Home / Headline / DPRD Sumsel, Harap HET Beras Premium Turun

DPRD Sumsel, Harap HET Beras Premium Turun

BP/IST
Sujarwoto

Palembang, BP
Harga beras medium di wilayah I, yakni Jawa, Lampung, Sumatera Selatan (sumsel), Bali, NTB, dan Sulawesi masih tinggi. Pemerintah berencana memangkas harga acuan tertinggi (HET) beras medium dimana harga beras saat ini yang sebesar Rp 9.450/kg
Anggota Komisi II DPRD Sumsel , Sujarwoto menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut, apalagi di mana kondisi lebaran semakin dekat dia melihat Bulog Sumsel sudah melakukan operasi pasar.
“ Kalau beras premium turun, bagus, apalagi khan pemerintah sudah impor beras saat beras rakyat panen,” katanya, Rabu (6/6).
Malah menurutnya di mal-mal harga beras premium sudah mencapai Rp10 ribu perkilo.
“ Kalau beras premium masih 9 ribuan masih wajar bagaimana ketersediaannya nanti kebutuhan masyarakat jelang lebaran ini,” katanya.
Bagi DPRD Sumsel, bagaimana pemerintah melalui Bulog bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di pasar-pasar tradisional dan tengkulak tidak melakukan penimbunan.
“Saya lihat Bulog sudah rajin operasi pasar namun permintaan masyarakat untuk operasi pasar masih sedikit hingga kini, karena kalau operasi pasar selain beras , Bulog juga jual daging beku juga ,” katanya.
Selain itu Bulog Sumsel juga berjanji dengan pihaknya untuk kebutuhan masyarakat 3 sampai 4 bulan kedepan aman dan tidak ada hal yang perlu di khawatirkan.
“Kami di Komisi II berpedoman agar, beras, gula, daging, pokoknya sembako , yang kita jaga, Kepala Bulog yang baru kita panggil , pak M Yusuf, kami tekankan itu , sesuai harga, dia suruh operasi pasar terus, pihak Bulog Sumsel telah menjanjikan kebutuhan gula sebanyak 1 ton aman untuk lebaran, sementara untuk beras aman untuk 4 bulan kedepan. Untuk daging beku aman, dan jika masyarakat minta buka pasar murah di tempat, Bulog datang untuk daging itu,” pungkasnya.
Sementara itu Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memastikan stok daging dan beras aman.
Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Muhammad Yusuf Salahuddin mengatakan, saat ini stok beras di gudang Bulog masih mampu memenuhi kebutuhan di Sumsel dan Babel selama lebih dari 6 bulan kedepan.
Diketahui, rata-rata kebutuhan masyarakat per bulannya 4500 ton beras.
“Stok beras ini jumlahnya akan terus bertambah mengingat saat ini sudah memasuki masa panen di sejumlah wilayah di Sumsel.
Untuk tahun ini saja, sudah masuk ke gudang Bulog, pengadaan beras dari Ogan Komering Ulu dan Banyuasin sebanyak 3.000 ton,” katanya.
Dalam rangka kesiapan Ramadan, pihaknya akan menggelar gerakan stabilisasi harga pangan. Dimana selain beras dijual dengan harga murah, juga ada beberapa kebutuhan pokok yang dijual.
Adapun dalam gerakan itu, harga bahan pokok akan dijual jauh dibawah harga pasaran.
Diantaranya beras premium yang dijual Rp 11 Ribu per kilogram, minyak goreng Rp12.500 per liter, tepung terigu Rp 8000 per kilogram, gula Rp 11.500 per kilogram dan daging kerbau beku Rp 80 Ribu per kilogram.
“Saat ini stok kita melimpah. Kita sudah kerjasama dengan mitra untuk menyediakan dan memasok bahan pokok dengan brand “KITA” katanya.
Ditambah lagi, kita juga mendatangkan daging kerbau beku sekitar 60 ton ke Sumsel dan Babel,” jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa Bulog hanya menyediakan daging dan tidak menyediakan ayam.
Untuk daging beku ini untuk kebutuhan masyarakat. Karena biasanya saat dan menjelang ramadan, harga daging melonjak tinggi.
Sekarang masyarakat Sumsel dan Babel juga sudah banyak meminati daging beku ini, sehingga diyakini dapat menekan harga daging segar di pasaran nantinya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sudirman Tegoeh Sudah Masuki Masa Pensiun

Palembang, BP Jelang masa pensiun Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang Sudirman Tegoeh mencalonkan diri menjadi calon legislatif DPRD Provinsi Sumatera ...