasi ini maka Pilkada tidak akan menghasilkan pemimpin terbaik, berdasarkan pilihan rakyat,” tegas Febuar.

Baca:  KPU Sumsel Monitoring Proses Cetak Surat Suara Pilgub

Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan mengatakan kalau pihaknya mengapresiasi apa yang disampaikan Tim Advokasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Palembang 2018 Sarimuda Sarnubi-Abdul Rozak, Febuar Rahman dan segera menindaklanjutinya.
#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kawan Lamo Peduli Lombok, Tetap Jalan Hingga Pasca Musibah

Palembang, BP Dimalam pembukaan Asian Games “Kawan Lamo Peduli Lombok” tetap melakukan gala musik amal yang kini donasinya telah mencapai ...