Home / Pendidikan / Siswa SMAN 17 Ikuti Simulasi Konferensi PBB di Malaysia

Siswa SMAN 17 Ikuti Simulasi Konferensi PBB di Malaysia

(Syifa Swa Salsabila Fauzal, Siswa SMA Unggul Negeri 17 Palembang) 

Palembang, BP

Setelah melalui proses seleksi dan penjaringan yang cukup ketat, akhirnya  Syifa Salwa Salsabila Fauzan terpilih menjadi delegasi Sumsel dan juga Indonesia bersama rekan-rekan lain pada ajang simulasi konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Internasioanal pada tanggal 13-16 April 2018 lalu di Malaysia.

Benar saja, Syifa yang merupakan siswa SMA Unggul Negeri 17 Palembang tersebut berhasil meraih wawasan Internasional dari event yang digagas oleh Global Goals Model United Nations (MUN) tersebut.

“Jadi oeserta ada 370 yang berasal dari 30 negara. Dan setiap peserta diberikan topik-topik yang terkait dengan 17 tujuan global yang ditetapkan oleh PBB untuk mendorong para delegasi, untuk memahami setiap titik SDG, berbagi ide diantara para delegasi kejaringan, dan untuk meningkatkan komunikasi serta keterampilan diplomatik,”ujar Syifa, Rabu (23/5).

Lanjut siswa kelas II IPA 8 ini menambahkan semua peserta wajib memiliki wawasan dari 17 tujuan global tersebut. Sehingga layaknya seperti presentasi pada sidang PBB.

17 tujuan global dunia tersebut adalah, no poverty, zero hunger, good health and well-being, quality education, gender equality, clean water and sanitation, affordable and clean energy, decent work and economi growth, industry innovation and infrastructure, reduced inequalities, sustainable cities and communities, responsible consumption and production, climate action, life below water, life on land, peace and justice strong institutions, dan terakhir partnerships for the goals.

“Jadi di sana itu kita seperti diskusi atau simulasi konferensi PBB internsional. Dan kita memilih 3 tema, tapi nanti panitia yang beri masukan kita cocok di tema yang mana dari 17 tujuan tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, beberapa bulan sebelum berangkat, dirinya diberi tahu dulu melalui email masalah negara Islandia tentang tidak ada kemiskinan.

“Setelah di sana saya dapat goals yang pertama. Nanti setiap orang dikasih negara masing-masing, dan saya dapat negara Islandia mengangkat isu tidak ada kemiskinan di negara tersebut,” terangnya lagi.

Diakui, dirinya sempat nerveous karena baru pertama kali ikut MUN, serta kecakapan bahasa inggris harus aktif. Dan dari Indonesia hanya terpilih 3 siswa tingkat SMA.

“Sulitnya harus ngajuin tentang kemiskinan negera Islandia, bagaimana bisa maju. Sedangkan Islandia sendiri sudah makmur,” pungkasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Positif Narkoba, Unsri Bakal Gugurkan Calon Mahasiswa

  Palembang, BP Pihak Universitas Sriwijaya memastikan calon mahasiswa yang masuk ke Kampus Kuning ini tidak positif narkoba. Pasalnya, setiap ...