Home / Headline / BPOM Temukan Formalin di Makanan Takjil Pasar Beduk

BPOM Temukan Formalin di Makanan Takjil Pasar Beduk

Petugas BPOM Palembang memusnahkan ribuan tahu berformalin di TPA Sukawinatan, Kamis (24/5). BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Dalam beberapa hari pelaksanaan puasa Ramadhan 1439 Hijriah/2018, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang menerjunkan tim khusus untuk meneliti makanan takjil yang dijajakan di sejumlah pasar beduk di Palembang.

Sebanyak 12 pasar beduk disisir, dan ternyata dari pasar musiman yang menjual kudapan untuk buka puasa ini tim BPOM menemukan banyak makanan mengandung formalin.

Kepala BPOM Palembang Dewi  Prawitasari mengatakan, dari 235 sampel makanan yang diambil, 19 persen makanan untuk berbuka puasa tersebut masih mengandung formalin.

“Yang mendominasi rujak mie dan tahu goreng,” ujarnya usai pemusnahan barang bukti tahu berformalin di TPA Sukawinatan Palembang, Kamis (24/5).

Dewi mengatakan, banyaknya tahu dan mie basah yang disantap menjadikan menu tersebut pilihan utama bagi masyarakat, sehingga beberapa oknum tak bertanggung jawab mencampur formalin agar mendapat keuntungan berlipat.

“Rata-rata penganan yang mengandung formalin merupakan tambahan dari makanan utama yang dijual dalam satu kemasan,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat lebih cerdas dan teliti dalam membeli penganan untuk berbuka puasa. Perhatikan penganan dalam kemasan. Bila tidak meyakinkan lebih baik jangan dibeli.

Dalam kesempatan yang sama, BPOM Palembang memusnahkan 18.080 potong tahu yang mengandung formalin, hasil penggerebekan yang dilakukan bersama kepolisian setempat di pabrik tahu milik Atet di Jalan Sungai Itam, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan IB II Palembang, pada 15 Mei lalu.

BPOM melakukan penggerebekan saat tahu yang telah dicampur formalin ini hendak didistribusikan ke pasar-pasar tradisional yang ada di Palembang.

“Tindakan sudah dilakukan dengan menggerebek tiga pabrik tahu di Palembang dan satu pabrik tahu di Lubuklinggau. Dari penggerebekan itu disita 52.000 potong tahu dan 2 ton mi basah yang semuanya sudah dicampur formalin,” jelasnya.

Dari tindak lanjut perkara pidana terhadap pemilik pabrik tahu, berkas sudah dinyatakan p21 atau lengkap dari pihak kejaksaan. Sehingga penyidik PPNS dari BPOM Palembang tinggal melimpahkan barang bukti dan tersangka ke Kejaksaan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Hj Letizia yang juga berada di lokasi pemusnahan menuturkan, pihaknya melakukan pengawasan dan telah memanggil pengusaha dari berbagai bidang untuk tidak mencampur formalin di makanan sebagai bahan pengawet.

“Itu sudah kami lakukan, tetapi memang masih ada orang-orang yang menjual formalin ini apabila ada permintaan. Padahal, formalin tidak dijual bebas dan biasa digunakan untuk mengawetkan mayat dan kayu,” paparnya. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jumputan Gambo Muba Mulai Mendunia

Perth, Australia, BP–Kain khas karya anak putra Banyuasin yakni Jumputan Gambo Muba terus gencar diperkenalkan ke dunia dan kini telah ...