Home / Hukum / Hanya Orang Stres Anggap Perluasan Ganjil Genap Dapat Menekan Populasi Kendaraan Pribadi

Hanya Orang Stres Anggap Perluasan Ganjil Genap Dapat Menekan Populasi Kendaraan Pribadi

Edison Siahaan

Jakarta, BP–Indonesia Traffic Watch (ITW) menuding hanya orang stres yang menganggap ide perluasan kebijakan ganjil genap dapat menekan populasi kendaraan pribadi di jalan raya.

Dikatakan Ketua Presidium ITW Edison Siahaan, selain stres mereka juga malas berpikir sehingga gagal paham bahkan tidak punya nyali untuk membuat kebijakan pembatasan penjualan dan kepemilikan kendaraan bermotor. Sebab upaya itulah yang sangat efektif untuk mengendalikan populasi kendaraan yang setiap hari bertambah.
“Pemerintah hanya ingin enaknya, terima pajak kendaraan tetapi tidak bertanggung jawab dan mengabaikan kewajibannya untuk  mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas),” kata Edison.
Hal itu terlihat dari usul yang disampaikan Ditlantas Polda Metro dan Dishub DKI kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ). Mereka mengusulkan untuk memperluas wilayah yang dikenakan kebijakan ganjil genap. Yaitu wilayah Kuningan, MT Haryono, Gatot Subroto, Kemayoran, Pondok Indah, dan Arteri Pondok Indah.
Edison tegas menyebut kebijakan ganjil genap bukan upaya efektif mengatasi kemacetan tetapi hanya memindahkan kemacetan ke jalan lain pada waktu tertentu. Ganjil genap juga bukan upaya menekan jumlah kendaraan yang setiap hari terus bertambah. Tetapi hanya membatasi gerak kendaraan pada wakru tertentu.
Usul perluasan wilayah itu adalah ide setengah gila.
Justru ITW menantang dengan ide benar-benar gila yaitu menerapkan kebijakan genap ganjil di seluruh ruas jalan Ibukota yang berlaku selama 24 jam.#rel
Baca:  Kecelakaan Maut Tanjakan Emen Harusnya Jadi Momentum Wujudkan Kamseltibcarlantas
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tingkatkan Kesejahteraan TNI dan Polri Tugas Pemerintahan Biasa

Jakarta, BP–Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan, kebijakan pemerintah menaikkan tunjangan Bintara Pembina Desa (Babinsa) di seluruh Indonesia yang telah direalisasikan ...