Home / Headline / Speedboat Tabrakan, Suami Istri Tewas, Dua Lainnya Hilang

Speedboat Tabrakan, Suami Istri Tewas, Dua Lainnya Hilang

Penumpang speedboat yang selamat usai peristiwa tabrakan di di perairan Sungai Musi, tepi dermaga BKB, Rabu (30/5). BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Dua speedboat tabrakan di perairan Sungai Musi tepi dermaga BKB Palembang. Dua penumpang yang merupakan suami istri tewas, dua lagi hilang tenggelam.

Sejumlah warga yang tengah berada di dermaga Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dikejutkan dengan tabrakan antara speedboat 200 pk Rahendri Putra dan speedboat 40 pk Lima Saudara di perairan Sungai Musi, tepi dermaga BKB, Rabu (30/5).

Akibat peristiwa tersebut, dua orang penumpang Speedboat Rahendri Putra yang merupakan pasangan suami istri atas nama Sumali (50) dan Sukatmi (49), warga Desa Rejosari Muara Sugihan, Jalur 14 Kabupaten Banyuasin tewas tenggelam. 

Sementara dua penumpang yang dinyatakan hilang bernama H Hamid dan Istrinya, Zubaidah kini masih dalam pencarian tim di lapangan.

Berdasarkan data dihimpun, kejadian bermula saat Speedboat Rahendri Putra yang diserangi Rachmat Herdiansyah (29) bertolak dari Jalur 14, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin menuju Palembang bermuatan 25 orang penumpang dan dua kernet pada pukul 6.30.

Baca:  Karyawan Indomaret Tewas Kecelakaan

Sekitar pukul 9.00, Speedboat Rahendri Putra tiba di Palembang dan menurunkan lima penumpang di Dermaga Pasar 16 Ilir, serta satu orang di Dermaga Pasar 10 Ulu Palembang.

Lalu speedboat menuju ke Dermaga Bekangdam II/Sriwijaya dengan menyisir perairan Sungai Musi depan BKB. Saat di lokasi kejadian, tiba-tiba Speedboat Lima Saudara yang diserangi Dumiati (46) yang mengangkut lima orang penumpang mendahului dengan mengambil jalur yang hendak dilalui Speedboat Rahendri Putra yang ukurannya lebih besar.

Serang yang tak melihat speedboat kecil tersebut menyalip, tidak mengurangi kecepatan langsung menghantam bagian depannya sehingga membuat tabrakan tak terelakkan. Lalu kedua speedboat dengan cepat tenggelam.

Beruntung, seluruh penumpang berikut serang Speedboat Lima Saudara berhasil selamat. Namun naas dua penumpang Speedboat Rahendri Putra tewas tenggelam serta dua lainnya masih belum ditemukan.

Salah satu penumpang Speedboat Rahendri Putra yang selamat, Edi Sucipto (33) mengatakan, istrinya, Ponima dan dua anaknya yakni, Reni (15) serta Reki (6), nyaris hanyut terbawa arus saat kejadian.

Baca:  Tukang Jahit Tarmizi Diduga Ditembak Polisi

Sesaat setelah tabrakan, seluruh penumpang di dalam Speedboat Rahendri Putra ikut masuk ke Sungai Musi. Kondisi penumpang yang terjebak, membuat mereka berupaya untuk menyelamatkan diri masing-masing.

“Saya langsung pecahkan kaca dari samping. Anak sama istri langsung saya tarik keluar,” kata Edi, ketika berada di RS AK Gani Palembang.

Melihat kejadian tersebut para serang speedboat yang tengah berada di sekitar lokasi kejadian langsung berupaya menyelamatkan para penumpang dari Speedboat Rahendi Putra dengan memecahkan atap speedboat menggunakan alat seadanya.

“Seluruh speedboat yang ada di sekitar lokasi langsung mengelilingi kapal kami untuk mengevakuasi penumpang dan mereka juga memecahkan atap speedboat agar penumpang di dalam bisa keluar,” paparnya.

Menurut Edi, seluruh penumpang di speedboat yang ia tumpangi tersebut berasal dari Jalur 14, Kabupaten Banyuasin. Karena merasa sudah biasa naik speedboat para penumpang merasa aman meski tak memakai alat keamanan seperti pelampung. “Kami sudah biasa naik speedboat seperti ini (tanpa pelampung). Jadi memang tidak pernah pakai,” ujarnya.

Baca:  Geger, Bapak dan Anak Ditemukan Mengapung dan Tergantung

Sementara itu, saksi Suef menuturkan, ia bersama rekan-rekannya sempat berupaya menyelamatkan para korban yang sudah terseret ratusan meter di sungai.

“Kami langsung turun naik speedboat menuju lokasi kejadian. Para korban ini terseret arus ke berbagai sisi, jadi semua orang tolong menolong selamatkan korban,” jelasnya saat ditemui di Dermaga 10 Ulu Palembang.

Suef mengaku, mereka hanya berhasil membawa dua jenazah penumpang yang tewas. Sementara dua orang lainnya telah terseret arus. “Yang dua itu terbawa arus jauh sekali, jadi tak sempat tertolong,” ucapnya.

Direktur Polair Polda Sumsel Kombes Pol Imam Thobroni mengatakan, pemeriksaan sementara, dirinya melanjutkan, kecelakaan diduga akibat masing-masing serang speedboat tak melihat ketika Speedboat Rahendi Putra hendak bersandar di Dermaga Bekangdam II Sriwijaya, Palembang.

“Untuk saat ini serang dari masing-masing speedboat masih dilakukan pemeriksaan guna penyelidikan lebih lanjut dan saat kejadian para serang speedboat di lokasi sempat menolong para korban,” katanya. # idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Komisioner KPU Sumsel Yang Baru Siapkan Fit And Profer Test Seleksi KPU Kabupaten/Kota

Palembang, BP  Sebelum meneruskan kerja komisioner yang lama, KPU Sumsel terlebih dulu harus menyiapkan bahan fit and proper test, untuk ...