Home / Headline / Sriwijaya FC Tak Bisa Terlalu ‘Ramah’ pada PSIS

Sriwijaya FC Tak Bisa Terlalu ‘Ramah’ pada PSIS

Palembang, BP–Sriwijaya FC akan menjamu PSIS Semarang pada pekan ke-10 Liga 1, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (22/5). Menang menjadi harga mati, karena ini laga kandang.

SFC tidak bisa terlalu ‘ramah’ kepada tamunya. Pasalnya, PSIS juga punya semangat besar untuk keluar dari zona degradasi. PSIS memburu kemenangan di Palembang.

Tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen dengan poin delapan. Hasil dari dua menang, dua seri, dan lima kalah. Sementara SFC berada di urutan keenam dengan 13 poin, usai membukukan tiga kemenangan dan empat seri dari sembilan laga.

Jelang bentrok dengan PSIS Semarang, Pelatih SFC Rahmad Darmawan mengingatkan anak asuhnya untuk tidak mengendurkan serangan. Tak ada alasan memandang sebelah mata lawan. Terlebih, PSIS membuktikan kualitasnya dengan membantai PSMS Medan dengan skor telak 4-1. Sementara SFC justru menelan kekalahan dari PSMS dengan skor 0-1 pekan lalu.

Baca:  Indra Rebut Hati Bendol

“PSIS ini punya striker bagus. Di lini depan, mereka mengandalkan pemain Brasil, Bruno Silva,” ucap RD.

Bomber berusia 27 tahun ini punya naluri mencetak gol. Ia masih menjadi yang tersubur di tim besutan Vincenzo Annese. Bruno mengemas tiga gol sampai pekan kesembilan. Tiga gol itu ia cetak ke gawang PSMS Medan. Sementara SFC sangat sulit merobohkan benteng pertahanan tim berjuluk Ayam Kinantan itu.

Bruno kerap mendapatkan assist dari lini kedua, gelandang asal Sierra Leone, Ibrahim Conteh dan eks punggawa SFC, Hapit Ibrahim.

Conteh tak hanya menjadi kreator atau pemasok umpan bagi Bruno, tapi juga punya insting mencetak gol. Sejauh ini, dua gol telah ia kemas. Conteh menorehkan namanya sebagai pencetak gol saat melawan PSMS dan Barito Putera.

Baca:  Sriwijaya FC Waspadai Ledakan PS TNI

Oleh sebab itulah, RD mengingatkan anak asuhnya di pos gelandang bertahan untuk melakukan pressing ketat pada dua gelandang pengatur serangan PSIS itu.

“Selebihnya, mereka mengandalkan kecepatan, terutama dari kedua sayap,” ucapnya.

Serangan Laskar Mehesa Jenar sangat mematikan saat serangan balik. Disiplin menjadi kunci untuk mematahkan serangan balik tim tamu. Hamka Hamzah dan kawan-kawan harus fokus pada pertahanan dan tidak boleh lengah sedikit pun.

Sementara itu, Pelatih PSIS Semarang Vincenzo Annese menyebut pertempuran melawan SFC tak hanya soal taktik dan strategi. Mental juga turut berperan.

“Kami sudah kalah dua kali dari laga sebelumnya. Psikologis pemain harus siap untuk laga besar ini,” ucapnya.

Baca:  Gelandang Petarung Asli Sumsel

Kalah dari Barito Putera 1-4 dan PS Tira 0-2 menjadi pukulan telak bagi mental pemain. Annese sangat mengkhawatirkan semangat juang anak asuhnya jelang laga melawan SFC.

“Saya terus bilang, kita harus total untuk membuat PSIS bangkit,” katanya.

Jajaran pelatih sudah mempelajari kekuatan lawan, tak hanya lini depan. Pemain SFC di posisi gelandang pun menjadi ancaman bagi gawang anak asuhnya.

“Saya minta pemain untuk tidak kalah duel di lapangan. Tim jangan sampai kebobolan,” katanya.

Annese mengingatkan anak asuhnya untuk bermain penuh konsentrasi sejak menit awal. Hindari kebobolan gol cepat karena itu bisa meruntuhkan mental.

“Itu tidak boleh terjadi. Kalau terjadi, maka kami sulit bangkit lagi. Kami tak ingin kalah lagi,” tegasnya. #zal

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ESP : Sarimuda-Rozak Berkompeten Bangkitkan Palembang

Palembang, BP Palembang-Kota Palembang di zaman Walikota Eddy Santana Putra (ESP) dua periode 2003-2013 merupakan masa emas. Dimana kala itu ...