Home / Headline / Pasangan Sarimuda-Rozak Berpotensi Besar Menang di Pilkada Kota Palembang

Pasangan Sarimuda-Rozak Berpotensi Besar Menang di Pilkada Kota Palembang

BP/DUDY OSKANDAR
Direktur Eksekutif LKPI, Arianto saat menjelaskan hasil survey Pilkada Palembang, Minggu (3/6).

Palembang, BP

Pasangan calon (Paslon) Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak (SADAR) memiliki potensi yang paling besar untuk dapat memenangkan pilkada Kota Palembang yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang.
Pasangan yang dibesut oleh partai Nasdem, Gerindra dan PKS ini berpotensi meraih elektabilitas sebesar 53 %.
Hal ini terungkap dalam temuan survei yang dilakukan Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), Minggu, (3/6) di hotel Grand Zurich Palembang.
“Temuan survei bulan Mei akhir terekam bahwa paslon Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak (SADAR) memperlihatkan trend elektabilias kenaikkan konsisten dari survei-survei sebelumnya. Survei terakhir pada akhir bulan Mei, posisi elektabilitas Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak berada di 38 %, diikuti Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT) sebesar 29 %, Mularis Djahri-Syaidina Ali (MUSI) diangka 8 % dan M.Akbar Alfaro-Hernoe Roespridadji (AKHOR) sebesar 3 %, kata Direktur Eksekutif LKPI, Arianto.
Lebih lanjut pria yang biasa disapa Iyan ini dijelaskan lembaga yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (PERSEPI) ini mengatakan, peluang paslon yang dikenal dengan singkatan DUO INSINYUR ini dapat mencapai elektabilitas lebih dari 50 %.
“Artinya, dilihat dari uji simulasi perpindahan dukungan ke masing-masing paslon, Sarimuda-Kgs. Abdul Rozak berpotensi besar untuk mendapatkan dukungan dari paslon lainnya. Limpahan dukungan ini terekam dari pertanyaan yang diajukan ke responden ketika mereka akan mengubah pilihan yang tadinya memilih paslon walikota dan wakil walikota yang dipilih sebelumnya,” katanya.
Untuk pasangan Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak (SADAR), ada sekitar 37 % pemilih yang akan menjatuhkan pilihannya apabila akan berpindah pilihan dari paslon yang dipilih tadi.
Sedangkan Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT) sebesar 29 %. Artinya, potensi dukungan untuk merubah pilihan yang akan beralih ke Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak lebih besar dari paslon lainnya. Untuk paslon Mularis Djahri-Syaidina Ali (MUSI) sebesar 7 % dan M.Akbar Alfaro-Hernoe Roespridadji (18 %).
“Dari pemilihan yang akan mengubah pilihannya tadi dan kami hubungkan dengan tingkat keyakinan pemilih bagi paslon yang dipilihnya untuk menang di pilkada nanti, Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak memiliki tingkat keyakinan 53 %, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT) dengan angka 36 %, Mularis Djahri-Syaidina Ali (MUSI) 8 % dan M.Akbar Alfaro-Hernoe Roespridadji (AKHOR) diangka 5 %. Artinya, setelah kami analisa, potensi masing-masing paslon walikota dan wakil walikota Palembang untuk meraih elektabilitas, terutama Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak (SADAR) dan Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT) sebesar angka itu,” kata pria yang dulunya tergabung dalam Lembaga Survei Indonesia (LSI) ini.
Potensi untuk meraih elektoral yang semakin kuat bagi Ketua Forum Amal Kemanusiaan (FAKEM) Palembang Darussalam ini lanjut Iyan, yang pernah tergabung dalam Tim Audit Survei Pencalonan Pilpres Partai Demokrat ini cukup beralasan.
Dari tracking survei yang dilakukan sebanyak tiga kali, paslon Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak di survei kedua, bulan Maret sudah bisa menyalip elektabilitas paslon Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT). Tadinya, di bulan Agustus 2017, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT) unggul diangka 46 %, Sarimuda-Kgs. Abdul Rozak (SADAR) diangka 30 %. Survei bulan Mei 2018, Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak (SADAR) unggul dengan elektabilitas 44 %, sedangkan Harnojoyo-Fitrianti Agustinda (HARFIT) diangka 44 %. Dan pada survei terakhikhir, Sarimuda-Kgs.Abdul Rozak tetap mempertahankan keunggulannya dari paslon lainnya saat survei dilakukan.
“Ada penurunan elektabilitas, biasanya pengalaman survei-survei yang kami lakukan, seorang incumbent yang tidak memegang tampuk pemerintahan lagi, maka elektabilitasnya akan turun. Dan ini sepertinya terjadi. Dan biasanya juga, untuk mengembalikan “reborn” elektabilitas bagi paslon yang sudah turun butuh kerja yang sangat ekstra keras,” kata lelaki yang gemar memakai baju batik ini.
Survei yang dilakukan LKPI ini dengan mengambil sample 820 responden atau 82 kelurahan yang tersebar secara proporsional di seluruh kecamatan di Kota Palembang. Metode penarikan sample dengan menggunakan multistage random sampling dan dilengkapi dengan dept interview dengan marjin of error +/- 3,5 % dengan selang kepercayaan 95 %. Wawancara dilakukan tatap muka dengan melibatkan surveyor semua mahasiswa.
Selain itu ada yang menarik dalam peta “Konstelasi Elektoral Pilkada Kota Palembang” berdasarkan survey yang dilakukan oleh Lembaga Kajian Publik Independen (LKPI), 25-31 Mei lalu. Dimana massa mengambang masih terbilang tinggi, meskipun Pilkada kota Palembang tinggal tiga minggu lagi.
“Massa mengambang berdasarkan temuan survey kami sebanyak 22 persen, tapi militansi pemilih sudah mantap untuk tidak merubah pilihan,” katanya. Sembari mengatakan survey menggunakan metode Multy Stage Random Sampling dengan 820 responden dan tingkat kepercayaan 95 persen tersebut.
Selain itu tingkat militansi pemilih sudah sangat tinggi sehingga sangat sulit berubah mengingat waktu semakin dekat. Dan partisipasi pemilih kami prediksi 80 persen partisipasi pemilih.
Selain itu untuk perubahan pemilih dari swing voters masih mungkin terjadi tapi merata kepasangan calon meskipun tidak akan merubah secara signifikan posisi calon.
“Untuk perubahan pemilih bisa saja asalkan benar-benar ada gerakan sporadis karena money politik pun tidak bisa mempengaruhi signifikan diangka 49 kewajaran,” katanya.
Ditambahkannya diantara gerakan yang bisa membuat perubahan suara pemioih nantinya adalah debat publik, dimana 52 persen masyarakat menunggu untuk menentukan sikap pilihan.
“Atau bisa saja dapat berubah jika ada tsunami politik, tapi ini diluar prediksi lembaga survey,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penyelesaian Kasus Pelanggaran HAM Masuk Ruang Politik Transaksional

Jakarta, BP–Peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) 10 Desember diperingati hari ini di banyak tempat sebagai  bagian dari upaya  umat ...