Home / Headline / Dua Teduga Teroris Temui Dosen Untuk Bayar Utang

Dua Teduga Teroris Temui Dosen Untuk Bayar Utang

Palembang, BP–Heri Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengki Satria alias Abu Ansor (39), dua terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di kawasan KM 5 Palembang, masih terus menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, keduanya mengaku datang ke Palembang untuk membayar utang kepada seorang dosen salah satu universitas di Palembang.

Dikatakan Zulkarnain, mereka saat ini masih terus mencari fakta terkait keterlibatan dosen tersebut dengan meminta keterangan dari Abu Rahman dan Abu Ansor.

Baca:  Teroris Riau: Kampus Tempat Aman Untuk Rakit Bom

“Mereka mengaku ingin menemui dosen itu untuk bayar utang, tapi belum bisa dijelaskan utang apa,” kata Kapolda, Jumat (18/5).

Kapolda menerangkan, bukti yuridis sangat dibutuhkan untuk mengetahui keterlibatan dosen yang dimaksud. Sehingga pihak Densus 88 Antiteror serta Polda Sumsel terus mengejar keterangan dari kedua pelaku.

“Kita tidak bisa menuduh seseorang tanpa dilengkapi bukti yuridis. Sejauh ini masih didalami,” ujarnya.

Sempat beredar isu dosen yang dimaksud oleh kedua tersangka teroris tersebut telah menyandang gelar profesor dan mengajar di salah satu universitas negeri di Palembang.

Baca:  12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Namun, kabar tersebut dibantah Kapolda Sumsel dengan alasan pihaknya masih melakukan pendalaman. “Itu hoaks, kita masih mendalami kasus ini,” kata Zulkarnain.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sumsel mengejar anggota JAD yang berada di Kota Lubuklinggau, yang tugasnya mencari dana.

Zulkarnain menyebut mereka saat ini meminta bantuan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk melihat transaksi beberapa nama pegawai yang disebut oleh kedua pelaku sebagai penyandang dana dalam aksi teroris.

Baca:  Polda Bongkar Pemasok Senjata Api ke Jaringan Teroris

“Secara lisan sudah disampaikan kepada PPATK untuk memeriksa keuangan nama-nama yang disebutkan dua yang kami amankan itu. Nanti akan dilihat, gajinya berapa, larinya ke mana saja. Itu yang ditelusuri,” jelas Zulkarnain.

Namun, Zulkarnain tak bisa menyebutkan nama siapa saja yang diungkapkan para pelaku sebagai pengumpul dana dalam aksi serangan teroris.

“Sekarang kami sedang bersinergi bersama intelijen TNI dan jaksa untuk sama-sama mengejar pelaku yang lain,” jelasnya. #idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Gugatan Dodi-Giri Segera Disidangkan Di MK

Palembang, BP Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 70 permohonan terkait sengketa pemilukada serentak yang berlangsung 27 Juni kemarin. Dari daftar ...