Home / Headline / Ketua RT Minta Intensif Dibayarkan

Ketua RT Minta Intensif Dibayarkan

BP/IST
Ilustrasu Intesif RT

Palembang, BP
Ketua RT 17 , Rw 03, Kelurahan Pulokerto , Kecamatan Gandus Wiem Gazali mengaku kalau hingga kini belum di bayar intensif oleh Lurah dari bulan Mei dan Juni 2018.
“Sudah kita tanya dengan Lurah dan dia katakan masa jabatan kami habis bulan April , yang belum dibayarkan kami bertiga , RT 06, O2, 17, Gandus, kalau kami di ganti harus diberikan surat pemberitahuan ini tidak ada sama sekali ,” katanya, Senin (11/6).
Dia mengaku intensif ketua RT perbulan Rp600 ribu.
“Aku bulan 5 masih jalankan tugas sebagai RT, buat NA warga, lalu kami dipanggil buat PBB warga , kami suruh bagikan dengan warga,” katanya.
Sedangkan ketua RT 02, Kelurahan Pulokerto, Gandus, Herman mengharapkan intensif bisa di cairkan karena akan di pakai untuk kebutuhan lebaran.
“ Kami belum lapor ke Pemkot dan kejadian ini sudah dua kali, kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan,” katanya.
Pejabat sementara (Pjs) Walikota Palembang Ahmad Najib secara resmi menanda tangani Kenaikan insentif Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT-RW) sekota Palembang. Kenaikan insentif RT dan RW ini sudah direncanakan Walikota Palembang Harnojoyo sejak 2017, hari ini resmi naik.
”Suratnya sudah saya tandatangani.Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang juga tidak ada masalah lagi,” jelasnya.
Insentif RT dan RW mengalami kenaikan hingga 100% dari sebelumnya 300rb perbulan naik jadi Rp600 ribu. Kenaikan Ini sesuai plang pemerintah kota Palembang (pemkot) yang sudah jadi rencana sejak 2017 lalu.
Menurut Pjs Walikota Palembang Kenaikan insentif RT dan RW atau pengganti opersionalnya ini, sudah selayaknya dinaikkan. Mengingat kebutuhan yang saat ini serba meningkat. Pjs Walikota Palembang menyampaikan keinginannya untuk menaikkan insentif RT dan RW ini hingga 2jt rupiah namun hal ini sangat bergantung pada kondisi keuangan kota Palembang.
“Kalo kita maunya gaji RT ini naik jadi Rp2 juta perbulan, tapi harus disesuaikan dengan keuangan kita. Jadi seluruh Ketua RT/RW bersyukurlah, dapat insentif Rp600 ribu tapi halal dan tenang. Dari pada dapat Rp2 miliar tapi pake jaket orange KPK, sama saja bohong,” katanya.
Dengan adanya kenaikan insentif RT/RW ini, Najib berharap kinerja garda terdepan pelayanan Pemerintah Kota Palembang ini dapat lebih maksimal.
“Kita berharap semua RT/RW dapat menjadi pelayan serta pengayom masyarakat yang baik. Jangan lihat insentifnya tapi amal ibadah yang diberikan,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang, Hoyin Rizmu menerangkan, terkait kenaikan gaji RT/RW tinggal menunggu pengajuan SPP-SPM dari pihak Kecamatan.
“Untuk yang lain sudah beres, tinggal pengajuan Surat Permintaan Pembayaran dan Surat Permintaan Membayar (SPP-SPM) yang menjadi dasar kami mengeluarkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana,” ungkapnya.
Hoyin berharap peran aktif pihak Kecamatan dalam pengajuan. Karena, pembayaran kenaikan gaji RT/RW tergantung dari Kecamatan.
“Kalo dulu melalui Tata Pemerntahan (Tapem) bisa serentak. Sekarang harus Kecamatan yang aktif,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nilai Hutang Pemprov Sumsel Turun Hingga Sebesar Rp.464, 317 Miliar

Palembang, BP Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Ishak Mekki memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan ...