Home / Headline / SFC, Perbaiki Rekor Tandang

SFC, Perbaiki Rekor Tandang

Palembang, BP–Sriwijaya FC memang berhasil menang besar atas Persela Lamongan 5-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (2/6) malam. Tapi itu laga kandang. Ceritanya beda di partai tandang.

Laskar Wong Kito bernasib kurang beruntung di dua laga tandang terakhir. Meski mendominasi permainan, SFC justru menelan kekalahan.

Saat melawat ke Perseru Serui (27/5), SFC takluk 0-1. Itu pun lewat gol bunuh diri Mahamadou N’Diaye. Di laga tandang sebelumnya, SFC pun kalah 0-1 dari PSMS Medan (18/5).

Kali terakhir SFC menang di pertandingan away saat bertamu ke markas Bali United (5/5). Saat itu, SFC menang tipis 4-3 atas tim besutan Widodo Cahyono Putro.

Baca:  Jamu Bhayangkara FC, SFC Dibayangi Rekor Buruk

Kini, sebuah tantangan dihadapi Hamka Hamzah dan kawan-kawan. Punggawa SFC harus memutus tren negatif di laga tandang.

“Lawan Barito Putera harus dapat poin. Imbang tidaklah buruk. Syukur-syukur bisa menang,” ucap Asisten Manajer SFC Achmad Haris, Selasa (5/6).

Menang besar atas Persela Lamongan harus menjadi modal berharga sebelum SFC bertolak ke Banjarmasin. Apalagi, setelah melihat persaingan di papan atas yang begitu ketat. Pemuncak klasemen PSM Makassar mengoleksi 21 poin, runner up Barito Putera 20 poin, dan SFC di peringkat ketiga dengan 19 poin. Lalu Persipura di urutan keempat mengemas poin yang sama dengan SFC.

Baca:  Awas ‘Free Kick’ Ismed Cs

“Jadi setiap laga memang harus dapat poin,” ujarnya.

Pelatih SFC Rahmad Darmawan mengakui, persaingan di Liga 1 musim ini sangat ketat. Semua tim punya peluang untuk memenangkan pertandingan. Posisi tim di klasemen atas, bukan patokan bakal menang mudah atas tim papan bawah.

Sampai pekan ke-12, persaingan memang sangat ketat, baik di papan atas maupun dasar klasemen. Pergantian pemuncak klasemen cukup cepat terjadi. Begitu juga di zona degradasi, kerap bergantian klub yang menghuninya.

“Ya betul sekali, ini yang paling sulit sepanjang karir. Menurut saya, ini yang paling sulit memprediksinya. Bahkan, lawan yang berada di papan bawah pun bisa menang,” kata RD.

Baca:  SFC Akan Main Habis-habisan

Menurutnya, ini tak lepas dari penerapan taktik yang semakin berkembang dari para pelatih klub peserta Liga 1. Itu berimbas pada kualitas pemain dan permainan di lapangan.

“Saat ini para pelatih punya taktik yang sangat modern. Sehingga tidak mudah satu tim mengalahkan tim yang lain. Saya rasa semua klub sekarang tidak ada yang superior. Tim yang di bawah bisa mengalahkan tim di atas. Begitu juga tim yang di bawah atau menengah, tiba-tiba bisa melejit ke papan atas,” tutur mantan pelatih Persipura Jayapura dan Arema itu. #zal

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tujuh Anggota MPR PAW Dilantik

Jakarta, BP–Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) menjelaskan, MPR sebagai  lembaga permusyawaratan, dan salah satu pelaksana kedaulatan rakyat mempunyai ...