Home / Headline / Intensitas Politik Pilkada Palembang Semakin Kencang

Intensitas Politik Pilkada Palembang Semakin Kencang

BP/IST
Suasana rapat koordinasi (Rakor) pengawasan partisipatif dengan turut melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait di Hotel Santika Premiere Palembang, Selasa (29/5).

Palembang, BP

Komisioner KPU Palembang Abdul Karim Nasution mengakui menjelang pilkada serentak di kota Palembang , berdasarkan pengamatannya , ada meningkatan intensitas politik, semakin kencang namun belum masuk pada titik yang mengkhawatirkan dan belum memberikan efek pada konflik horizontal.
“Saya masih yakin itu masih sebatas di dunia maya, belum berefek pada dunia nyata masih diatas awang-awang, pertengkarannya belum sampai fisik secara horizontal antara tim atau antar pendukung dan kita harap itu tidak sampai terjadi,” katanya saat menjadi pemateri dalam rapat koordinasi (Rakor) pengawasan partisipatif dengan turut melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait di Hotel Santika Premiere Palembang, Selasa (29/5).
Karena itulah peran OKP, tokoh pemuda dan stekholder terkait sebagai leader dilingkungannya masing-masing dituntut peran dan partisipasinya untuk memberikan pencerahan dan pencerdasan kepada lingkungan sekitar, agar sampai pilkada 2018 menjadi titik balik dari kemerosotan kota Palembang dan Sumsel.
“Kita berharap jangan sampai menjelang pelaksanaan Asian Games itu nama baik kota Palembang tercoreng karena pelaksanaan pilkada,kita semua bersaudara “ katanya.
Menurutnya, bagi penyelenggara pemilu, jika pilkada atau pemilu menjadi sumber konflik masyarakat yang dikhawatirkan orang tidak lagi percaya dengan pelaksanaan pilkada.
“Berarti orang mencari cara lain untuk mengganti pemimpin tidak lagi dengan pemilu, itu yang di khawatirkan, saya berharap itu menjadi khawatiran kita semua, oleh karena itu menjaga pemilu ini berjalan dengan baik dan lancar agar berjalan dengan bersih dan aman dan berintegritas menjadi kewajiban kita bersama, “ katanya.
Sedangkan Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Honi Havana mengakui, media sosial (medsos) kini lebih gencar bagaimana informasi dan postingannya berkembang di dunia maya terutama menjelang pilkada.
“Kita mengapresiasi Polresta Palembang yang sudah lebih awal , memastikan medsos,” katanya sembari mengaku pihaknya terlambat start tetapi pihaknya mulai aktip di medsos dengan membantu polri.
Dimana Medsos menurutnya, medan tempur yang harus diperhatikan juga.

BP/IST
Suasana rapat koordinasi (Rakor) pengawasan partisipatif dengan turut melibatkan masyarakat dan stakeholder terkait di Hotel Santika Premiere Palembang, Selasa (29/5).

“Polresta dan Polda juga terus menggaungkan anti hoak, pilkada yang kondusif, jangan sara dan anti radikal, itu selama ini empat topik yang kita berikan kepada tim saya, kita sudah bentuk tim penerangan Kodim disitulah kita masih dalam media sosial dalam rangka , kami memantau pergerakan dari masyarakat, kita ikuti juga akun akun dari paslon bagaimana pergerakannya dan tema apa yang mereka gaungkan , kegiatan apa dilaksanakan kita ada tim memantau, kalau ada hal-hal yang perlu kita catat ya kita catat, yang perlu kita cermati, kita cermati sehingga kita bisa tahu dan bisa mengidentifikasi bentuk-bentuk apa yang sedang berkembang di tengah masyarakat terkait pilkada,” katanya.
Selain itu TNI solid dengan Polri menjaga stabilitas keamanan. Sehingga segi kehidupan dapat berjalan dengan lancar.
“Kami dialokasikan untuk membantu mengamankan. Semoga Pemilu nanti dapat terpilih pemimpin yang baik dan amanah. Mari kita laksanakan tugas kita sebaik-baiknya. Karena untuk memilih pemimpinan yang baik itu sangat penting. Kholifah itu pemimpin. Sistem mekanisme pemilihan. Memilih pemimpin. Maju mundurnya daerah, bangsa itu juga tergantung pemimpin,” kata Dandim.
Dandim mengatakan, memiliki kekuatan 8 koramil dengan 400 orang. Untuk Pilkada akan mengerahkan 50 persen kekuatan, yakni 200 personil.
“Kalau masih dibutuhkan, Kodim akan meminta bantuan setingkat di atasnya. Korem,” ujarnya.
Kapolresra Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengakui, telah memetakan ada 4 zona apabila terjadi chaos (kekacauan sistem) pada Pilkada serentak di Palembang pada 27 Juni 2018 mendatang.
“Polri bersama TNI bersinergi ada empat zona pengamanan sesuai wilayah Polsek apabilah terjadi chaos dalam menempatkan personil di jalan-jalan, termasuk kendaraan taktis ,untuk yang menuju kota serta pusat perbelanjaan,” katanya.
Empat zona yang dipetakan itu yakni zona aman, zona rawan 1, zona rawan 2, dan zona khusus. Kapolresta mengajak semua stakeholder untuk mensukseskan Pilkada serentak.
“Mari kita wujudkan Pilkada ini agar berlangsung dengan penuh martabat. Tidak ada politik uang, kampanye hitam, politisasi isu SARA. Kalau tidak kita cegah akan timbul konflik sosial”
Ketua Panwaslu Palembang M Taufik SE MSi mengatakan, pihaknya telah membentuk 2800 pengawas TPS dengan mengacu pada jumlah TPS yang ada di kota Palembang.
“Jika ada pelanggaran silahkan dilaporkan pengawas TPS ataupun kepada PPL atau bisa ke kami Panwas kota dengan memenuhi syarat formil dan materil,” katanya.
Menurutnya, jika masyarakat aktip dan peduli untuk mengawal proses pilkada, jika ada pelanggaran dan kecurangan masyarakat ada kepedulian untuk berpartisipasi sehingga manfaatnya menghasilkan pemimpin dan wakil kita sesuai diharapkan.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Bupati OKU: Alhamdulillah Pelaksanaan Pemilu di OKU Aman, Lancar, dan Kondusif

Baturaja, BP — Pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 di Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) berlangsung aman, ...