Home / Headline / Kesal Sering Diremehkan, Kakak Beradik Bunuh Sopir Bus Kota

Kesal Sering Diremehkan, Kakak Beradik Bunuh Sopir Bus Kota

Dua pelaku pembunuhan diamankan di Mapolsek SU I Palembang. BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Sakit hati karena sering ditantang dan diremehkan, Medi Sapriadi (29) bersama kakaknya, Ibrahim alias Gogon (31) menghabisi nyawa Febri (42).

Sopir bus kota jurusan Kertapati-KM 12 ini tewas dengan sejumlah luka tusuk setelah dikeroyok kedua pelaku di depan Hotel Semeru, Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan SU I Palembang, pada 25 Mei lalu.

Motif pembunuhan ini terkuak setelah kedua pelaku dibekuk dari kediamannya masing-masing di kawasan Bubuk Besar, pada Sabtu (26/5).

Saat diamankan Medi menerangkan peristiwa itu bermula ketika ia dan korban sama-sama mengemudikan bus kota jurusan Kertapati-KM12. Sejak Kamis (24/5), korban selalu memprovokasi tersangka dengan cara memepet mobil mereka.

Baca:  Berebut Penumpang, Sopir Bus Kota Dihabisi Rekan Seprofesi

“Tapi selama ini tidak saya hiraukan dan masih bersabar dan saya selalu mengalah. Besoknya, dilakukannya lagi sampai saya hampir menabrak bentor,” ujarnya.

Karena merasa sudah sangat kesal dengan korban yang ia anggap sering meremehkan tersebut, pelaku menghubungi kakaknya, Ibrahim, lalu mereka mengadang kendaraan yang dikemudikan korban. Ia langsung naik ke bus dan menanyakan alasan Febri yang terus memepet mobilnya.

“Saya mau bertanya baik-baik namun dia malah marah dan ingin memukul. Jadi saya langsung cabut pisau di pinggang serta menusukkan nya. Tidak ingat berapa kali, karena dia juga melawan,” tuturnya.

Baca:  Cemburu, Zainul Gorok Leher Istri

Setelah menikam korban, mereka turun dari mobil dan memulangkan bus kota yang dikendarainya, lalu pulang ke rumah-masing-masing.

“Menggunakan pisau dapur yang sudah saya bawa dari rumah. Sudah saya tikam, kami kabur. Sorenya saya dapat kabar kalau dia meninggal di rumah sakit,” katanya.

Sedangkan, Gogon membantah memukul korban. Ia mengatakan, sebelum kejadian ditelepon Medy yang mengatakan hendak berkelahi. “Saya hanya mengantarkan agar adik saya tidak dikeroyok. Saya tidak ikut memukul,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang, Kompol Mayestika Hidayat mengatakan, setelah menerima laporan korban pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Baca:  Pembunuh Pacar Sendiri Dihukum Mati

“Kedua tersangka sudah diamankan. Motifnya diduga saling ejek dan berebut penumpang. Karena korban dan kedua pelaku sama-sama berprofesi sebagai sopir bus kota,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, atas perbuatan tersebut masing-masing pelaku akan dijerat Pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa.

Seperti diberitakan sebelumnya, Febri ditemukan sudah dalam kondisi berlumuran darah oleh kernetnya, Lekat (35) setelah terlibat adu mulut dengan kedua pelaku di dalam bus kota.

Selanjutnya oleh saksi, korban dilarikan ke RSUD Palembang BARI, namun diduga karena luka yang dialami cukup parah, nyawa korban tak bisa diselamatkan. #idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Aksi Pungli Harimau Jalanan Diduga Dibekingi Polisi

Palembang, BP–Aksi pungli kelompok yang mengatasnamakan Harimau Jalanan disebut dibekingi oknum anggota polisi berpangkat Aipda berinisial E yang berdinas di ...