Home / Headline / Giliran Udin Diperiksa Panwaslu Terkait Dugaan Ketidaknetralan Pjs Walikota di Pilkada

Giliran Udin Diperiksa Panwaslu Terkait Dugaan Ketidaknetralan Pjs Walikota di Pilkada

Pangkalpinang, BP–Kegaduhan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung Kota Pangkalpinang, dampak dugaan ketidaknetralan Pjs Walikota, Asyraf Suryadin, yang mengundang satu-satunya Calon Walikota (Cawako) Kota Pangkalpinang No Urut 2, Saparudin alias Udin, di acara Peringatan Nuzul Quran dan Launching Perda Zakat, Minggu lalu (27/5), jadi trending topik dalam sepekan terakhir di bumi berjuluk Serumpun Sebalai ini.
Hampir tiap waktu masyarakat membicarakan ketimpangan perlakuan Pjs Walikota Asyraf, terhadap pasangan calon (Paslon) lainnya yang maju dalam Pilkada. Terlebih perlakuan istimewa untuk Udin di acara yang digelar di halaman Ramayana, dengan duduk mesra berdekatan bersama Pjs Walikota di muka ratusan tamu yang sebagiannya berstatus aparatur sipil negara (ASN).
Bukan hanya masyarakat, elit-elit partai politik (Parpol) pengusung calon-calon lainnya bereaksi tegas. Kasus Udin diundang Pjs Walikota di Ramayana pun dilaporkan ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Kemendagri terkait status Asyraf seorang ASN.
Panwaslu Kota Pangkalpinang langsung meresepon laporan-laporan terkait kasus dugaan ketidaknetralan Pjs Walikota Asyraf. Sampai Jumat (16/5), orang-orang terkait bergiliran mendatangi Gedung Panwaslu Pangkalpinang untuk dimintai klarifikasinya.
Pemeriksaan yang telah dilakukan marathon dan berturut-turut hingga malam hari selama beberapa hari belakangan ini, diantaranya Panwaslu memanggil pelapor, saksi, Kabag Kesra Pemkot Pangkalpinang, Ketua Baznas Pangkalpinang, Pjs Walikota Asyraf. Pemanggilan mereka telah dilakukan sampai Rabu malam sejak kasus ini dilaporkan pada Selasa lalu.
Kamis sorenya, giliran Edison, Calon Wakil Walikota Pangkalpinang, yang disebut-sebut namanya sebagai pemberi undangan ke Udin. Edison sendiri merupakan calon wakilnya Udin dalam Pilkada ini.
Panwaslu Pangkalpinang giliran memanggil “Tamu Istimewa” kasus Ramayana yang menciderai Pilkada, atas nama Saparudin. Dimana saat acara Udin datang bersama isterinya. Dan bukan saja dia mendapat tempat duduk berdekatan Pjs Walikota Asyraf.  Tapi Udin diduga menggunakaan waktu untuk barkampanye terselubung di arena acara. Yakni dengan mengangat dua jari sebagai simbol No Urut dia dan Edison di Pilkada ini.
Pemanggilan Udin yang sudah berhenti dari akademisi ini karena aturan pencalonan, dilakukan Panwaslu Jumat siang (1/6). Udin tiba di Gedung Panwaslu Kota Pangkalpinang pukul 14.00 WIB. Dia pun langsung masuk ke ruang pemeriksaan sampai jeda jelang waktu Sholat Asar. Pemeriksaan pun kembali dilanjutkan sampai pukul 16.00 WIB.
Usai jalani pemeriksaan, kepada media Udin menjelaskan, di acara tersebut dia datang memenuhi undangan atas nama pribadi bukan calon walikota. Dia tidak menyanggah kalau undangan tersebut diterima dari calon wakilnya Edison, yang disebut-sebut pada pemeriksaan sebelumnya.
“Saya di undang disitu sebagai anggota masyaraka dan saya rasa siapa pun boleh mengundang kita. Mungkin kita dianggap sebagai  akademisi. Kita biasa hadir dalam forum seminar dan diskusi masa tidak boleh, ini saya anggap biasa saja,” katanya usai jalani pemeriksaan, Jumat (1/6). (*)
Baca:  Tiga Paslon Bersaing Ketat Di Pilwako Palembang
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ESP : Sarimuda-Rozak Berkompeten Bangkitkan Palembang

Palembang, BP Palembang-Kota Palembang di zaman Walikota Eddy Santana Putra (ESP) dua periode 2003-2013 merupakan masa emas. Dimana kala itu ...