Home / Pemerintahan / Para Seniman Palembang Tak Berpihak Ke Satu Calon Walikota Palembang

Para Seniman Palembang Tak Berpihak Ke Satu Calon Walikota Palembang

BP/IST
Anggota KBIM Vebri Al Lintani

Palembang, BP
Para seniman yang tergabung di dalam Komunitas Ibu Melayu (KBIM) menampik dukungan terhadap satu pasang calon Wako-Wawako Palembang seperti yang diberitakan salah satu media di Palembang baru-baru ini.
Menurut anggota KBIM Vebri Al Lintani yang didampingi oleh Sudarto Marelo, Benny Iskandar, Edwin Fast, Ali Goik, Iir Stoned, Anto Nara Soma, Warman P dan perupa Marta Astra, mengatakan kunjungan terhadap kandidat cawako Palembang merupakan agenda KBIM untuk memberikan masukan agar lebih peduli terhadap pembangunan kesenian.
“Kebetulan ada salah satu pasangan calon Walikota dan wakil Walikota Palembang yang lebih dulu merespon niat KBIM sehingga mendapat giliran pertama kunjungan kami. Selanjutnya, kami juga akan berkunjung ke calon lain. Kami juga ingin menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan ini bukan dilakukan oleh Dewan Kesenian Palembang, tapi murni kegiatan KBIM,” ujar Vebri, Rabu(6/6).
Ditambahkan oleh Vebri, di setiap kunjungan pihaknya membawa usulan pokok-pokok pikiran dalam membangun kebudayaan atau kesenian yang belum tersentuh dalam visi-misi para kandidat, baik cagub maupun cawako.
Beberapa usulan yang penting diprogramkan sebagai prasyarat terciptanya iklim kesenian yang baik, diantaranya regulasi kesenian, baik berupa Perda atau Perwali, infra struktur kesenian seperti gedung kesenian, sekretariat Dewan Kesenian, ruang-ruang publik kesenian, anggaran yang memadai dan penempatan SDM yang tepat di dalam instansi kebudayaan (Dinas Kebudayaan).
“Masalah-masalah tersebut merupakan bahan dialog yang dilontarkan oleh para seniman dan kemudian direspon baik oleh pasangan salah satu calon Walikota Palembang. Dialog kemudian berkembang pada usulan program walikota jika pasangan ini terpilih nantinya. Yang jelas, pertemuan ini masih sebatas dialog, belum ada komitmen dukungan,” kata Vebri.
Selain itu, Benny Iskandar, musisi yang pernah menjadi anggota legislatif Ogan Ilir juga memberikan pernyataan senada. Menurutnya, KBIM tidak hanya berkunjung ke para calon, tetapi juga ke KPU agar membuat soal tentang kebudayaan untuk kegiatan debat kandidat,
“Jika dikatakan berpolitik, gerakan kami ini juga dapat disebut politik tetapi politik kebudayaan agar kebudayaan dibicarakan, dipedulikan dan diprioritaskan oleh walikota atau gubernur yang terpilih nanti. Siapakah yang kami dukung? Kami tentu akan mendukung calon yang lebih peduli terhadap pembangunan kebudayaan atau kesenian,” ujar Benny.
Sudah bertahun-tahun para seniman mendambakan regulasi atau payung hukum kesenian, dan Gedung Kesenian. Ikhwal regulasi, setidaknya sejak tahun 2003, usulan Perda Kesenian telah diusulkan dan dirumuskan tetapi selalu kandas. Tahun ini, para seniman yang diinisiasi oleh Dewan Kesenian Palembang telah berhasil merumuskan Rancangan Peraturan Walikota Palembang tentang Kesenian.
“Naskah Rancangan Perwali ini sudah kami antarkan ke Bagian Hukum Pemkot Palembang. Harapan kami, siapapun nanti walikota yang terpilih dapat menetapkan rancangan tersebut menjadi Perwali sebagai payung hukum dalam berkesenian di kota ini” jelas musisi Ali Goik.

“Gedung Kesenian juga menjadi harapan para seniman. Sebagai kota yang bertarap Internasional selayaknya Palembang ada Gedung Kesenian sebagai wadah para pekerja seni berkumpul, berlatih, berdiskusi, berkreasi dan berpentas. Tentu kami juga berharap Walikota atau Gubernur yang terpilih nantinya juga dapat mewujudkannya,” timpal dramawan Sudarto Marelo.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Harga Kopra Jeblok, Senator Malut Minta Pemerintah Turun Tangan

Jakarta, BP–Harga kopra di Maluku Utara (Malut) jeblok sejak enam bulan terakhir. Semula Rp10.000 kini hanya dihargai Rp3.200 per kilo. ...