Home / Headline / Di Acara HUT Sumsel, Mendagri Ingatkan Bahaya Radikalisme

Di Acara HUT Sumsel, Mendagri Ingatkan Bahaya Radikalisme

Mendagri Tjahyo Kumolo dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin pada acara HUT ke 72 Sumsel.

Palembang, BP–Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai radikalisme menjadi masalah utama dalam pembangunan daerah disusul permasalahan narkoba, korupsi, dan ketimpangan sosial.

“Dalam konteks pembangunan daerah hendaknya perlu dicermati ada tantangan-tantangan yang masih mengancam bangsa Indonesia, pertama masalah radikalisme dan terorisme,” katanya usai Rapat Paripurna DPRD Sumsel peringatan HUT 72 Sumsel, Rabu (23/5).

Baca:  Alex Noerdin Sambut Baik Sumsel Jadi Model Sport Tourism

Dijelaskannnya, terorisme termasuk kejahatan yang biadab dan perlu penanganan yang luar biasa. Ia percaya Polri sudah memiliki rencana operasi sistematis yang memiliki target waktu untuk menumpas pergerakan teroris serta bibit radikalisme.

Dikatakan, mendeteksi pergerakan terorisme tidaklah mudah, bahkan sekelas pasukan intel Amerika Serikat pun masih sulit mencerna pergerakan teroris.

Untuk itu perlu peran serta masyarakat. Dimulai dari lingkungan terkecil dengan menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), memperketat kontrol tamu-tamu warga di pemukiman, pengoptimalan Satpol PP, dan koordinasi rutin dengan kepolisian. Intinya, jadilah orang baik yang tidak diam.

Baca:  Terobosan dari Sumsel Untuk Dunia Tanpa Emisi

“Kalau orang-orang baik diam, maka orang jahat merajalela. Saya yakin kita semua orang baik. Jadi jangan diam ketika melihat gelagat yang ingin merusak ideologi,” katanya.

Tantangan kedua, menurut Tjahjo, adalah narkoba yang saat ini merambah semua kalangan usia, profesi maupun gender. Ini menjadi tugas besar pemerintah daerah, terutama melindungi generasi penerus dari bahayanya.

Baca:  Alex Noerdin: Melalui Asian Games Sumsel Mendunia

Permasalahan ketiga korupsi dan keempat ketimpangan sosial yang keduanya saling berkaitan, ia mengingatkan para perencana anggaran agar lebih berhati-hati dengan area rawan korupsi seperti urusan hibah, retribusi, bantuan sosial dan mekanisme barang-jasa. #osk
 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Beberapa Kemungkinan Untuk Oposisi

Oleh Alip Dian Pratama, M.H (Direktur Eksekutif  Center for Democracy and Civilization Studies) Kita masih menunggu, kira-kira, setelah adanya pertemuan ...