Home / Headline / Sekeluarga Keroyok Bapak dan Anak Hingga Kritis

Sekeluarga Keroyok Bapak dan Anak Hingga Kritis

Tersangka Ali Ambran Sani dan barang bukti parang yang dipakai untuk melakukan pengeroyokan diamankan di Mapolsek Kamuning. BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Bersama tiga anggota keluarganya, Ali Ambran Sani alias Gilang (19) mengeroyok Bungsu Eka Saputra alias Pupung (32) dan ayahnya, Humaidi (50) hingga kritis.

Namun sejauh ini aparat kepolisian baru menangkap tersangka Ali Ambran yang telah buron selama enam bulan terakhir, sedangkan tiga pelaku lain, yakni Sony, ayah Gilang, Tauris, kakak Gilang, serta Meilani, adik Gilang masih dalam pengejaran.

Tersangka Ali Ambran yang awalnya tercatat sebagai warga Jalan RHA Arivai Cek Yan, Kelurahan 20 Ilir DI, Kecamatan IT I Palembang ini diringkus anggota Unit Reskrim Polsek Kemuning, dari kediaman barunya di kawasan Talang Jambe, Senin (21/5).

Baca:  Anak Wakil Bupati Dikeroyok Guru Olahraga

Berdasarkan data dihimpun, peristiwa pengeroyokan itu terjadi di depan Restoran Ayam Gepuk Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning Palembang pada 19 Desember 2017 lalu.

Peristiwa bermula saat korban berseteru dengan Meilani beberapa jam sebelum kejadian pengeroyokan. Korban Pupung menampar Meilani karena disangka telah melakukan pemalakan terhadap adiknya.

“Padahal adik saya baru pulang dari Linggau, sehingga tidak mungkin dia malak adiknya itu di dekat rumah,” ujar tersangka saat diperiksa petugas, Selasa (22/5).

Sehingga Meilani melaporkan kejadian tersebut kepada Gilang dan Tauris yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Tersangka mengaku sempat berbicara baik-baik dan menanyakan mengapa korban menuduh Meilani memalak dan kemudian menampar nya.

Namun korban yang tak senang, menyuruh tersangka kembali memanggil keluarganya untuk menyelesaikan hal tersebut. Bukannya masalah selesai, korban mengajak tersangka berkelahi.

Baca:  Petugas Dishub Dikeroyok

Tantangan tersebut disambut tersangka yang sudah membekali diri dengan parang dari rumahnya. Tersangka Gilang tiga kali membacok tangan kiri korban. Lalu Meilan memukuli korban dengan tangan kosong, sedangkan pelaku Tauris memukuli korban menggunakan pipa besi.

Saat korban sedang dikeroyok satu anggota keluarga tersebut, datang ayahnya, Humaidi yang bermaksud melerai dan ikut membela anaknya dengan memukuli pelaku Meilan.

Tak lama berselang, Sony yang diberitahu warga bahwa anak-anaknya sedang berkelahi mendatangi lokasi kejadian dan langsung menabrak kan sepeda motornya ke para korban.

Kemudian Sony memukul Humaidi dengan menggunakan pipa besi. Seta masih belum puas, Gilang kembali mengarahkan sabetan parang ke Humaidi dan mengenai punggung korban. Lalu para pelaku kabur meninggalkan korban yang terluka.

Baca:  Kesal Dikatai Kasar, Keroyok Dewi Dengan Pisau dan Air Keras

Akibat kejadian tersebut, korban Pupung mengalami luka di lengan kiri, kepala dan leher. Sedangkan Humaidi mengalami luka di bagian punggung belakang dan di kepala.

“Setelah kejadian itu kami pindah rumah dan melarikan diri. Saya tidak tahu ayah dan kakak serta adik saya ada dimana,” kilah tersangka.

Kapolsek Kemuning AKP Robert P Sihombing mengatakan, setelah mendapat laporan korban pihaknya telah mencari pelaku di rumah mereka di Jalan RHA Rivai Cekyan.

“Namun mereka telah pindah. Kami telusuri dan akhirnya menemukan rumah pindahan mereka di kawasan Sematang Borang,” ujarnya.

Dalam perkara ini, Robert menambahkan, pihaknya menyita barang bukti berupa sebilah senjata tajam jenis parang dan satu unit sepeda motor Honda Revo milik tersangka. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Fluktuasi Harga Premium Bukan Pelanggaran Konstitusi

Jakarta, BP–Anggota MPR Satya W Yudha mengatakan, mengumumkan kenaikan harga premium yang kemudian dianulir Presiden dengan membatalkan kenaikan BBM jenis ...