Home / Headline / Mantan Model Tagih Janji Mawardi Yahya

Mantan Model Tagih Janji Mawardi Yahya

Irene Susanti

Palembang, BP–Pasca mengadu ke Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di Jakarta, mantan model Irene Susanti yang diduga menjadi korban penipuan dan kekerasan verbal dari Calon Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menyambangi kantor perwakilan Komnas Perempuan di Palembang, Rabu (23/5).

Akhmad Rofik

Didampingi kuasa hukumnya, Akhmad Rofik dari Badan Pemantau Korupsi Pejabat Negara Kesatuan RI (BPKP NKRI), kedatangan perempuan itu guna menagih seberapa jauh perkembangan pelaporan yang telah dibuat pada bulan lalu.

“Ini kami sengaja ke Palembang memang ingin mencari informasi sudah sejauh mana laporan yang telah kami buat sebelumnya,” ujar Akhmad Rofik saat dibincangi awak media.

Menurutnya, berdasarkan keterangan yang diterima pihaknya, laporan yang telah dibuat sebelumnya saat ini masih dalam tahap pengkajian di Komnas Perempuan, untuk selanjutnya dikeluarkan semacam surat rekomendasi untuk tahap langkah berikutnya.

“Apa yang kami lakukan ini pada dasarnya tentunya ingin sebuah pertanggungjawaban. Sebab Ibu Irene sendiri sudah dirugikan dan menuntut hak-hak perempuan,” jelas dia.

Rofik sekaligus menampik jika apa yang mereka perjuangkan ini bermuatan politis mengingat terlapor merupakan salah seorang yang saat ini menjadi calon wakil gubernur (cawagub) Sumsel pada Pikada serentak 27 Juni 2018.

“Jadi memang murni bentuk perjuangan sosial. Awalnya saya juga memang tidak tahu sosok MY itu siapa dan kebetulan ada kegiatan politik di Sumsel,” tambahnya.

Perjuangan hak yang dilakukan ini, sambung dia, merupakan bentuk fakta yang disertai dengan bukti. Oleh karenanya, ia juga menepis jika ada oknum yang beranggapan ini sebuah bentuk fitnah.

“Saya tegaskan lagi, kami sama sekali tidak membawa unsur politis,” singkatnya.

Rofik menambahkan, hal ini juga sebagai bentuk pelajaran kepada pejabat serupa maupun okmum MY sendiri agar mau bertanggung jawab atas tindakan dan janji-janji yang telah dilakukannya selama sekitar 20 tahun menjalin hubungan dengan IS.

“Kami juga ingin memberikan shock therapy kepada setiap pejabat, dan semoga dengan kejadian ini dapat menjadikan potret positif atas masalah lain yang serupa,” tuturnya.

Masih dijelaskannya, sejauh ini belum ada komunikasi dengan MY atas masalah yang terjadi. Namun demikian, pihaknya tidak menutup kemungkinan melakukan mediasi untuk dapat segera menyelesaikan permasalahan ini.

Berdasarkan pengakuan Irene Susanti, ia terakhir menjalin komunikasi dengan MY pada Desember tahun lalu. Di saat itulah MY diduga mengintervensi dirinya.

“Bukan ancaman, cuma MY arahnya takut hubungan ini terbongkar. Jadi semacam saran atau bujukan. Hal ini secara psikis membuat saya terusik,” tegasnya.

Diakuinya, selama kurang lebih 20 tahun menjalin hubungan dengan MY, keduanya tidak sampai memiliki anak. Namun, MY selalu memberikan janji-jani manis untuk menikahi atau memperjelas hubungan yang telah dijalani tersebut.

“Karena janji itu juga saya hingga saat ini tidak menjalin hubungan dengan pria lain,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, Tim Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY), Alfrenzi Panggarbesi, menilai isu tersebut merupakan kampanye hitam dan murahan yang bertujuan menjatuhkan posisi Herman Deru-Mawardi Yahya.

“Kami tidak mau melayani atau menanggapi, itu isu murahan, isu kampungan,” pungkas Alfrenzi beberapa waktu lalu. #rio

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

MK Ditengarai Disusupi Kepentingan Politik

Jakarta, BP–Anggota MPR, Benny Ramdhani, mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) ditengarai telah disusupi kepentingan politik dengan target politik tertentu terkait putusan  ...