Home / Headline / Pjs Wako Pangkalpinang Bikin Gaduh Pilkada

Pjs Wako Pangkalpinang Bikin Gaduh Pilkada Diduga Tak Netral Gerakkan ASN Dukung Udin

Pangkalpinang, BP–Tahapan gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) langsung Calon Walikota (Cawako) dan Calon Wakil Walikota (Cawawako) Kota Pangkalpiang, yang kondusif sejak awal kini berubah drastis.
Eskalasi suhu politik di kota ini mendadak meningkat tajam memasuki lebih kurang sebulan sebelum hari H atau pencoblosan, yang dijadwalkan 27 Juni 2018 mendatang.
Apa sebab? Pertarungan empat kandidat yang terdaftar di KPU Kota Pangkalpinang menjadi timpang. Lantaran salah satu kandidat disinyalir kuat mendapat support dari penguasa sementara Kota Pangkalpinang, Asyraf Suryadin, yang diberi amanah Mendagri untuk memimpin kota ini selagi gelaran Pilkada berlangsung.
Bukannya menjalankan amanah –salah satunya mengawal Pilkada, Asyraf justru memanfaatkan jabatannya untuk tidak netral. Ini terlihat ketika Pemkot Pangkalpinang yang dipimpinnya menggelar Peringatan Nuzul Quran dan Launching Perda Zakat, Minggu (27/5) lalu.
Pada acara yang digelar di halaman Ramayana itu, Asyraf duduk berdekatan dan mesra dengan satu-satunya Cawako yang diundang Pemkot. Yakni calon No Urut 2 atas nama Safaruddin alias Udin.
Bukan hanya duduk satu panggung dan dekat dengan Pjs Wako Asyraf, Udin bersama isterinya juga memanfaatkan acara untuk berkampanye dengan simbol-simbol. Yakni berfoto di lokasi acara sambil mengacungkan dua jari yang menandakan No Urut 2 milik dia bersama Edison Cawawakonya di Pilkada ini.
Kehadiran Udin yang bisa melenggang duduk dekat Pjs Walikota saat itu pun kemudian memantik reaksi kontestasi lainnya melalui tim advokasi partai politik pengusung.
Seperti dari dari Tim Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan Bangka Belitung yang langsung melaporkan Pjs Wali Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).  Selain itu Asyaf dilaporkan juga ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilihan Wali Kota Pangkalpinang 2018.
Langkah itu ditempuh setelah tim advokasi mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi jika Asyraf dianggap tidak bisa menjaga netralitasnya pada pilkada Kota Pangkalpinang. Terlebih, status Asyraf adalah seorang PNS.
Ketua Tim Hukum dan Advokasi DPD PDIP Babel, Iwan Prahara SH, dalam siaran persnya, mengatakan,  pihaknya menempuh jalur melapor ke Gakumdu setelah melengkapi bukti-bukti dan saksi ketidaknetralan Asyraf Suryadin dalam pilkada Pangkalpinang.
“Setelah melengkapi bukti-bukti serta menyampaikan nama saksi kami telah melaporkan Asyraf Suryadin ke Panwaslu dan Sentra Gakumdu Pilkada Pangkalpinang 2018 pada Selasa (29/5) lalu,” demikian kata Iwan Prahara SH, dalam siaran persnya kepada harian ini.
Dari bukti-bukti yang dikumpulkan oleh tim advokasi selama dua hari, menurut Iwan kuat indikasi ketidaknetralan Asyraf dalam Pilkada Pangkalpinang 2018 baik sebagai Pjs Walikota Pangkalpinang maupun sebagai seorang ASN.
Salah satu bukti yang dikumpulkan oleh tim advokasi saat acara Peringatan Nuzul Quran 1439 Hijriyah yang digelar Pemkot Pangkalpinang di halaman depan Plaza Ramayana Kota Pangkalpinang, Minggu (27/5/2018).
“Salah satu calon walikota duduk di barisan depan yang bersebelahan dengan Pjs Walikota Pangkalpinang,” tambahnya.
Dikatakannya,  bukti-bukti yang dikumpulkan, adanya indikasi ketidaknetralan Asyraf dalam Pilkada Pangkalpinang baik sebagai pejabat wali kota maupun PNS. Salah satunya kehadiran salah satu paslon di acara Nuzulul Quran di Plaza Ramayana.
Sementara itu dari informasi yang dihimpun, Kabag Kesra Pemkot Pangkalpinang Arham Naning menyatakan, dipilihnya Plaza Ramayana sebagai lokasi peringatan Nuzulul Quran merupakan keinginan Pjs Walikota Pangkalpinang, Asyraf Suryadin.
“Agenda ini sebenarnya akan digelar rumah dinas wali kota Pangkalpinang seperti tahun-tahun sebelumnya. Kita memang tidak ada mengundang seluruh paslon walikota. Mungkin paslon yang hadir sebagai jemaah masjid dan masyarakat,” kelitnya.
Sedangkan Asyraf Suryadin sendiri membantah mengundang salah satu kandidat Cawako Saparuddin di acara Nuzulul Quran yang diselenggarakan pemkot. (*)
Baca:  Deklarasi Kampanye Damai Pilkada Kota Palembang
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPRD Sumsel Minta Inventarisir Ulang Lahan Pemprov Yang di BOT

Palembang, BP   Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan HA Syarnubi SP MM meminta perhatian pemprov melalui BPKAD bidang aset untuk ...