Home / Headline / Ayo SFC, Rusak Rekor Kandang Barito

Ayo SFC, Rusak Rekor Kandang Barito

Palembang, BP–Sriwijaya FC kontra Barito Putera, di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Jumat (8/6) malam, menjadi laga krusial karena kedua tim sama-sama mengincar posisi puncak klasemen sementara Liga 1.

Barito Putera di posisi runner up dengan 20 poin dan SFC di peringkat ketiga dengan 19 poin.

Laga ini pun menyeret rekor kandang dan tandang dari sepak terjang kedua tim. Barito Putera di atas kertas diunggulkan karena tampil di depan pendukungnya sendiri.

Rekor kandang yang tidak terkalahkan, menjadi bukti betapa impresif Laskar Antasari kala bermain di Stadion 17 Mei, Banjarmasin.

Barito meraih empat kali kemenangan, menekuk Persija 2-1, menghajar PSIS Semarang 4-1, menekuk Bhayangkara FC 3-1 dan kalahkan PSM Makassar 2-1. Barito di kandang, imbang dari Persela Lamongan 1-1 dan Persipura Jayapura 2-2.

Belum tersentuh kekalahan di laga kandang menjadi rekor yang belum terpatahkan sampai pekan ke-12 Liga 1.

Di sisi lain, SFC justru punya tren buruk ketika melakoni laga tandang, SFC kalah dari Perseru Serui dan PSMS Medan 0-1 di laga sebelumnya.

Baca:  Eks Persija Lamar Sriwijaya FC

Tapi, dua hal itu justru menjadi pemicu Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Punggawa SFC datang dengan misi mencuri poin dan menghentikan rekor tandang di dua laga terakhir yang tidak pernah menang. Saat dapat kesempatan, tim besutan Rahmad Darmawan mengincar hasil sempurna.

“Kita memang ada masalah internal sebelumnya. Tapi saya mau fokus di laga melawan Barito, kita sudah disini dan tentu ingin dapatkan poin dan mengimbangi permainan tuan rumah,” ucap Pelatih Kepala SFC Rahmad Darmawan, Kamis (7/6).

Di bawah asuhan Jecksen F.Thiago, Barito menjadi tim yang sangat kuat dan tidak mudah untuk dikalahkan. Risky Pora dan kawan-kawan belum terkalahkan sama sekali di laga kandang.

“Ini tim yang menganut sistem progresif, di mana dalam program yang ia lakukan berkelanjutan. Pemain harus fokus, kerja keras dan mampu mengimbangi permainan Barito,” jelas eks pelatih T-Team Malaysia ini.

Musim ini, semua tim memang punya kans yang sama dapat memenangkan pertandingan. SFC sudah merasakan bagaimana kalah dari tim yang tadinya berada di papan bawah.

Baca:  Kebobolan Satu Gol Nodai Kemenangan Sriwijaya FC

Barito Putera dan tim besar lainnya juga sama, pernah merasakan hal itu. Tak ada laga tim yang namanya superior di Liga 1, semua punya kans yang sama untuk memenangkan pertandingan.

Begitupun di laga melawan Barito, meski timnya disebut-sebut punya pemain dengan nama besar, itu sama sekali tidak membantu.

“Malah Barito yang lebih baik, mereka berada di peringkat kedua dan kita ketiga. Kita harus waspada, pada seluruh pemain, ada Risky Pora, Samsul Arif, Roberto, Douglas Packer, dan pemain lainnya. Bagaimana caranya supaya tidak kehilangan poin dan memperlebar jarak di klasemen saja,” ucapnya.

Dari kubu tuan rumah, Pelatih Barito Putera Jecksen F. Thiago meminta anak asuhnya untuk tidak termakan pemberitaan di media massa yang menyebut pemain SFC sempat mogok latihan karena masalah gaji.

“Bisa saja itu malah strategi. Jangan terjebak dengan pemberitaan media, kita fokus pada tim kita sendiri dalam melawan SFC nanti. Beda kalau mereka batal ke Banjarmasin, tapi sekarang mereka ada di sini,” ucapnya.

Baca:  SFC Kalahkan PS Unsri 6-0

Sampai pekan ke-12, tim besutannya bermain sesuai dengan instruksi-nya. Target pun telah tercapai sejauh ini, tapi itu belum selesai karena kompetisi masih panjang.

Jelang melawan SFC, anak asuhnya terkenda soal fisik. Pemain baru saja kembali dari Yogyakarta, pasca melawan PS Tira.

Jeda pertandingan empat hari, satu jalan habis di perjalanan membuat stamina pemain belum 100 persen.

“Otomatis persiapan dalam sesi latihan, pemain yang turun hanya recovery saja dan pemain tidak turun latihan seperti biasa,” katanya.

Kendati jeda pertandingan cukup singkat, Jecksen telah menyusun strategi untuk dapat meredam permainan Laksar Wong Kito.

SFC punya Makan Konate, Esteban Vizcarra, Alberto Goncalves, Manuchekhr Dzhalilov, Yu Hyun Koo, Mahamadou N’Diaye, Adam Alis dan pemain lainnya, semua menjadi ancaman bagi gawang Barito.

“Jadi semua memang harus mendapatkan kawalan ketat. Tapi, itu tadi saya lebih suka menyiapkan tim saya sendiri,” tegasnya. #zal

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Apel Akbar Panwaslu se-Kota Palembang

Palembang, BP Sebanyak 3.000 pengawas, mulai tingkat Kota, Kecamatan, Kelurahan, hingga TPS mengikuti apel akbar Panwaslu se kota Palembang, dalam ...